Tsani Annafari Mundur sebagai Penasihat KPK

  • Whatsapp
Mohammad Tsani Annafari

Triasnews — 1 dari 3 Dewan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundurkan diri dan kembali ke habitat awalnya di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Adalah Mohammad Tsani Annafari, sang penasihat KPK yang memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan penasihat KPK dan kembali mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea & Cukai Kemenkeu.

Read More

Ia tidak akan lagi menjabat penasihat KPK terhitung efektif per 1 Desember 2019.

Dewan Penasehat KPK Sarwono Sutikno (dari kiri), Tsani Annafari (tengah), Ketua KPK, dan Budi Santoso (kanan) (Foto ANTARA)

“Saya sudah mendapat informasi Kasespim, SK [surat keputusan] saya pemberhentian sebagai penasihat sudah dikeluarkan dan efektif berlaku per 1 Desember,” kata Tsani, di Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Menurut Tsani, dari tiga penasihat KPK, hanya dia yang memutuskan untuk mengundurkan diri. Sementara dua lainnya, masih aktfi sampai pimpinan KPK yang baru dilantik.

Tsani mengaku memilih bertugas kembali di Kemenkeu menyusul adanya penugasan baru. Menurutnya, keputusan ini dinilai lebih baik dibandingkan harus bertahan di KPK dengan kondisi saat ini. Hanya saja, Tsani tak menjelaskan lebih terperinci maksud dari kondisi KPK tersebut. 

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata membenarkan Tsani mundur sebagai Penasihat KPK. Persetujuan pun telah di diteken para pimpinan KPK. 

“Yang bersangkutan [Tsani] mengajukan pengunduran diri, per 1 Desember sudah resign,” kata Alex.

Menurut Alex, dalam surat pengunduran dirinya, Tsani beralasan mundur karena ingin kembali ke Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu.

Alex tak menjawab apakah pengunduran Tsani karena berlakunya Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan kehadiran pimpinan KPK yang baru. 

Alex juga menyebutkan, Tsani kemungkinan akan mendapat promosi jabatan di instansi asalnya.

Sebelumnya, Tsani memang pernah menyatakan akan mundur sebagai penasihat KPK setelah Komisi III DPR resmi memilih Firli Bahuri sebagai pimpinan KPK periode 2019-2023. 

Tsani menyatakan akan mundur sebagai penasihat KPK bila ada orang yang cacat etik terpilih sebagai pimpinan KPK periode 2019-2023.

“Penyataan mundur yang saya sampaikan sebenarnya lebih pada upaya mengingatkan semua pihak yaitu pansel, Presiden, DPR, dan masyarakat bahwa pimpinan terpilih berdampak langsung pada kinerja internal KPK.

“Jika yang terpilih bermasalah, maka itu akan langsung mengganggu pelaksanaan tugas internal KPK termasuk tugas penasihat,” kata Tsani, pertengahan September 2019. (AF)*

banner 300x250

Related posts