Sukmawati Bandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Soekarno, Ini Reaksi Felix Siauw

  • Whatsapp
Felix Siauw

Triasnews – Beberapa hari terakhir, Sukmawati Soekarno Putri, kembali menciptakan kegaduhan publik. Sebelumnya, Sukma menebar pernyataan kontroversial tentang cadar dan azan. Kali ini, ia melempar pernyataan ‘konyol’, membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden Ir. Soekarno. Tak hanya itu, ia juga membandingkan kitab suci Umat Islam, Alquran, dengan Pancasila.

Ujaran Sukma itu disampaikannya dalam sebuah acara peringatan Hari Pahlawan 10 November 2019 lalu.Cuplikan videonya pun sudah beredar di dunia maya.

Read More

Menanggapi pernyataan Sukmawati, Ustadz Felix Siaw mengunggah tulisan yang menyentuh hati lewat akun instagram pribadinya. Ia menulis nasihat tentang bagaimana semestinya Muslim menghargai Nabi Muhammad SAW. Berikut unggahan lengkapnya:

“Allahumma Shalli ‘Ala Sayyidina Muhammad 

Rasulullah takkan pernah marah bila pribadinya yang dihina. Jangankan itu, dilempari saja dia balas dengan doa, dibentak saja dia balas dengan senyuman 

Pantas nama Muhammad dan Ahmad disematkan padanya. Dia lelaki terpuji dan pantas untuk dipuji-puji. Bukan hanya manusia, bahkan malaikat dan Tuhan-Nya memujinya 

Tapi jangan jadikan itu sebagai alasan untuk menghinanya. Sebab para pengikutnya pasti akan membelanya, dengan apapun yang mereka punya dan ada 

Sebab cinta pengikutnya, takkan membiarkan yang dicintai untuk disakiti, meski yang dicintai takkan membalas apapun yang diperlakukan kepadanya 

Seharusnya bulan ini adalah bulan untuk mengingatnya, bukan bulan untuk menyakitinya. Harusnya bulan ini untuk belajar darinya, bukan membandingkannya (red. Nabi Muhammad). 

Apalagi memojokkan dirinya, seolah dirinya tak berjasa apapun. Padahal milyaran manusia dan ribuan tahun peradaban berhutang padanya 

Bahkan tak berhenti sampai dunia, keperluan kita kepadanya sampai pada akhirat. Kerinduannya pada kita bahkan sebelum kita menghirup nafas di dunia 

Bila tak tahu cinta, jangan kau mencela. Bila tak suka dengan jalannya, jangan namanya didera. Tak cukup benderanya, tak cukup warisannya, kini namanya kau nista 

Ketahui, setiap nama yang dulu menentangnya, kini dilupakan dunia. Yang dahulu memerangi risalahnya, kini binasa. Yang mengejek-ejeknya meski dalam hati, terputus dari karunia

Bila yang diucap lisan sudah berbisa, apalagi racun yang tersimpan di dalam dada. Asal tahu saja, ujung dari dengki itu adalah celaka di dunia, dan du akhirat sengsara 

Ini bukan menakut-nakuti, hanya nasihat bagi diri sendiri, yang mengkhawatirkan bahwa ia berhenti mencintai, pada Nabi yang lebih utama dari apapun yang ada di bumi.”

Sebelumnya, melalui kanal Youtube diunggahnya pada Jumat (15/11/2019) dengan judul Ketika Nabi Muhammad Diperbandingkan, Felix Siauw menilai, sejak awal ada indikasi Sukmawati sengaja ingin menyakiti dengan cara memperbandingkan peran Nabi Muhammad SAW dengan Ir Soekarno di abad ke-20. 

Putri Presiden pertama Indonesia tersebut dianggap menistakan agama karena membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Soekarno.

Melalui unggahan video di kanal Youtube, Felix Siauw menyinggung kasus dugaan penistaan agama oleh Sukmawati.

“Ada seorang tokoh, membuat kontroversi, lagi. Yaitu dengan mengatakan ‘Saya pengen nanya nih, di abad 20 yang berjasa bagi negara ini, adalah Nabi Muhammad atau Soekarno?,” ucapnya.

Felix Siauw menilai pertanyaan yang dilontarkan Sukmawati tidak benar.

“Ini adalah pertanyaan saya pikir sangat bermasalah. Karena ini adalah pernyataan yang dari awal sudah diniatkan untuk menyakiti,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan pandangannya tentang maksud dari membandingkan.

“Karena perbandingan itu tidak dilakukan kecuali untuk menunjukkan adanya kelebihan atau kekurangan dari satu hal sehingga orang bisa memilih, itu fungsi perbandingan,” cetusnya.

Ia menyebut ketika melakukan pembandingan, maka akan melihat perbedaan.

“Ketika saya membandingkan, mana yang lebih bagus antara handphone ini dengan ini, ketika dibandingkan kita kan melihat perbedaan, orang akan menentukan sebuah pilihan,” lanjutnya.

Felix Siauw juga menjelaskan dalam deskripsi video tersebut pertanyaan yang dilontarkan tidak etis.

“Dalam forum yang emosional itu, pertanyaan itu disampaikan dengan penuh tendensi. Masalahnya itu ialah pertanyaan yang salah, dan sangat tak etis,” tulisnya.

Felix Siauw juga menyebut selalu dibenturkannya antara agama dan negara.

“Seolah hanya kaum nasionalis yang berjasa dan menyumbang kemerdekaan bagi Indonesia. Padahal Resolusi Jihad KH Hasyim Asyari yang membuat para pejuang itu meyakini bahwa perjuangan mereka adalah jihad fii sabilillah, syahid menanti keguguran mereka,” ungkapnya.Felix Siauw juga menyebut pembukaan Undang Undang Dasar sudah jelas semua pejuang mengakui bahwa kemerdekaan itu merupakan ‘Atas berkat rahmat Allah’. (AF)*

banner 300x250

Related posts