Ustad Abdul Somad Resmi Berhenti sebagai Dosen PNS

  • Whatsapp
Ustad Abdul Somad

Triasnews – Abdul Somad, ustad tersohor di Indonesia, yang namanya juga masyhur di dua negeri jiran: Malaysia dan Brunei Darussalam, kini resmi menanggalkan statusnya sebagai pegawi negeri sipil (PNS). Dengan begitu, pria asal Riau berusia 42 tahun ini tak mengajar lagi sebagaoi dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau. Memang, beberapa waktu silam, ustad yang akrab disapa UAS (singkatan dari Ustad Abdul Somad) ini mengajukan surat pengunduran diri ke pihak manajamen UIN Suska.

Rektor UIN Suska, Akhmad Mujahidin, menerangkan, pemberhentian UAS telah sesuai dengan prosedur yang berlaku. UAS resmi diberhentikan dengan hormat sebagai lektor PNS Fakultas Ushuluddin UIN Suska Riau. Bahkan, keputusan pemberhentian dengan hormat itu, kata Mujahidin, mendapat rekomendasi langsung dari Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Read More

“Pemberhentian itu atas dasar surat pengunduran diri Abdul Somad pada Juli 2019, jadi kami memproses dan resmi diberhentikan dengan terhormat,” ujar Mujahidin, di Pekanbaru, Rabu (20 November 2019).

Pihak UIN Suska sebelumnya juga telah memanggil UAS sebanyak tiga kali untuk mengklarifikasi surat pengunduran diri yang diajukan. Panggilan pertama tanggal 16 Oktober 2019, kedua 23 Oktober 2019, dan ketiga 31 Oktober 2019. Namun UAS rupanya berhalangan hadir, tidak bisa memenuhi ketiga panggilan tersebut.

“Tiga kali panggilan, Abdul Somad berhalangan hadir,” katanya.

Setelah itu, pihak UIN Suska kemudian meminta pertimbangan ke Kemenag, yang lalu mengeluarkan surat tindak lanjut pemberhentian melalui Sekjen Kemenag, Mohamad Nur Kholis Setiawan, tertanggal 8 November 2019.

“Jadi karena atas kehendaknya sendiri mengundurkan diri, kami memutuskan memberhentikan Ustad Abdul Somad secara terhormat dan melalui berbagai mekanisme sesuai aturan,” jelas Mujahidin.

Sebelumnya, kabar mundurnya UAS dikaitkan pada pilihan politik 2019 silam. Namun hal itu dibantah Hendriyanto, sahabat UAS.

“Bukan karena politik. UAS ini kan jadwal ceramahnya sudah banyak, jadi waktu untuk ke kampus sudah tidak sanggup lagi,” kata Hendriyanto mengklarifikasi.

Menurutnya, UAS merupakan sosok yang selalu berpikir dengan berbagai pertimbangan. Mengundurkan diri dari kampus adalah keputusan terbaik. (AF)*

banner 300x250

Related posts