Ilustrasi: hilirisasi. Foto: Dok. Trias News
Ilustrasi: hilirisasi. Foto: Dok. Trias News

Smelter tumbuh, tapi nelayan dan petani di sekitar tambang menanggung dampaknya. Kami menghitung siapa yang menikmati nilai tambah. Selama tiga pekan, tim Trias News menelusuri dokumen, mendatangi lokasi, dan mewawancarai lebih dari dua puluh narasumber untuk memahami persoalan hilirisasi.

Kepada Trias News, Hasan Basri, warga yang sudah tinggal di lokasi itu selama 30 tahun, mengatakan persoalan ini tidak muncul tiba-tiba. "Tanda-tandanya sudah terlihat sejak lama, hanya saja tidak ada yang menindaklanjuti dengan serius," ujarnya.

Pihak berwenang menyatakan sedang menyiapkan langkah lanjutan. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada jadwal pasti kapan langkah tersebut akan dijalankan.

Respons dan kritik

Sementara itu, Ratna Widyastuti, peneliti kebijakan publik di sebuah universitas negeri, menilai pendekatan yang dipakai selama ini terlalu reaktif. Ia meminta agar data dan rencana kerja dibuka kepada publik supaya bisa diawasi bersama.

Warga tidak butuh janji baru. Warga butuh kepastian kapan masalah ini selesai dan siapa yang bertanggung jawab.

Rubrik Ekonomi Trias News akan terus mengikuti perkembangan ini. Pembaca yang memiliki informasi tambahan dapat menghubungi redaksi melalui kanal pengaduan yang tersedia.

Bagas PramuditoReporter Trias News