Politikus PDIP Ini Tak Puas Kinerja 100 Hari Jokowi-Ma’ruf

  • Whatsapp
Effendi Simbolon (tengah)

TRIASNews – Kinerja 100 hari pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin menuai kritik dari lingkungan dalam sendiri. Adalah Effendi Simbolon, politikus PDI Perjuangan, yang menyuarakan ketidakpuasannya terhadap kinerja 100 hari pemerintahan Jokowi-Ma’ruf.

Effendi mengaku dirinya tak puas sejak penyusunan Kabinet Indonesia Maju (KIM). Menurutnya, pengisian jabatan menteri tidak sesuai dengan kemampuan dan pengalaman. KIM diwarnai geng-gengan.

Read More

“Karena ada geng si ini, geng si itu. Kabinet rasa geng-gengan,” ujar Effendi, saat jadi panelis diskusi ‘100 Hari Kabinet Jokowi-Ma’ruf’ di Jakarta, Sabtu (8/2/2020).

Effendi berpendapat, Jokowi belum sepenuhnya mengomandoi jajaran KIM. 100 hari pemerintahan Jokowi-Ma’ruf lebih diwarnai curhat bekas Gubernur DKI Jakarta itu ihwal ketidakmampuan anak buah mengeksekusi kebijakan.

Padahal, imbuh Effendi, efektivitas pemerintahan Jokowi-Ma’ruf praktis hingga akhir 2022 karena perhatian para menteri beralih ke kontestasi 2024.

“Saya berharap Jokowi ambil komando. Gunakan seluruh kekuatan di kekuasaan untuk mencapai tujuan. Semidiktator saja,” katanya.

Kendati demikian, Effendi menilai stabilitas politik sebagai sisi positif pemerintahan Jokowi-Ma’ruf sepanjang 100 hari.

Politikus PKS, Mardani Ali Sera

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, juga mengaku tidak puas dengan kinerja 100 hari pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Ketua DPP PKS itu menyebut, janji-janji kampanye Jokowi-Ma’ruf dalam Pilpres 2019 belum terealisasi. Pasalnya, kapasitas dan peta kerja KIM tidak jelas.

“Sehingga kita medioker. Masih tidak luar biasa kinerjanya,” tuturnya. (AF)*

banner 300x250

Related posts