Matinya Demokrasi di IKA UNPAD dan Papan Bunga Dukacita dari Alumni

  • Whatsapp
Panpan-papan bunga dukacita dari alumni UNPAD lintas fakultas

TRIASNEWS, BANDUNG — Sebanyak kurang lebih 50 papan bunga bertuliskan “TURUT BERDUKA CITA ATAS MATINYA DEMOKRASI IKA UNPAD” terpasang di sepanjang gerbang Kampus Universitas Padjadjaran (UNPAD) Jalan Dipati Ukur, Kota Bandung.

Dalam pantauan TRIASNEWS, papan bunga tersebut berasal dari alumni UNPAD lintas fakultas. Kalimat yang tertera di papan-papan bunga itu relatif seragam, menyuratkan kekecewaan mendalam terhadap dikebirinya suara alumni dalam proses pemilihan ketua IKA UNPAD.

Read More

Sebagaimana TRIASNEWS beritakan sebelumnya, Mubes (Musyawarah Besar) IKA UNPAD yang terdiri atas Komisariat Fakultas (Komfak) dan Komisariat Daerah IKA UNPAD lebih memilih mekanisme pemilihan Ketua IKA UNPAD melalui sistem perwakilan ketimbang mekanisme one man one vote.

Nah, bagi para alumni UNPAD yang berjumlah ratusan ribu dan tersebar di seluruh Indonesia bahkan di luar negeri, kedaulatan suara mereka telah dikebiri oleh Mubes IKA UNPAD.

Dengan dipilihnya mekanisme perwakilan, maka ketua IKA UNPAD baru periode 2020-2024 dipilih oleh hanya 36 orang yang berlabel Komfak dan Komda IKA UNPAD, yang tidak pernah dapat dijadikan representasi alumni.

Ketua IKA UNPAD terpilih pada periode-periode sebelumnya dipilih secara demokratis dengan memberikan hak kepada seluruh alumni untuk memilih. Justru dalam Mubes kali ini, panitia malah mencabut hak suara seluruh alumni untuk memilih.

Panitia Mubes IKA Unpad telah menutup mata atau bahkan tidak memahami apa itu demokrasi dengan tetap saja menyandera demokrasi dalam Pemilu IKA Unpad.

“Dengan dikebirinya kedaulatan alumni dalam pemilihan Ketua IKA UNPAD yang baru berarti IKA UNPAD dengan sengaja telah mengerdilkan diri sendiri, dan menenggelamkan marwah IKA UNPAD ke dalam samudera nan luas,” ujar Ferry Mursyidan Baldan, mantan Ketua IKA UNPAD periode 2008-2012 dan alumni FISIP UNPAD angkatan 1981.

Ini sebuah ironi nyata yang pasti telah dicatat oleh sejarah bahwa tidak ada demokrasi dalam Mubes X dan Pemilu IKA Unpad 2020.

Pascapemilihan ketua IKA UNPAD yang tidak demokratis itu, akankah nama UNPAD benar-benar melambung ke udara setinggi langit? Ataukah justru bakal tenggelam, konsekuensi dari IKA UNPAD yang tidak legitimated dan akibat dari apatisme para alumni UNPAD yang merasa telah dinihilkan kedaulatan suaranya? Just wait and see. (Triasnews/AF)

banner 300x250

Related posts