Warisan Kolonial Belanda dan Tak Sesuai Iklim, Seragam ASN Diminta Diganti

  • Whatsapp
Dedi Mulyadi, anggota Fraksi Partai Golkar DPR

Triasnews — Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Dedi Mulyadi, meminta pemerintah ( Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta Menteri Agama) mengubah aturan seragam yang saat ini dikenakan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menurut mantan Bupati Purwakarta, Jawa Barat (Jabar), itu ketentuan mengenai seragam ASN yang ada saat ini adalah warisan zaman kolonial Belanda. Ia menunjuk seragam sehari-hari PNS yang memiliki lengan pendek berbahan wol, atau biasa disebut jas tongki, yang biasa dipakai oleh orang Belanda untuk berburu.

Read More

“Itu pakaian gaya Belanda yang biasa dipakai untuk berburu,” kata tokoh budaya Jawa Barat itu, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/11/2019).

ASN (ilustrasi)

Selain tidak cocok dilihat dari segi budaya, pakaian semacam itu juga dianggap kurang sesuai dengan kondisi iklim di Indonesia. Sebab, pakaian berbahan wol biasa dipakai di daerah dingin sedangkan kondisi itu bertolak belakang dengan Indonesia yang memiliki iklim panas.

Mantan Cawagub Jabar, berpasangan dengan Cagub Deddy Mizwar, dalam ajang Pilgub Jabar 2018, itu menilai, ASN lebih pas memakai seragam berbahan sutera menyesuaikan suhu di Indonesia. Terlebih lagi, bahan baku sutera itu masuk hasil alam Indonesia.

Ia juga menyarankan agar seragam ASN dibuat lebih bernuansa nusantara agar tercipta keragaman budaya dan identitas budaya mereka tidak terhapus.

Bukan hanya seragam ASN, Dedi juga menyoroti pakaian untuk pejabat legislatif yang biasa dipakai di acara resmi. Saat acara resmi atau mengambil keputusan, para pejabat legislatif biasa memakai pakaian sipil lengkap (PSL) yang berupa baju jas dengan dasi.

Pakaian semacam itu membuat gerah tubuh pemakai sehingga mau tak mau harus menggunakan pendingin ruangan untuk menyesuaikannya. Akibatnya, menyalakan pendingin ruangan yang terus-menerus juga tak baik untuk lingkungan karena bisa ikut menyumbang pemanasan global. (AF)*

banner 300x250

Related posts