Ngeri! Virus Corona Tewaskan 2.764 Orang, Menjalar ke 34 Negara

  • Whatsapp
Virus Corona (ilustrasi)

TRIASNews –  Virus Corona telah menjalar ke 34 negara di luar daratan Tiongkok. Di seluruh dunia, jumlah total korban tewas akibat virus corona mencapai 2.700 orang, dengan jumlah kasus lebih dari 80.000. Virus Corona ternyata telah menyebar ke wilayah Timur Tengah (Timteng), dengan kasus terbanyak di negara Iran (96 orang terjangkit), salah satu korban adalah Wakil Menteri Kesehatan Iraj Harirchi.

Jumlah korban tewas dan kasus infeksi baru virus Corona di China justru menurun. Komisi Kesehatan China melaporkan, terjadi 406 kasus baru pada hari Rabu (26/2/2020). Sedangkan jumlah kematian baru di China sebanyak 52 orang, semuanya warga Wuhan, kota yang ditengarai menjadi pusat penyebaran virus Corona.

Read More

Secara keseluruhan, kasus Corona di China kini mencapai 78.064 kasus, sementara di seluruh dunia mencapai lebih dari 80.970 kasus. Adapun total kematian di daratan China mencapai 2.715 orang, sedangkan total di seluruh dunia mencapai 2.764 orang.

Kasus kematian akibat Corona terbanyak di luar China di Iran (16 orang), disusul Korea Selatan (12 orang) , Italia ( 11 orang), Jepang (5 orang), dua orang di Hong Kong (2 orang), dan Filipina (1 orang), Perancis (1 orang) , dan Taiwan (1 orang).

Jumlah kasus infeksi virus corona di luar China juga meningkat. Korea Selatan terutama di Kota Daegu (1.100 kasus), Italia (320 kasus), Hong Kong (85 kasus). 

Virus corona juga telah menyebar ke sejumlah negara di Timteng, selain di Iran. Di Kuwait, Bahrain, Afghanistan, dan Irak dilaporkan adanya temuan kasus virus corona: Kuwait (11 orang).

Meski telah menjalar ke 34 negara di luar China, WHO menyebut masih terlalu awal untuk mengkategorikan virus corona sebagai pendemi. Epidemi didefinisikan sebagai penyebaran penyakit yang terjadi di suatu komunitas atau wilayah. Sedangkan pendemi didefinisikan sebagai penyebaran penyakit baru yang terjadi ke seluruh dunia.

“Kami berada pada fase kesiapsiagaan menghadapi potensi pendemi. Mari fokus pada apa yang dapat dilakukan dan dipersiapkan untuk mendeteksi serta menempatkan tindakan pengamanan yang memadai,” kata Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO, Mike Ryan. (AF)*

banner 300x250

Related posts