Unik! Mural Indah di Lahan Sawah Jepang dari 7 Jenis Padi

  • Whatsapp
Mural di lahan sawah Jepang

TANBO ART, sebuah karya seni grafiti (mural) yang dituangkan, di lahan persawahan sebuah desa di negara Jepang menjadi destinasi wisatawan. Bukan hanya wisatawan lokal negeri Matahari Terbit itu, turis mancanegara pun terpikat oleh keindahan mural itu.

Triasnews — Mural di Desa Inakadate, 600 mil dari Tokyo (masuk dalam Prefektur Aomori di wilayah Tohoku), Jepang itu membuat mata pengunjung terbuai sebab mural seni indah yang terhampar di lahan sawah itu yang terbuat dari beras warna-warni.

Read More

Dikutip dari core77.com, pembuatan mural itu disebut-sebut merupakan bagian dari upaya revitalisasi di desa itu pada tahun 1990-an. Di awal tahun 1990, pemerintah desa melihat penduduk di sana banyak yang pindah ke kawasan perkotaan. Desa menjadi sunyi dari hiruk pikuk kehidupan warga.

Para pejabat pemerintahan desa akhirnya menggelar rembukan bagaimana caranya menjadikan desa mereka sebagai daerah tujuan wisata.

Disepakatilah seni mural dengan menanam benih padi warna-warni di lahan persawahan di sana.  Pada 1993, mereka hanya menggunakan 2-3 jenis warna padi. Namun hasilnya tidak memuaskan mereka. Akhirnya mereka memakai sampai 7 warna padi.

Pemerintah desa Inakadate memutuskan untuk membuat mural raksasa menggunakan 7 warna benih padi yang berbeda. Guna  mewujudkan mural itu, tak kurang 1.000 penduduk setempat dilibatkan sebagai sukarelawan dan bekerja bersama menebar beras warna-warni itu.

Setiap bulan April, warga desa itu menggelar sebuah musyawarah besar untuk memutuskan desain mural apa untuk tahun depan. Biasanya ide desain diinspirasi dari gambar cerita rakyat lokal.

Contoh desain mereka adalah Yamato no Orochi, ular 8 bercabang dan Susasnoo, Dewa Laut dan Badai menurut keprcayaan Shinto, serta Momotaro, cerita rakyat Jepang tentang anak yang lahir dari buah persik.

Begitu ada kesepakatan desain gambar apa yang akan dibuat, pejabat pemerintahan desa akan membuat maket digital untuk kemudian mengubahnya menjadi gambar konsep. Setelah itu, penanda-penanda akan ditaruh di sawah untuk menjadi petunjuk dan sekaligus untuk memetakan gambar sebelum padi ditanam. Proses perencanaan dan penanaman padi itu memakan waktu sampai tiga bulan.

“Kami tidak menyangka seni padi sawah ini akan menjadi sepopuler sekarang,” kata wakil walikota, Yukio Kasai.

Kini sawah yang terbentang luas itu berhias mural yang berasal dari 7 tanaman padi dengan varietas berbeda.  Hasil muralnya pun demikian memikat dan desa itu menjadi daerah tujuan wisatawan ribuan warga Jepang terutama Tokyo dan Osaka serta turis mancanegara setiap tahunnya. (AF)*

banner 300x250

Related posts