Pengadilan Arbitrase PBB: Klaim Tiongkok atas Laut Natuna Tak Sah

  • Whatsapp
Ilustrasi 9 Garis Putus-putus (Nine Dash Lines) yang diklaim RRT

TRIASNews – RRT (Republik Rakyat Tiongkok) alias China melanggar wilayah Natuna yang berada di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia. Kapal-kapal nelayan Tiongkok berkeliaran mencari ikan dikawal kapal penjaga (Coast Guard) RRT. Padahal, PBB sudah memutuskan, klaim Tiongkok atas Natuna tidak sah.

Pengadilan Arbitrase Tetap Internasional (Permanent Court of Arbitration/PCA) yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memutus Tiongkok melanggar kedaulatan Filipina di Laut Cina Selatan. Hal ini otomatis membuat klaim Tiongkok atas ZEE Natuna Indonesia juga tidak sah.

Read More

Berdasarkan rilis yang dikeluarkan oleh PCA pada 12 Juli 2016 di Den Hag, Belanda, mulanya Filipina membawa sengketa Laut China Selatan ke PCA. Filipina tak terima atas klaim sepihak Tiongkok yang membuat 9 titik garis batas putus-putus (nine dash line). Klaim ini disebut RRT atas hak bersejarah wilayah itu.

TNI AL Tangkap kapal China. (Dok. Dinas Penerangan Angkatan Laut)

Sembilan garis batas yang dihubungkan dari Pulau Hainan tersebut mengklaim wilayah seluas 2 juta km persegi di Laut Cina Selatan sebagai wilayah Tiongkok, sehingga mengambil kurang lebih 30% laut Indonesia di Natuna, 80% laut Filipina, 80% laut Malaysia, 50% laut Vietnam, dan 90% laut Brunei.

Dalam amar putusan itu, Filipina menang atas gugatannya. Mahkamah menjelaskan bahwa China tak berhak atas klaim ZEE Filipina 200 mil, lantaran tak bisa memenuhi syarat hukum internasional.

banner 300x250

Related posts