Satelit kecil ini akan membantu memperkirakan hujan lebat di wilayah yang belum terjangkau radar. Perkembangan terbaru soal satelit pemantau cuaca buatan dalam negeri siap diluncurkan menjadi perhatian warga dan pemangku kepentingan dalam beberapa hari terakhir.
Kepada Trias News, Wulan Prameswari, direktur lembaga swadaya masyarakat pemantau anggaran, mengatakan persoalan ini tidak muncul tiba-tiba. "Tanda-tandanya sudah terlihat sejak lama, hanya saja tidak ada yang menindaklanjuti dengan serius," ujarnya.
Pihak berwenang menyatakan sedang menyiapkan langkah lanjutan. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada jadwal pasti kapan langkah tersebut akan dijalankan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Respons dan kritik
Sementara itu, Rudi Hartono, pejabat dinas terkait yang dimintai keterangan, menilai pendekatan yang dipakai selama ini terlalu reaktif. Ia meminta agar data dan rencana kerja dibuka kepada publik supaya bisa diawasi bersama.
Warga tidak butuh janji baru. Warga butuh kepastian kapan masalah ini selesai dan siapa yang bertanggung jawab.
Rubrik Sains Trias News akan terus mengikuti perkembangan ini. Pembaca yang memiliki informasi tambahan dapat menghubungi redaksi melalui kanal pengaduan yang tersedia.