Paradigma Jaksa Moderen ala Kejari Karimun

  • Whatsapp
Kajari Karimun berikan keterangan kepada pewarta

Jaksa modern memiliki tugas ikut menjaga keamanan dan ketertiban umum. Menjaga pembangunan dan hasil pembangunan nasional agar terlaksana sesuai target.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karimun, Taufan Zakaria, SH, MH, mengungkapkan seluruh jajaran Adhyaksa Kejari Karimun dituntut profesional, proporsional, akuntabel, dan selalu adaptif dengan perkembangan hukum di masyarakat.

Read More

Taufan yang belum genap dua tahun bertugas sebagai Kajari Karimun, mengungkapkan bahwa ia sangat bersyukur memiliki tim yang solid dan profesional.

“Sejak pertama menginjakkan kaki di sini, menyaksikan segenap potensi alam Karimun, saya meyakini bahwa kejaksaan sangat dibutuhkan oleh kabupaten ini. Saya bersyukur kepada Tuhan diberkahi tim jaksa yang hebat, luar biasa, yang tidak kalah kompetensi dan integritas pengabdiannya dibandingkan jaksa-jaksa yang bertugas di daerah-daerah besar,” tandas peserta Terbaik Diklat Wira Intelijen Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI Tahun 2017 ini.

Kondisi Karimun sebagai daerah kepulauan, kata Taufan, mengkondisikan para jaksa kerap menangani kasus seputar kasus tindak pidana perikanan dan kelautan serta pelayaran, yang di daerah lain mungkin sangat sedikit atau bahkan mungkin tidak ada kasus semacam itu.

Kajari Karimun mendampingi Komisioner dari Komisi Kejaksaan RI yang berkunjung ke Kejari Karimun

Di akhir perbincangan dengan TRIASnews, Taufan Zakaria mejelaskan paradigma dan visi jaksa moderen. Ditegaskannya, ukuran keberhasilan jaksa adalah seberapa besar kemampuannya memenuhi ekspektasi dan kebutuhan masyarakat akan kehadirannya. Kuncinya adalah jaksa harus selalu mampu menjawab tantangan dan memberikan solusi atas kebuntuan hukum.

Jaksa modern memiliki tugas ikut menjaga keamanan dan ketertiban umum. Menjaga pembangunan dan hasil pembangunan nasional agar terlaksana sesuai target.

Kejaksaan berkepentingan menjaga negeri, karena selain tugas pokok penuntutan, penyidikan, dan tugas ekslusif, korps Ahyaksa juga punya peran turut serta menjaga keamanan dan ketertiban umum.

Peserta Terbaik Diklat Kepemimpinan (PIM) III Tahun 2011 ini menggarisbawahi, jika pemerintah tidak berhasil menyelesaikan target pembangunan ada andil ketidakoptimalan peran kejaksaan di dalamnya. Karenanya, jajaran Korps Adhyaksa harus memahami Tugas jaksa bukan hanya terkait sidik, menyidik, dan tangkap, tapi ada peran besar untuk mengedepankan strategi pencegahan melalui fungsi TP4, sehingga niatan bahkan upaya untuk melakukan perbuatan korupsi menjadi sirna.

Jangan sampai ada anggapan, penegakan hukum ibarat industri yang tolok ukurnya keberhasilan, seberapa besar jumlah yang diproduksi atau seberapa banyak yang ditangkap.

“Tidak salah jika kita berfikir secara komprehensif  tentang rasa peduli kita untuk menyelamatkan uang negara yang ada pada APBN kita, setidaknya berfikir tentang strategi efisiensi penggunaan APBN melalui perumusan cara yg efektif dalam rangka pelaksanaan tugas penegakan hukum yang proporsional,” lanjut Taufan Zakaria, yang juga peserta Terbaik Diklat Wira Intelijen BAIS TNI Tahun 2017 ini.

Mantan Kajari Tanggamus, Lampung, ini mengingatkan, beban APBN harus dikurangi dari dampak penegakan hukum itu sendiri yang mengedepankan prinsip penindakan tanpa mempertimbangkan cost and benefit sesungguhnya dalam membiayai perkara tipikor, termasuk pembiayaan terhadap tahanan ataupun narapidana kasus tipikor dengan nilai kerugian keuangan negara dalam hal ini yg bersumber pada APBN yang tidak sebanding, yang pada akhirnya langsung ataupun tidak langsung sangat berpengaruh pada beban APBN.

“Justru kinerja APH khususnya jajaran insan Adhyaksa dianggap berhasil manakala kesadaran hukum masyarakat semakin meningkat, sementara penyimpangan semakin sedikit. Itu lah visi jaksa moderen,” tandas Taufan Zakaria yang juga mantan Ketua Senat Diklat PIM III Tahun 2011.

Mengakhiri perbincangan singkat, Taufan Zakaria menuturkan, pencapaian keberhasilan pengawalan pembangunan melaui TP4D Kejari Karimun tidak hanya bicara tentang kuantitas dan kualitas hasil dan kemanfaatan, tapi cerminan kebanggan nasional di mata negara-negara tetangga,mengingat secara geografis wilayah Karimun dari sisi barat berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga seperti Vietnam, Singapura dan Negara Bagian Malaysia

“Warga negara asing yang berkunjung sebagai wisatawan ke Karimun mengungkapkan apresiasi terhadap keberhasilan pembangunan Indonesia, yang dicerminkan oleh pesatnya pembangunan daerah di Kabupaten Karimun. Itulah kebanggaan yang saya maksud atas keberhasilan program TP4/TP4D yang dicanangkan pimpinan kami sejak 2015 silam,” pungkas Taufan Zakaria. (Erwin H/AF)*

banner 300x250

Related posts