Sebut Agama Musuh Terbesar Pancasila, Kepala BPIP yang Baru Tuai Hujatan

  • Whatsapp
Presiden Jokowi menyalami Kepala BPIP, Yudian Wahyudi (KOMPAS.com)

TRIASNews – Belum seminggu dilantik oleh Presiden Jokowi sebagai Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi telah membuat pernyataan kontroversial.

Dalam wawancara dengan detik.com, Yudian menyebut agama adalah musuh terbesar Pancasila.

Read More

Yudian mengatakan, belakangan juga ada kelompok yang mereduksi agama sesuai kepentingannya sendiri yang tidak selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Mereka antara lain membuat Ijtima Ulama untuk menentukan calon wakil presiden. Ketika manuvernya kemudian tak seperti yang diharapkan, bahkan cenderung dinafikan oleh politisi yang disokongnya mereka pun kecewa.

“Si Minoritas ini ingin melawan Pancasila dan mengklaim dirinya sebagai mayoritas. Ini yang berbahaya. Jadi kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan,” ucap Yudian.

Tak pelak, pernyataan mantan Rektor UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, itu menuai kritik dan protes. Wakil Ketua MPR RI, Arsul Sani, adalah salah seorang pengkritik Yudian.

Wakil Ketua MPR RI, Arsul Sani

Sekjen DPP PPP itu mengingatkan Yudian agar tiak membuat pernyataan kontroversial dan memintanya mencontoh Presiden Soekarno.

“Kepala BPIP untuk mencontoh Bung Karno. Meskipun Bung Karno disimbolkan sebagai tokoh nasionalis, namun pernyataan-pernyataannya tentang Pancasila, Islam, dan negara tidak kontroversial sehingga relatif bisa diterima oleh kalangan Islam,” ujar Arsul Sani kepada awak media di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Kata Arsul, yang dibutuhkan dari pimpinan BPIP adalah konsep dan aplikasi membumikan Pancasila bukan pernyataan yang memberi ruang untuk menghadapkan agama dengan Pancasila.

Arsul juga mengingatkan agar pejabat di pemerintahan Jokowi-Ma’ruf menghilangkan imej dan cap ‘anti-Islam’ yang banyak diberikan publik.

“Oleh karena semua pejabat pemerintahan perlu menyadari agar labelling seperti itu (anti-Islam) agar hilang di periode Pak Jokowi yang kedua ini. Salah satu caranya adalah dengan menjauhkan diri dari pernyataan kontroversial yang membuka kembali ruang menghadapkan agama dengan Pancasila dan negara,” ujar Arsul. (AF)*

banner 300x250

Related posts