Tahun 2020, Sidang Perceraian Bisa lewat Online

  • Whatsapp

Triasnews —  Perkembangan teknologi juga melanda Pengadilan Agama (PA). Setidaknya, ada 9 aplikasi berbasis online unggulan PA yang akan diluncurkan pada tahun 2020 mendatang, salah satunya aplikasi online untuk proses persidangan cerai.

Semua aplikasi itu disiapkan untuk memudahkan masyarakat yang hendak berurusan dengan lembaga yang mengurusi pernikahan, perceraian, talak dan rujuk itu. PA Bengkulu adalah salah satu pihak yang menyatakan siap menerapkan sistem aplikasi tersebut pada tahun 2020,

Menurut Ketua PA Bengkulu, Drs Husniadi, pembangunan tehnologi aplikasi berbasis online adalah untuk memenuhi visi misi Mahkamah Agung RI yakni  memberi pelayanan pada masyarakat sehingga masyarakat bisa merasakan kemudahan-kemudahan.

Read More

“Ya sejak dicanangkan pada 16 Oktober 2019 silam, ada 9 aplikasi unggulan peradilan agama yang segera dirasakan masyarakat Bengkulu, yang mana ini dalam rangka memenuhi visi misi Mahkamah Agung RI,” ungkap Husniadi, di Bengkulu, Senin (26 November 2019).

Dengan adanya aplikasi ini diharapkan dapat tercipta peradilan moderen berbasis teknologi informasi yang direalisasikan pada 2020 mendatang.

“Aplikasi berbasis online ini gunanya untuk menciptakan peradilan modern yang berbasis teknologi informasi, merealisasikan dan mengaplikasikan apa yang telah dicanangkan pimpinan Mahkamah Agung,” lanjutnya.

Bahkan, menurut Husniadi, proses perceraian dapat dilakukan melalui aplikasi tanpa harus datang ke kantor PA.

“Nantinya proses persidangan cerai bisa diakses melalui aplikasi notifikasi perkara atau melalui aplikasi informasi perkara dan informasi produk, dengan kata lain, proses perceraian pun bisa dilakukan di rumah,” terangnya.

Dengan adanya aplikasi ini, perceraian tidak mengharuskan pemohon hadir secara fisik, sebab untuk menggajukan perceraian, mulai dari proses pendaftaran sampai dengan ke pelaksanan persidangan, pemohon tidak harus secara fisik datang ke pengadilan. Pemohon bisa melakukan komunikasi langsung berproses melalui aplikasi, sampai proses pembuktian online. Yang perlu diperhatikan, pemohon harus memiliki email tersendiri jika hendak melaukan perceraian secara online.

“Jika tidak ada halangan, di 2020 nantinya, semua aplikasi tersebut sudah bisa diakses oleh warga Bengkulu,” tutu Husniadi.

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Provinsi Bengkulu, Drs H Pelmizar berharap, informasi ini sampai ke masyarakat Bengkulu. Namun disadari, dalam pelaksanaanya nanti, masih banyak yang harus dipertimbangkan, di antaranya jangkauan internet yang tidak semua daerah memiliki jaringan yang kuat.

“Di sisi lain, masyarakat masih ada yang belum memahami teknologi. Sehingga ke depan, sosialisasi terkait 9 aplikasi ini pun akan terus digaungkan,” ucap Pelmizar.

Di samping aplikasi Perceraian, terdapat pula 8 aplikasi lain yakni Aplikasi Notifikasi Perkara, Aplikasi Informasi Perkara dan Informasi Produk, Aplikasi Antrian Sidang, Aplikasi Verifikasi Data Kemiskinan (kerja sama dengan AIPJ dan TNP2K), Command Center Badilag, Aplikasi e-Eksaminasi, Aplikasi PNPB, e-Register Perkara, dan Aplikasi e-Keuangan Perkara. Pencanangan dan sosialisasi aplikasi tersebut telah dilakukan khusus untuk PA Bengkulu pada bulan Oktober 2019 lalu dan saat ini masuk tahap sosialisasi di seluruh PA di Indonesia. (AF)*

banner 300x250

Related posts