Wow! Prajurit TNI Ini Fasih 7 Bahasa Asing

  • Whatsapp
Kopda Hardius Rusman

Pangkatnya hanya Kopral Dua TNI.  Hanya lulusan SMA. Tapi Hardius Rusman memiliki kepiawaian menguasai 7 bahasa asing yaitu bahasa Jerman, Prancis, Portugis, Belanda, Spanyol, Inggris dan Italia. Ia punya mimpi bisa bertugas ke luar negeri.

Kopda Hardius Rusman

KELEBIHAN yang dimiliki anggota TNI berpangkat Kopral Dua (Kopda) ini pantas diacungi dua jempol. Betapa tidak. Hardius Rusman mengaku kecakapannya dalam berkomunikasi dengan 7 bahasa asing tersebut sama sekali tidak diperolehnya dari jenjang pendidikan formal khusus.
Tak aneh bila sosok Kopda Hardius Rusman mendadak viral di media sosial (Medsos) karena kepiawaiannya menguasai tujuh bahasa asing tersebut.
Sosoknya pun viral ketika terekam video dan tersebar di media sosial sedang menjadi penerjemah Atase Militer saat berkunjung ke Aceh.
Sebanyak 28 Atase Militer dari 22 negara pun merasa bangga dengan kemampuan Kopada Hardius.

Kopda Hardius Rusman bertemu dengan Panglima TNI. (Dok. Puspen TNI)-
Menurut pengakuannya, ia hanya belajar melalui WhatsApp Group yang anggotanya berasal dari berbagai negara. Selama mempelajari bahasa-bahasa asing, Kopda Hardius tak pernah sekalipun belajar secara formal atau berguru kepada ahli bahasa.

Kopda Hardius Rusman yang bertugas di Kodim 0111/Bireuen Kodam Iskandar Muda (IM), Aceh, itu merupakan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) 2 Bengkulu Selatan tahun 2003 lalu.

Read More

Cerita unik Kopda Hardius ini ternyata menarik perhatian Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Mengapresiasi keistimewaan sang prajurit TNI, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto lantas mengundang Kopda Hardius Rusman di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, pada Senin, 7 Oktober 2019. Panglima mengatakan kemampuan yang diberikan kepada Kopda Hardius Rusman merupakan karunia dari Allah SWT.

Kopda Hardius Rusman bersama Panglima TNI

“Dengan kemampuan menguasai tujuh bahasa asing, diharapkan Kopda Hardius Rusman bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat pada umumnya dan institusi TNI pada khususnya,” kata Panglima TNI, saat menerima Kopda Hardius Rusman di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (7/10/2019), sebagaimana dilansir Puspen TNI.

Menurut Panglima, saat ini sudah ada prajurit TNI berpangkat terendah yang memiliki kemampuan 7 bahasa asing. Hadi berharap Kopda Hardius bisa menjadi contoh dan memberikan motivasi kepada prajurit-prajurit lainnya.

Dalam wawancara di sebuah stasiun televisi swasta nasional, Kopda Hardius mengaku belajar 7 bahasa asing secara otodidak. Ia belajar bahasa Inggris sejak masih duduk di bangku SMA, selanjutnya bahasa Jerman, bahasa Italia, bahasa Perancis, bahasa Belanda, bahasa Spanyol, dan bahasa Portugis belajar dengan bantuan internet.

Menurut dia, media sosial menjadi sangat positif sejauh kita memanfaatkannya dengan baik. Kopda Hardius hanya memanfaatkan internet dan media sosial sebagai media belajar bahasa. Ia kadang menggunakan translate di Google, media sosial WhatsApp, Facebook dan banyak paltform media sosial lain.

“Saya belum pernah bertugas ke luar negeri. Saya juga belum pernah jalan-jalan ke luar negeri, saya hanya berselancar lewat dunia maya,” aku Hardius. 

Untuk memperlancar bahasa asing yang dipelajari, Kopda Hardius sering meluangkan waktu berbicara dengan native speake sekitar 30 menit melalui voice call.

Dari sanalah ia mengetahui bagaimana mengucapkan kosa kata sekaligus koreksi dari lawan bicaranya.

“Saya memang hampir tiap hari menyempatkan diri berbicara sekitar tiga puluh menit dengan teman-teman dari berbagai negara secara bergantian dalam tujuh bahasa asing yang saya kuasai,” ungkapnya.

Kepiawaiannya dalam berbahasa asing ini pun memperoleh apresiasi dari istri dari 28 atase militer yang berasal dari 22 negara saat berkunnjung ke aceh.

Para istri atase militer ini terkesan dengan kemampuan Hardius menjelaskan setiap objek yang dikunjungi. Mereka puas karena ketika ditanya banyak hal tentang lokasi yang dikunjungi dapat dijelaskan Kopda Hardius menggunakan bahasa asal mereka.

Kunjungan para atase militer ini menjadi agenda rutin tahunan yang diselenggarakan Mabes TNI untuk tujuan memperkenalkan lebih jauh budaya Indonesia.

Sekilas, prajurit ini memang terlihat biasa saja, tetapi siapa sangka jika ternyata dia mampu menguasai 7 bahasa dunia. Tak heran banyak keluarga atase yang menjadikan dirinya sebagai tempat bertanya.

“Kepada para ibu atase militer dari 22 negara itu, saya lebih banyak mempromosikan Aceh,” ucap Kopda Hardius.
“Jujur saya sangat sayang dengan Aceh,” kata pria kelahiran Bengkulu 1984 ini.

Kopda Hardius sengaja ditugaskan ke Aceh atas perintah Aspes Kodam Iskandar Muda sebagai penerjemah bagi para istri dari atase militer 22 negara sahabat.

Kopda Hardius mengaku mampu menguasai 7 bahasa asing dengan modal utama, yaitu percaya diri. Bahkan ia sempat dianggap gila oleh orang-orang yang melihatnya belajar bahasa asing.

Sebab ia sering berkata-kata sendiri ataupun berbicara melalui telepon dengan bahasa asing untuk belajar. Saat sedang di kantor pun sembari bertugas ia sering membuka medsos untuk belajar bahasa asing. Terkadang ia terlihat sedang menelepon kenalannya di dunia maya dan berbicara menggunakan bahasa Spanyol.

“Setiap hari saya terus belajar memperlancar ke 7 bahasa yang saya pelajari itu, di mana pun saya duduk,” terang Kopda Hardius.

“Baik itu berdinas maupun di warung. Iya kita anggap wajarlah, karena orang kan tidak pernah tahu kalau kita lagi mempelajari sesuatu hal,” kata dia lagi.

Setelah menguasai 7 bahasa asing, ia mengaku ingin ikut diberangkatkan dalam rangka dinas ke luar negeri, baik itu ke Lebanon, Kongo ataupun ke negara-negara lainnya. (AF)*

banner 300x250

Related posts