Ilustrasi: korupsi alat kesehatan. Foto: Dok. Trias News
Ilustrasi: korupsi alat kesehatan. Foto: Dok. Trias News

Kerugian negara ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah. Penyidik membuka kemungkinan tersangka baru. Perkembangan terbaru soal korupsi alat kesehatan menjadi perhatian warga dan pemangku kepentingan dalam beberapa hari terakhir.

Kepada Trias News, Dewi Anggraini, pengamat yang mengikuti isu ini sejak lama, mengatakan persoalan ini tidak muncul tiba-tiba. "Tanda-tandanya sudah terlihat sejak lama, hanya saja tidak ada yang menindaklanjuti dengan serius," ujarnya.

Pihak berwenang menyatakan sedang menyiapkan langkah lanjutan. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada jadwal pasti kapan langkah tersebut akan dijalankan.

Respons dan kritik

Sementara itu, Agus Salim Harahap, ketua asosiasi pelaku usaha setempat, menilai pendekatan yang dipakai selama ini terlalu reaktif. Ia meminta agar data dan rencana kerja dibuka kepada publik supaya bisa diawasi bersama.

Warga tidak butuh janji baru. Warga butuh kepastian kapan masalah ini selesai dan siapa yang bertanggung jawab.

Rubrik Hukum Trias News akan terus mengikuti perkembangan ini. Pembaca yang memiliki informasi tambahan dapat menghubungi redaksi melalui kanal pengaduan yang tersedia.

Rina PuspitasariReporter Trias News