Wali Kota Yogyakarta: Subyektivitas Tidak Mengalahkan Obyektivitas

  • Whatsapp
Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti

TRIASNews –  Kota Yogyakarta beberapa bulan terakhir menjadi sorotan menyusul adanya OTT terhadap oknum jaksa terkait penyalahgunaan wewenang sehingga tersangkut kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) pada proyek pembangunan di Kota Yogyakarta.

Namun, Wali Kota Yogyakarta, Drs. H. Haryadi Suyuti, mengatakan semua pihak mesti melihat persoalan itu secara profesional. Sebab, fungsi institusi kejaksaan dalam mengawal dan mengamankan proses pembangunan di Kota Yogyakarta melalui TP4D sudah bagus dan dirasakan manfaatnya.

Read More

“Kita harus profesional melihat persoalan ini karena saya selalu bilang bahwa fungsi TP4D itu dari sektor hulu sudah bagus sebenarnya, namun pada sektor hilir ini ada oknum yang melakukan hal-hal yang tidak baik, tidak sesuai dengan konstruksi TP4D, sehingga bukannya membantu malah korupsi,” ungkap Haryadi kepada TRIASNews.  

Kendati demikian, Haryadi menekankan, kejadian itu tidak menyurutkan kepercayaan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta kepada aparat Adhyaksa baik yang bertugas di Kejari Yogyakarta maupun di Kejati DI Yogyakarta.

“Hubungan kami secara profesional dengan rekan-rekan jaksa di Kejari Yogyakarta ataupun di Kejati DI Yogyakarta tetap terjalin sangat bagus,” aku Haryadi Suyuti.

Dikatakan Haryadi, ukuran dari APBD salah satunya adalah serapan APBD. APBD diserap melalui berbagai pos, seperti gaji pegawai, belanja modal meliputi pekerjaan pembangunan jalan, sekolah, dan gedung yang dikenal dalam proyek lelang.

“Proyek-proyek lelang ini nantinya berupa fasilitas kepada masyarakat sebagai fungsi pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat. Fasilitas masyarakat ini harus diselesaikan sesuai dengan program yang telah  direncanakan sebelumnya,” jelas Haryadi.

Karenanya, selaku orang nomor satu di lingkungan Pemkot Yogyakarta, Haryadi sangat mendorong agar proyek-proyek pekerjaan pembangunan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sehingga benar-benar bisa dinikmati oleh masyarakat Yogyakarta, bukan dinikmati oleh oknum-oknum pejabat Pemkot Yogyakarta.

“Untuk itulah, kehadiran model pendampingan TP4D sangat diperlukan agar pengerjaan proyek-proyek pembangunan bisa berjalan sesuai koridornya,” ucap Haryadi.

Sinergi Pemkot Yogyakarta dengan Kejari Yogyakarta tetap berjalan dalam bentuk hubungan antarlembaga yang saling menghormati.

“Kami ini selaku kepala daerah ini tidak dipungkiri punya banyak teman. Kadang-kadang teman minta proyek. Saya katakan, jangan pakai istilah minta tapi ikut. Sebab, kalau ikut itu berarti akan bekerja sesuai prosedur yang telah disepakati bersama dengan aparat penegak hukum, termasuk dengan institusi kejaksaan,” beber Haryadi.

Haryadi mengaku sangat berterima kasih, proyek-proyek pembangunan di Kota Yogyakarta mendapatkan supervisi dari jajaran kejaksaan selaku institusi penegak hukum dari sektor hulunya.

Ia selalu mengingatkan jajarannya di Pemkot Yogyakarta bahwa sudah bukan jamannya lagi sekarang ini “jualan proyek”. Siapa yang mau ikut dipersilakan dengan mengikuti ketentuan yang ada.

“Saya tekankan ke jajaran agar dalam memilih rekanan kontraktor berpegang  pada kualitas, waktu, dan juga bonafiditas. Jangan diberi yang tidak bonafid sebab kalau tidak bonafid nanti uang muka pryek dari sini malah dipakai untuk proyek lain. Kita kan tidak tahu juga kontraktor ini punya berapa proyek. Akhirnya kualitas kerjanya buruk, waktunya pun molor.”

Haryadi kembali menegaskan, meskipun kenal secara subyektif dengan Kajati DI Yogyakarta dan dengan Kajari Kota Yogyakarta, namun dalam hubungan kerja selalu dilaksanakan secara profesional.

“Secara obyektif, hubungan profesional kami sangat baik dengan Kejari Yogyakarta dan Kejati DIY. Secara subyektif juga baik artinya kenal secara pribadi. Namun hubungan subyektif kami tidak mengalahkan obyektivitas walaupun saya kenal baik dengan Pak Masyhudi selaku Kajati DIY dan Pak Umbu selaku Kajari Yogyakarta,” tandas Haryadi menutup perbincangan dengan TRIASNews. (Erman Tale Daulay/AF)*

banner 300x250

Related posts