Pacu Kinerja BUMDes, Kemendes PDTT Bentuk ‘Superholding’

  • Whatsapp
Mendes PDTT RI, Abdul Halim Iskandar

TRIASnews —  Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) akan membentuk superholding untuk memacu kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang sudah beroperasi.

Ide pembentukan holding BUMDes sebenarnya sudah diwacanakan pada 2017 yang bertujuan untuk mengembangkan kapasitas BUMDes sekaligus memacu kontribusinya terhadap pendapatan desa.

Read More

Akan halnya superholding ini adalah kumpulan holding BUMDes yang mencakup beberapa desa dalam satu kawasan.

BACA JUGA: Majalah TRIAS Edisi Kemendes PDTT

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, mengatakan pembentukan superholding tersebut tak hanya melibatkan BUMDes dan BUMN, tetapi juga sektor swasta.

“BUMDes kan sebenarnya holding, kemudian ada BUMDes Bersama yang dibangun atas kerja sama antardesa. BUMDes Bersama ini menangani satu kawasan desa. Pengelolaan produksi di desa dari hulu sampai hilir tertangani dengan baik,” ungkap Mendes PDTT di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Abdul Halim mengatakan, kerja sama yang melibatkan BUMN dan swasta dalam pembentukan superholding merupakan solusi untuk mengatasi keterbatasan BUMDes selama ini antara lain permodalan, kapasitas sumber daya manusia, dan pemasaran.

Sejauh ini, lanjut Mendes PDTT, sejumlah holding BUMDes telah terbentuk antara lain di Temanggung, Bali, dan Bangka Belitung. Namun, cakupan wilayahnya masih terbatas hanya mencakup 5-10 desa.

“IKalau BUMDes Bersama sudah banyak. Tetapi kawasannya baru bisanya 5 desa hingga 10 desa. Dari hulu misalnya padi yang produksinya hari ini hanya 3.000 ton, setelah dilakukan kerja sama antar desa melalui BUMDes Bersama, pendampingan penanaman, pembibitan dan seterusnya sampai panen sampai pada rice milling unit menghasilkan beras premium,” tambahnya.

Hingga tahun 2019, data Kemendes PDTT mencatat, ada sebanyak30.000 unit BUMDes dengan rincian sekitar 2.188 unit mangkrak dan 1.670 lainnya tidak berkontribusi signifikan terhadap pendapatan desa. (AF)*

banner 300x250

Related posts