Rumah Tahfidz Al-Quran, Kado Terakhir Syamsuddin Hamid untuk Pangkep

  • Whatsapp
Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid Batara

TRIASNEWS— Di akhir masa pengabdiannya sebagai Bupati Pangkep (Pangkajene dan Kepulauan), Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Drs. H. Syamsuddin A. Hamid Batara, SE meninggalkan sebuah warisan yang berangkat dari keinginan mulia dan gagasan cerdas sang bupati.

Warisan sangat mengesankan yang baru akan terwujud dan dirasakan manfaatnya oleh warga Kabupaten Pangkep justru setelah Syamsuddin Hamid tak lagi menjadi orang nomor satu di kabupaten yang dikenal religius itu.

Apa itu? Rumah Tahfidz Al-Quran di Pulau Salemo.

Kabupaten Pangkep (Pangkajene dan Kepulauan), Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), adalah salah satu daerah yang akan menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak.

Bupati Pangkep saat ini, Drs. H. Syamsuddin A. Hamid Batara, SE, dipastikan bakal menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada penggantinya, pemenang pesta demokrasi lima tahunan yang digelar pada 9 Desember 2020 mendatang itu. Sebab, Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Pangkep itu telah menjabat bupati selama dua periode berturut-turut, yakni periode 2010-2015 dan periode 2016-2021. Masa bakti Syamsudin selaku Bupati Pangkep sendiri akan efektif berakhir pada 17 Februari 2021.  

Bupati Syamsuddin A. Hamid Batara, bersama sang wakil bupati Syahban Sammana, selama lima tahun memegang tampuk kepemimpinan Kabupaten Pangkep telah menorehkan banyak prestasi dan “legacy” sebagai warisan peninggalan pembangunan daerah yang bakal selalu dikenang oleh warga Kabupaten Pangkep.  

Kehadiran Rumah Tahfidz Al-Quran di Kabupaten Pangkep, dan dimiliki oleh Pemkab Pangkep, memang obsesi dari mantan Ketua DPRD Kabupaten Pangkep dua periode tersebut.

Sejak lama, Syamsuddin memancangkan niat luhur tersebut. Ia sudah menetapkan lokasi berdirinya Rumah Tahfidz tersebut, yakni di Pulau Salemo, Desa Mattiro Bombang, Kecamatan Liukang Tuppabiring, Kabupaten Pangkep.

Dewi Fortuna menghampiri Syamsuddin. Lobi pun ia lakukan ke tingkat provinsi. Ketika menghadap Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, belum lama ini, Bupati Syamsuddin mengutarakan niatan tersebut sekaligus memohon dukungan moral dan dukungan politis dari sang wagub.

Gayung rupanya bersambut. Niatan Syamsuddin mendapatkan respons sangat positif dan juga persetujuan dari sang wagub.

Saat menutup perhelatan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi, Wagub Sulsel bersama dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel, Anwar Abubakar, berkesempatan menandatangani pencanangan pembangunan Rumah Tahfidz tersebut.

Wagub Andi Sudirman bahkan meminta agar pembangunan rumah Tahfidz tersebut bisa segera dimulai dan harus menjadi prioritas pada anggaran tahun depan.

Dinas Penataan Ruang Kabupaten Pangkep pun telah mendapat perintah pembangunan Rumah Tahfidz tersebut. Pihak dinas terkait pun telah membuat master plan dan menghitung anggaran yang akan digunakan pada proyek akhir masa jabatan Syamsuddin.

Kepala Dinas Penataan Ruang Pemkab Pangkep, Sunandar mengatakan, desain untuk rumah Tahfidz ini telah rampung. Penghitungan anggarannya juga telah tuntas, estimasi mencapai Rp 5 miliar.

Desain Rumah Tahfidz Pulau Salemo mengadopsi bangunan khas Bugis-Makassar yang bernuansa religius. Rumah Tahfidz tersebut nantinya dibangun menggunakan bahan utama dari kayu besi/kayu ulin Bugis Makassar.

“Alhamdulillah niatan baik Pak Bupati ini mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen masyarakat. Manfaat dari proyek ini sangat nyata dan menjadi prioritas kita di tahun 2021,” kata Sunandar, Selasa, 8 September 2020.

Dia merincikan, pada proyek ini, nantinya akan dibangun pondok yang isinya lengkap dengan sejumlah fasilitas penunjang, seperti olahraga, air bersih dan fasilitas umum lainnya.

“Untuk perkiraan saya tampungnya mencapai 50 orang. Ini untuk tahap pertama,” ujar mantan Kepala Dinas PU Pemkab Pangkep itu.

Dia bercerita, proyek ini merupakan gagasan cerdas bupati Syamsuddin Hamid di penghujung masa baktinya. Dia pun mengaku bersyukur bisa membantu bupati memenuhi keinginan mulia agar Pangkep bisa mencetak ulama-ulama besar dan berkharisma sehingga dikenal dunia.

“Saya ingat pada periode pertama Pak Bupati (9 tahun lalu), Pak Bupati memerintahkan Kadis PU membangun Rujab bupati, dan di akhir jabatannya dia mempersembahkan pembangunan rumah Tahfidz AL-Quran di Pulau Salemo,” ujar Sunandar.

Bupati Pangkep Syamsuddin A Hamid mengungkapkan, niatan ini adalah bentuk kepeduliannya untuk membangun Pangkep yang lebih religius. Dengan menghasilkan Hafids serta ulama hebat, diharapkan Pangkep semakin dikenal banyak orang.

“Alhamdulillah kita punya ulama besar yang lahir dari Pangkep. Kita pilih pulau Salemo, karena di pulau itu terkenal sebagai tempatnya para ulama besar lahir. Dan Insya Allah kita akan terus melahirkan ulama-ulama yang bisa beryiar hingga ke seluruh pelosok negeri dan berasal dari Kabupaten Pangkep,” tutur Syamsuddin Hamid Batara. (ETD/AF)

banner 300x250

Related posts