Politikus PSI Tuding Kontraktor Monas Abal-abal, Ini Bantahan Telak Pemprov DKI Jakarta

  • Whatsapp
Revitalisasi kawasan Monas

TRIASNews – Tak kunjung reda, kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus dihujani sorotan. Setelah isu anggaran lem aibon dan penanganan banjir di Jabodetabek, kini program Revitalisasi Monumen Nasional (Monas) disoroti kritis.

Mulai dari Pemprov DKI Jakarta dinilai telah mengorbankan ratusan pohon sehingga kawasan Monas terlihat gersang hingga kapasitas kontraktor kegiatan revitalisasi Monas yang dicurigai tidak meyakinkan.

Read More

Justin Adrian Untayana adalah salah seorang yang mengkritisi program itu. Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi PSI itu, melalui akun twitter pribadinya sampai-sampai menelisik kontraktornya.

“Pemenang: PT. Bahana Prima Nusantara Alamat: Jl. Nusa Indah No 33, Ciracas, Jaktim. Dicek di Google Map, lokasinya kurang meyakinkan nih,” tulis Justin dalam akun Twitter-nya, @JustinPsi.

Menanggapi cuitan Justin, Pemprov DKI Jakarta menegaskan, kontraktor yang menggarap Revitalisasi Monas bukanlah kontraktor abal-abal. Pasalnya, perusahaan kontraktor bernama PT Bahana Prima Nusantara itu pernah mengerjakan proyek Masjid Agung Sumatera Barat (Sumbar).

“Kontraktornya pernah membangun di Masjid Agung Sumbar dan pekerjaannya saya kira bagus. Saya pertama memang agak meragukan, ternyata bagus,” kata Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP), Heru Hermawanto, kepada awak media di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (21/1/2020).

Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP), Heru Hermawanto

Menurutnya, kontrakator bagus atau tidak bisa dilihat dari hasil kerjanya.

“Kalo Kontraktor (disebut) abal-abal, coba saja dilihat pekerjaannya benar atau tidak. Pernah dipakai di Padang, maka kita lihat bagaimana,” ujar Heru.

Selain itu, Justin menyebut Komisi D DPRD DKI Jakarta akan mengundang Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan DKI Jakarta. Akan ditanya berapa hal soal masalah revitalisasi, khususnya soal penebangan pohon.

Terkait dengan penebangan sebanyak 92 pohon sebenarnya itu hanya sementara untuk jalan akses alat berat menuju proyek. Justru Pemrov DKI telah menggantinya dengan menanam pohon sebanyak 920 pohon.

Anggota DPD RI dari Provinsi DKI Jakarta, Fahira Idris, mengungkapkan hal itu melalui dalam akun twitternya. Berikut cuitannya:

banner 300x250

Related posts