Zlatan Ibrahimovic: Legenda yang Dulu Dipuja, Kini Dicerca

  • Whatsapp
Zlatan Ibrahimovic

Triasnews —  Zlatan Ibrahimovic adalah idola dan legenda hidup sepakbola Swedia yang dipuja. Beberapa hari silam, Ibra — panggilan akrab mantan striker timnas Swedia itu — menjadi sosok paling dibenci.

Di Malmo, tempat kelahirannya, pendukung sepakbola lokal membakar dan merusak patung Ibra yang dibuka kepada publik awal Oktober 2019 lalu. Namun, pada Kamis (27/11/2019) lalu, sejumlah fan melakukan aksi vandalisme alias perusakan terhadap patung Zlatan Ibrahimovic.

Read More

“Beberapa orang mengatakan ada yang menyemprotkan cat ke patung itu,” kata salah seorang polisi setempat, Jimmy Morin, seperti dikutip dari laman BBC.

Di Stockholm, ibukota Swedia, rumah sang bintang menjadi sasaran serangan vandalis. Ada kata ‘Yudas’ tertulis di gerbang rumahnya.

Ibra, Kamis 28 November 2019, mengajukan komplain atas kejahatan rasial ke polisi. Aparat keamanan segera melakuan penyelidikan, tapi belum menangkap sejumlah pelaku.

Pers Swedia mengarahkan telunjuk ke pendukung Malmo FF, klub tempat Ibra memulai karier profesionalnya, sebagai pelaku penyerangan. Fans Malmo marah atas keputusan Ibra membeli Hammarby, pesaing abadi Malmo di Liga Swedia.

Fans Malmo FF tersebar di sejumlah kota di Swedia. Di Malmo, fans yang marah tidak hanya membakar dan merusak patung Ibra, tapi juga menulis kata-kata Cigani Do. Cigani adalah sebutan lain untuk Gypsie — etnis nomaden di Eropa. Do, dalam Bahasa Swedia, berarti mati.

Ibra lahir di Malmo dari rahim wanita Kroasia yang menikah dengan lelaki Bosnia. Ibra adalah produk Malmo. Ia meninggalkan klub itu saat remaja, dan bergabung dengan Ajax.

Setelah meninggalkan Los Angeles Galaxy di Liga Sepakbola AS (MLS), Ibra pensiun dan kembali ke Swedia. Ia membeli 25 persen saham Hammarby, klub yang berbasis di Stockholm, dan memicu kemarahan fans Malmo.

“Dia membelakangi kami, klub yang membentuknya,” ujar Kaveh Hosseinpour, wakil presiden pendukung Malmo FF, kepada TV4.

Sebanyak 7.000 pendukung Malmo menandatangani petisi online, agar patung Ibra dicabut dari Malmo.

“Bagaimana dia bisa melakukan semua ini kepada kami. Ini bukan soal uang,” kata Hosseinpour.

Karier Zlatan Ibrahimovic di level klub tergolong mentereng. Klub-klub besar seperti Ajax Amsterdam, Juventus, Inter Milan, Barcelona, dan AC Milan  pernah dihuni Zlatan Ibrahimovic.  Bahkan, seragam Paris Saint-Germain dan Manchester United pernah membalut tubuh Zlatan Ibrahimovic.

Sepanjang kariernya di level klub, pesepak bola berpostur 195 sentimeter itu 31 trofi juara. Di level internasional, Ibra juga menjadi pencetak gol terbanyak (top scorer)sepanjang masa timnas Swedia dengan torehan 62 gol.

Atas kiprahnya yang begitu gemilang, klub masa kecil Ibra, Malmo, mengabadikan sang pemain dengan membuatkannya patung di luar stadion. Patung itu diperkenalkan ke publik Malmo pada 8 Oktober 2019 silam, 5 hari setelah Ibra berulang tahun ke-38.

Dengan kehadiran patung sang striker, Malmo berharap agar orang-orang yang datang ke sana tahu bahwa mereka tengah menginjakkan kaki di tempat seorang legenda lahir.

Namun patung dengan tinggi 2,67 meter dan berat 500 kilogram, mahakarya ahli pahat Swedia, Peter Linde, itu kini dirusak pendukung Malmo sendiri. Ibra, mantan striker Juventus, Barcelona, Paris St Germain, dan Manchester United, kini menjadi figur paling dibenci di tanah kelahirannya. (AF)*

banner 300x250

Related posts