Ilustrasi: cuaca ekstrem. Foto: Dok. Trias News
Ilustrasi: cuaca ekstrem. Foto: Dok. Trias News

Pemantauan di tiga taman laut menunjukkan pemutihan meluas. Peneliti khawatir pemulihan butuh puluhan tahun. Perkembangan terbaru soal cuaca ekstrem menjadi perhatian warga dan pemangku kepentingan dalam beberapa hari terakhir.

Kepada Trias News, Hasan Basri, warga yang sudah tinggal di lokasi itu selama 30 tahun, mengatakan persoalan ini tidak muncul tiba-tiba. "Tanda-tandanya sudah terlihat sejak lama, hanya saja tidak ada yang menindaklanjuti dengan serius," ujarnya.

Pihak berwenang menyatakan sedang menyiapkan langkah lanjutan. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada jadwal pasti kapan langkah tersebut akan dijalankan.

Respons dan kritik

Sementara itu, Ratna Widyastuti, peneliti kebijakan publik di sebuah universitas negeri, menilai pendekatan yang dipakai selama ini terlalu reaktif. Ia meminta agar data dan rencana kerja dibuka kepada publik supaya bisa diawasi bersama.

Warga tidak butuh janji baru. Warga butuh kepastian kapan masalah ini selesai dan siapa yang bertanggung jawab.

Rubrik Sains Trias News akan terus mengikuti perkembangan ini. Pembaca yang memiliki informasi tambahan dapat menghubungi redaksi melalui kanal pengaduan yang tersedia.

Bagas PramuditoReporter Trias News