Petrokimia Gresik, Sahabat Petani dan Solusi Agroindustri

  • Whatsapp

TRIASNEWS – Sebagai produsen berbagai jenis pupuk terlengkap dan bahan kimia untuk solusi agroindustri, PT Petrokimia Gresik berkomitmen terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat demi mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan kemajuan dunia pertanian nasional.  

Sekretaris Perusahaan (Sekper) PT Petrokimia Gresik, Yusuf Wibisono mengatakan, Petrokimia Gresik memiliki visi mulia: menjadi produsen pupuk dan produk kimia lainnya yang berdaya saing tinggi dan produknya paling diminati konsumen.

Adapun misi yang diemban Petrokimia Gresik adalah (1) Meningkatkan hasil usaha untuk menunjang kelancaran kegiatan operasional dan pengembangan usaha perusahaan, (2) mendukung penyediaan pupuk nasional untuk tercapainya program swasembada pangan, dan (3) mengembangkan potensi usaha untuk mendukung industri kimia nasional dan berperan aktif dalam masyarakat.

Sekretaris Perusahaan (Sekper) PT Petrokimia Gresik, Yusuf Wibisono

“Sebagai BUMN, kami kan punya tugas pokok mencari profit. Namun, kami juga punya misi untuk bisa memberdayakan masyarakat terutama masyarakat yang berada di sekitar perusahaan. Karena itu, perusahaan juga mengalokasikan anggaran yang cukup memadai sebagai wujud kontribusi nyata ke masyarakat yang ada di sekitar perusahaan,” kata Yusuf Wibisono kepada TRIASNEWS.

Mengutip Direktur Utama (Dirut) Petrokimia Gresik, Yusuf mengatakan, Petrokimia Gresik senantiasa siap mendukung ketahanan pangan nasional, di mana pupuk bersubsidi, sebagai salah satu sarana produksi pertanian, menjadi sangat penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian, terlebih di tengah kondisi wabah Covid-19 yang belum mereda.

“Tidak hanya pupuk, Petrokimia Gresik juga siap membantu petani dalam pengendalian hama, sehingga pengawalannya lengkap,” lanjut Yusuf lagi.

Terkait musim tanam Okmar, saat ini stok pupuk bersubsidi Petrokimia Gresik sejumlah 418.451 ton, dengan rincian Pupuk Urea 51.278 ton, ZA 53.782 ton, SP-36 100.111 ton, Phonska 153.948 ton, dan Petroganik 59.332 ton.

Dari total stok tersebut, untuk Provinsi Jawa Timur sebesar 130.402 ton, dengan rincian Urea 51.278 ton, ZA 15.531 ton, SP-36 24.387 ton, NPK Phonska 10.316 ton dan Petroganik 28.890 ton. Sedangkan untuk Kabupaten Gresik sebesar 22.718 ton antara lain Urea 3.265 ton, ZA 871 ton, SP-36 7.561 ton, NPK Phonska 1.954 ton, dan Petroganik 9.067 ton.

“Kewajiban dari Petrokimia Gresik adalah menyediakan dan menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai ketentuan atau penugasan dari pemerintah,” imbuh Yusuf.

Koordinator Satgas Covid-19

Terkait dengan pandemi Covid-19, berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) BUMN Nomor 77/2019, Petrokimia Gresik ditunjuk oleh Kementerian BUMN sebagai Koordinator Satgas Covid untuk Wilayah Jawa Timur.

Pendampingan Tim Datun Kejari Gresik kepada Tim Satgas Tanggap Covid-19 BUMN Jawa Timur

Atas dasar Permen tersebut, Dirut Petrokimia Gresik lantas berinisiatif membentuk sebuah satgas Covid-19 di Jawa Timur.

Yusuf menerangkan, awalnya pihaknya ditugaskan untuk wilayah Jawa Timur  sebagai 4 titik pertama yakni di Hotel Pesona Kota Surabaya, di PJT Kota Malang, kemudian di Rumah Sakit Petrokimia Gresik, dan terakhir di Rumah Sakit PHJ yang dinaungi Pelindo Grup.

Empat titik ini menjadi cikal bakal yang dimandatkan oleh Kementerian BUMN untuk dikoordinir oleh Petrokimia Gresik dalam rangka penanganan Covid-19.

“Namun, Pak Dirut tidak merasa cukup dengan 4 titik ini. Kemudian sesuai arahan dari Kementerian BUMN, dibentuklah jaringan Satkes di Jawa Timur. Jadi, seluruh BUMN di Jawa Timur dilibatkan. Bahkan seluruh kabupaten kota tidak hanya yang ada domisilinya BUMN saja tapi kabupaten dan kota walaupun tidak ada domisili kantor pusat BUMN di Jawa Timur itu juga dibentuk satgasnya,” ucap Yusuf.

Ia menunjuk contoh, di Kabupaten Tulung Agung dan Blitar. Tidak ada kantor pusat BUMN yang berada di Tulung Agung dan Blitar. Namun tetap dibentuk Satgas Covid-19 di dua kabupaten tersebut.

Adapun tugasnya dibagi berdasarkan wilayah masing-masing. Yang ada kantor pusatnya di Surabaya, misalnya, ditugaskan di Surabaya. Yang punya kantor pusatnya di Surabaya di Probolinggo, maka ditugaskan di Probolinggo.

Kabupaten dan Kota yang tidak mempunyai kantor pusat BUMN di Jawa Timur itu dibagi tugas kepada BUMN yang ada di sana walaupun tidak ada kantor pusat. Misalnya BUMN perbankan yang hampir ada di semua kabupaten dan kota. Begitu juga untuk PT Pos, PLN, Telkom. Rata-rata kantor pos, PLN, dan Telkom ada di setiap kabupaten dan kota walaupun itu kantor-kantor cabang atau pembantu.

Disusunlah perencanaan penanganan Covid di Jawa Timur. Dibentuk panitia dengan PT Petrokimia Gresik sebagai koordinator, PT PAL sebagai sub-koordinator bertugas untuk pendistribusian barang, PT SIR sebagai subkoordinator untuk pengkoordinasian kantor-kantor Satgas yang ada di kota, juga PT Telkom dari sisi IT-nya.

Mengingat kondisi saat ini bukan kondisi yang normal, maka untuk mengamankan program ini agar tidak salah langkah secara hukum, maka Satgas Covid yang dikomandoi Petrokimia ini  menggandeng tim Datun (perdata dna tata usaha negara) Kejaksaan Negeri Gresik guna mendapatkan pendampingan hukum. Kerja sama dengan kejaksaan terkait dengan review dokumen-dokumen berkenaan dengan regulasi hukummisalnya pengadaan barang/jasa hingga pendistribusiannya.

“Dari awal, kami meminta arahan dan pendapat hukum (legal opinion) kepada kejaksaan, rambu-rambunya seperti apa mengingat kondisi tidak normal. Semua itu menjadi referensi kami dalam melangkah mengemban tugas sebagai koordinator Satgas Tanggap Covid-19 BUMN di Jatim ini,” tandas Yusuf Wibisono. (ETD/AF)

banner 300x250

Related posts