Nikah Unik: Kostum Pahlawan Nasional, di Fitness Center, Maharnya Dumbell & Peracik Kopi

  • Whatsapp
Nikah Unik: Kostum Pahlawan Nasional, di Fitness Center, Mahar Dumbell

Empat pasang pengantin melangsungkan pernikahan unik di sebuah tempat fitness sebuah hotel di Kota Yogyakarta. Bertajuk ‘Nikah Bareng’, keempat pasangan pengantin itu mengenakan kostum yang juga unik yakni pakaian Pahlawan Nasional. Maharnya dari dumbell hingga alat peracik kopi.

Triasnews — Hari Minggu, 3 November 2019, menjadi momen tak terlupakan bagi 4 pasangan mempelai. Setelah menemukan jodoh masing-masing di acara Golek Garwo yang dihelat oleh Forum Ta’aruf Indonesia-Fortais Sewon, Bantul, DIY, mereka kemudian dinikahkan secara bersama-sama dalam acara bertajuk “Nikah Unik” berlangsung di Rooftop (fitness center) Lantai 9 Hotel Satoria Jalan Laksda Adisucipto Yogyakarta.

Mengusung tema ”Jomblowers dan Manten Bersatu Membangun Indonesia” Nikah Bareng tersebut digelar mengambil momentum peringatan Hari Pahlawan dan HUT Sewindu Fortais, bekerja sama dengan Paguyuban Rias Pandan Wangi dan Hotel Satoria.

Read More

Event itu juga didukung oleh RS. Sakina Idaman, CIS Katering, Latifa Jewerly, Ingkung Jawa Waroeng nDesso, Taman Bunga, Java Videotron dan Pita Biru Production.

4 pasang pengantin itu adalah Harmono (60), duda, dengan Ani Khandari (53), perawan, keduanya dari Kecamatan Mantrijeron Yogyakarta (memakai kostum ala Soekarno & Fatmawati). Mereka berdua menjadi pasangan ke-8000 hasil Golek Garwo. Harmono dan Ani Khandari melaksanakan Akad Nikah di ruang Fitness dengan Mahar Nikah berupa Dumbell atau Barbel seberat 3 Kilogram dan Laptop merk Toshiba.

Pasangan kedua Wasdiyanto (34), duda, warga Playen, Gunung Kidul DIY dengan Dwi Wijayanti (26), janda, warga Umbulharjo Yogyakarta (kostum ala Pangeran Diponegoro–Nyi Ageng Serang). Mahar nikah sama dengan pasangan pertama.

Pasangan pengantin ketiga Siswanto (30), jejaka, warga Banguntapan, Bantul, dengan Thirdyah Desi Arimbi (45) janda, warga Kotagede Yogyakarta (kostum ala Jenderal Soedirman–RA Kartini). Mahar nikah alat peracik kopi.

Pasangan terakhir Dede Hidayat Kurniawan (27), jejaka, penyandang disabilitas, warga Kota Baru Lampung Tengah dengan Okeu Andriani (28), perawan warga Bogor, Jawa Barat, (kostum ala Teuku Umar–Cut Nyak Dhien).

Menurut keterangan Ryan Budi Nuryanto, Ketua Golek Garwo dan Nikah Bareng Nasional (penggagas acara), nikah bareng itu digelar dalam rangka Hari Pahlawan untuk menumbuhkan semangat kecintaan kepada NKRI dan menanamkan spirit para pahlawan kepada para pasangan pengantin.

Makna nilai kepahlawanan sebagai sikap dan perilaku masyarakat dikaitkan dengan peringatan Hari Pahlawan dan HUT Sewindu Fortais, sebagai upaya membantu dan memecahkan permasalahan sosial bangsa dan cara mendayagunakan peran aktif masyarakat secara luas, terorganisir dan berkelanjutan, dengan harapan dapat memberikan sumbang sih nyata mewujudkan Indonesia Maju melalui ajang Pencarian Jodoh (Golek Garwo) dan pernikahan (Nikah Bareng).

Prosesi di awali dengan Kirab Manten diiringi dua Patah gadis kecil bersama ibu perias, diikuti keempat pasang pengantin dengan kostum para Pahlawan Nasional dengan iringan lagu Nasional memasuki lift hingga pelaminan.

Acara dibuka dengan menyanyikan bersama lagu Indonesia Raya, dilanjutkan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para Pahlawan Bangsa dan secara resmi acara dibuka oleh Dra. Hj. Sri Muslimatun, M.Kes (Wakil Bupati Sleman).

Ryan berharap, dengan pernikahan unik tersebut dapat tertanam rasa kebangsaan sekaligus penanaman nilai-nilai Pancasila yang diimplementasikan, diamalkan dan dipraktekkan langsung dalam kehidupan sehari–hari.

“Makna nilai kepahlawanan sebagai sikap dan perilaku masyarakat dikaitkan dengan peringatan Hari Pahlawan pada upaya membantu dan memecahkan berbagai masalah sosial bangsa dan cara mendayagunakan peran aktif masyarakat secara luas, terorganisir dan berkelanjutan,” katanya.

Dengan demikian, kata dia, harapannya dapat memberikan sumbangsih yang nyata dalam rangka mewujudkan Indonesia maju melalui ajang pencarian jodoh (golek garwo) dan pernikahan (nikah bareng) ini.

Dia juga menjelaskan, pembentukan keluarga sakinah sejahtera tersebut tidaklah instan. Ada proses yang relatif panjang. Salah satunya melalui ajang pencarian jodoh yang selama 8 tahun terakhir rutin digelar secara terbuka umum dan gratis.

“Alhamdulillah berkat doa restu dukungan media dan masyarakat, tahun 2019 ini kami sudah berhasil mencetak 8.000 pasangan sejak tahun 2011 dan nikah bareng yang ke-50 kali,” ujarnya.

Ryan menjelaskan, tujuan dari kegiatan Golek Garwo dan Nikah Bareng ini adalah untuk memfasilitasi para jomblo di Indonesia untuk mendapatkan pasangan demi terwujudnya pasangan sakinah sejahtera membawa keberkahan untuk Indonesia sesuai dengan tata kehidupan masyarakat ber-Pancasila.

Disadari bersama, populasi Jomblo di dunia khususnya Indonesia meningkat tajam, bisa dikatakan darurat jomblo apalagi sekarang heboh dengan nikah sirri online, penipuan WO nikah, nikah sejenis, budaya hidup bebas, dsb.

Berkaitan dengan hal itu, untuk menjawab kegelisahan masyarakat yang kesulitan mendapatkan pasangan hidup hingga pernikahan, digelar acara bernama Golek Garwo dan Nikah Bareng Jomblowers terbuka umum gratis dan full fasilitas, mencakup, biaya nikah, mahar, cincin kawin, pesta hingga bulan madu di hotel berbintang.  

“Hal ini menjadi yang pertama di Indonesia dan Dunia karena, pertama, pernikahan digelar di ajang Pencarian Jodoh dan hasil dari Golek Garwo. Kedua, ijab Kabul unik di tempat fitness & venue bar dengan mahar seperangkat alat sholat dan Dumbell 3 kg serta alat Peracik Kopi,” tandas Ryan. (AF)*

banner 300x250

Related posts