Wow! Di Desa Ini, Warga Dilarang Nonton TV dan Main HP

  • Whatsapp
Anak-anak belajar bersama di sanggar belajar Desa Jimbar, Pracimantoro, Wonogiri, Jawa Tengah (Solopos.com)

TRIASNews –  Bagi warga Desa Jimbar, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Provisni Jawa Tengah, kurun waktu dua jam mulai pukul 17.30 WIB sampai pukul 19.30 WIB adalah waktu efektif dan produktif untuk keluarga semata.

Di desa berpenduduk 2962 jiwa itu, selama waktu jeda dua jam, warga tak boleh menonton televisi (TV) dan juga dilarang bermedsos dengan telepon genggam (handphone/HP). Durasi dua jam itu wajib diisi kegiatan orangtua dengan anak-anaknya. Kok?

Read More

Iya, pemerintah desa (Pemdes) Jimbar memang telah membuat aturan berupa peraturan desa (Perdes) teruntuk seluruh warga desa yang berisi larangan menonton TV dan mengoperasikan HP pada jam belajar antara pukul 17.30 WIB-19.30 WIB. Jika melanggar, warga akan ditegur dan dipanggil ke kantor desa untuk dibina dan diberi pengarahan.

Aturan larangan menonton TV dan memakai HP itu tertuang dalam Perdes No. 3/2019 tentang Penyelenggaraan Jam Belajar Masyarakat Desa Jimbar, yang diterbitkan 3 Juni 2019 lalu.

Kepala Desa (Kades) Jimbar, Sutrisno, mengatakan, waktu dua jam tersebut harus dimanfaatkan warga untuk membimbing anak belajar, bercengkerama, atau kegiatan lainnya yang manfaatnya untuk membangun kebersamaan.

Jika tak bisa membimbing anak belajar, orangtua dapat memasukkan anak ke Sanggar Belajar milik desa. Anak-anak akan dibimbing guru pembimbing yang telah ditunjuk Pemdes. 

Sanggar Belajar dibuka bagi anak SD dan SMP tiga kali dalam seminggu. Selain itu anak-anak dilatih membuat karya agar terampil, seperti membuat gelang dan gantungan kunci. Materi semacam itu diberikan seminggu sekali.

“Kami membangun Sanggar Belajar tiga tahun lalu. Warga yang memasukkan anak ke sanggar belajar tidak dipungut biaya alias gratis. Insentif guru pembimbing sudah ditanggung Pemdes. Aturan ini dibuat atas keprihatinan kami melihat anak-anak yang kecanduan gawai, sehingga lupa belajar,” ungkap Kades Sutrisno, seperti dilansir Solopos.com.

Tak tanggung-tanggung. Agar berlaku efektif, Perdes itu dikawal satuan tugas (Satgas) khusus yang dibentuk oleh Pemdes Jimbar. Satgas terdiri atas ketua rukun tetangga (RT), ketua rukun warga (RW), kader PKK, kader posyandu, petugas perlindungan masyarakat (linmas), dan sukarelawan lainnya.

Satgas akan menegur warga Jimbar yang tepergok menonton TV atau mengoperasikan HP di rumah atau di luar rumah. Pun, saat mendapati pelajar yang masih menongkrong atau bermain di luar rumah, Satgas akan meminta mereka segera pulang.

Warga yang melanggar aturan itu akan dipanggil ke kantor desa untuk diberi pemahaman tentang pentingnya berkumpul bersama keluarga atau membimbing anak belajar.

“Itu sebagai bentuk sanksi. Bagi warga kami, orang kalau sudah dipanggil ke kantor desa itu merupakan aib besar. Diharapkan, sanksi itu membuat warga jera. Tapi sampai sekarang belum pernah ada warga yang sampai kami panggil karena melanggar aturan. Warga sudah memiliki kesadaran karena memang sejak jauh sebelum perdes ini diterbitkan kami bersama satgas sudah menyosialisasikannya,” imbuh Kades.

Perdes juga mengikat warga yang menggelar hajatan/hiburan atau kegiatan lain yang menimbulkan keramaian. Kegiatan harus berhenti saat tiba Salat Magrib hingga Isya.

Waktu jeda itu diharapkan bisa dimanfaatkan untuk mengikuti pengajian di masjid atau musala secara berkelompok. Sebagian besar warga Jimbar sudah melaksanakan hal yang diamanatkan dalam Perdes. Aturan ini untuk mempertegasnya.

“Saya punya ide membuat aturan ini sejak tiga tahun lalu. Dulu sudah saya sampaikan kepada warga. Semula jam belajar dari pukul 17.30 WIB-21.00 WIB, tapi warga keberatan. Setelah itu kami rumuskan sampai akhirnya disepakati pukul 17.30 WIB-19.30 WIB,” ucap Kades.

Desa Jimbar memiliki prestasi yang cukup membanggakan. Sebut saja, antara lain, Juara 1 Perlombaan Desa/Kelurahan Tingkat Kecamatan Pracimantoro Tahun 2013 dan Juara 2 Lomba Perpustakaan Desa/Keluurahan Kabupaten Wonogiri Tahun 2015. (AF)*

banner 300x250

Related posts