Masjid Jami’ At Taqwa Sriwijaya, ‘Oase’ di Kawasan Orang Kaya

  • Whatsapp
Masjid At Taqwa Sriwijaya

Lokasi yang strategis dan berada di lingkungan elit Kebayoran Baru, persisnya di perempatan Jalan Sriwijaya Raya, Senopati, Jakarta Selatan, menjadikan Masjid At Taqwa sebagai salah satu tempat favorit untuk beribadah, mengikuti kajian Islam, termasuk untuk melangsungkan pesta pernikahan. Banyak kalangan eksekutif dan profesional muda yang mempelajari dan mendalami ilmu agama di masjid ini. Bakal digelar pengajian khusus milenial di masjid yang berdiri sejak tahun 1920 ini.

TRIASnews — Arsitektur masjid At Taqwa bercorak Turki Usmani, ditandai dengan kubah utama yang besar, diapit oleh tiga kubah kecil. Menara berada di pojok kanan masjid.

Read More

Masjid berdiri di atas tanah seluas 3.000m², luas bangunan sekitar 2.173m², termasuk aula seluas 1.000m². Ruang peribadatan berlantai dua. Lantai 1 luas sekitar 600m². Lantai 2 (mezanine), luas sekitar 300m², memakan setengah dari ruangan. Total bisa memuat sekitar 2.000 orang jama’ah.

Ketua Yayasan Masjid Jami’ Attaqwa Sriwijaya, H. Ali Marzuki, mengatakan, kita ke depan akan menggelar pengajian khusus milenial. Untuk itu, pengurus Yayasan sudah membuat akun media sosial Instagram @ruangtaqwa, yang sudah memiliki 26.000-an pengikut (followers).

Untuk pengajian perdana nanti, kata Marzuki, pihaknya akan mengundang ustad yang menguasai tema-tema remaja, sehingga diharapkan banyak kaum milenial yang tertarik mengikuti pengajian rutin yang dilaksanakan di masjid At Taqwa Sriwijaya.

“Apalagi sekarang sedang hangat fenomena hijrahnya kalangan milenial, yang sebelumnya condong ke duniawiyah sekarang sudah beralih ke hal-hal ukhrawinya. Momentum bagus seperti ini mendorong kami untuk ikut berkontribusi mewadahi dahaga umat akan siraman ruhani,” ungkap Ali Marzuki kepada TRIASnews, belum lama ini.

Ketua Yayasan Masjid Jami’ Attaqwa Sriwijaya, H. Ali Marzuki (kanan)

Setiap Sabtu dan Minggu, pengurus masjid mengadakan pengajian Dhuha secara rutin. Jamaah pengajian Dhuha ini lebih banyak warga yang tinggal di sekitar Masjid Jami’ Attaqwa.

“Pengajian Dhuha ini kami gelar, selain untuk tujuan memperdalam wawasan agama, sekaligus juga sebagai ajang silaturahim di antara warga sekitar masjid ini,” kata Ali Marzuki.

Setiap sebulan sekali, pengurus masjid mengundang tokoh nasional yang sukses, berbincang-bincang santai dengan jamaah dan warga. Tujuan kegiatan ini untuk mengetahui sisi kehidupan religi sang tokoh, di tengah kesibukannya sehari-hari.

“Jadi dari penuturan sang tokoh ini diharapkan jamaah akan terpantik motivasinya,” cetus Ali.

Di samping menghadirkan tokoh nasional sukses, pengurus Masjid Jami’ Attaqwa juga akan mengundang tokoh-tokoh muallaf. Akan dikulik perjalanan spiritual sang tokoh sehingga akhirnya sampai memilih Islam sebagai pilihan hidupnya.

Masjid At Taqwa Sriwijaya

Saat ini Masjid Jami’ Attaqwa Sriwijaya dikelola oleh “Yayasan Masjid Jami’ Attaqwa Sriwijaya” yang atas peranan Pembina dari Masjid Jami’ Attaqwa saat ini Bapak H. Abdul Aziz Marzuki yang juga merupakan cucu dari Alm. Bapak H. Yusuf bin Gede Ali telah mengalami beberapa kali perluasan bangunan dan tanah.

Kini, luas bangunan masjid adalah sekitar 2.173m² dan luas tanah 3.000m² termasuk di dalamnya fasilitas aula serbaguna seluas 1.000m² yang juga dapat menunjang kegiatan peribadatan, termasuk untuk melangsungkan pesta pernikahan. Salah satu pasangan artis yang melaksanakan pesta pernikahan di sana adalah Zaskia Adya Mecca/Hanung Bramantyo.

Kegiatan di Masjid Jami’ At Taqwa terbilang sangat padat dan berkualitas. Termasuk kegiatan rutin yang digelar adalah pengajian khusus yang kerap dihadiri para kalangan eksekutif muda yang berkantor Kawasan SCBD dan Kebayoran Baru.

Bagian dalam Masjid At Taqwa

Secara umum lingkup kegiatan dapat digolongkan kedalam 8 Kegiatan: (1) Bidang Peribadatan, Dakwah dan Pendidikan, (2) Sosial dan Kemanusiaan; (3) Bidang Usaha dan Amalan Umum; (4) Bidang Administrasi, Personalia dan Pemeliharaan; (45 Bidang Anggaran; (6) Unit Pelaksana Zakat-UPZ; (7) Bidang Lembaga Bantuan Hukum; (8) Bidang Monitoring, Evaluasi dan Pengembangan.

Ali Marzuki menuturkan, setiap hari Senin-Kamis, kegiatan tausiyah ba’da dzuhur diikuti banyak orang, terutama kalangan pekerja profesional yang berkantor di sekitar masjid tersebut seperti di kawasan SCBD. Setelah sholat zhuhur, mereka biasanya mendengarkan tausiyah dengan tema-tema yang sedang hangat dan mudah dicerna.

Selanjutnya, pada malam hari Senin-Kamis tersebut digelar Pengajian Iqra dengan peserta utama para eksekutif muda.

“Kami adakan kegiatan pengajian iqra setiap senin-kamis malam itu guna merespons banyaknya permintaan dari mereka, kalangan eksekutif muda kisaran usia 40 tahunan, yang merasa belum lancar membaca Al Qur’an. Alahamdulillah semangat mereka sangat tinggi untuk mendalami pengetahuan dan pemahamannya tentang Islam dan Al Quran. Malah ada yang benar-benar belajar dari nol, dimulai dari Iqro, sampai akhirnya lancar membaca Al Quran,” lanjut Ali Marzuki.

Di samping itu, ada juga pengajian-pengajian selingan yang digelar rutin bulanan mengundang beberapa ustdaz sebagai pengajar, memenuhi permintaan jadwal dari berbagai pihak seperti alumni sekolah Al Azhar dan SMP 12. Ali Marzuki menyebut, pihaknya juga akan membuka pengajian Iqro khusus untuk anak-anak.

Setiap hari besar Islam, pengurus Masjid Jami’ At taqwa pasti menghelat acara peringatan seperti Maulid Nabi dan Isra’ Mi’raj, dengan tema-tema berbeda setiap tahunnya.

Dalam waktu dekat juga, pengurus akan mengadakan kegiatan bertajuk ‘Bincang-bincang Mualaf’, dengan mengundang tokoh-tokoh mualaf sebagai narasumber.

Jadwal Kegiatan Rutin

Di Masjid jami’ At Taqwa diselengarakan sejumlah kegiatan rutin, antara lain: Kultum Masjid Jami’ Attaqwa (Senin-kamis), Pengajian Ibu-ibu Masjid Attaqwa (Selasa Minggu Ke II), Latihan Marawis Ibu-ibu Masjid Attaqwa (Selasa Minggu Ke III & IV), Pengajian Ibu Hj. Myra Fatimah (Rabu Pagi), dan Pengajian Al Hujjah (Kamis Pagi).

Sehari-hari, pengelolaan Masjid Jami’ At Taqwa dijalankan oleh Yayasan Masjid Jami’ Attaqwa Sriwijaya, dengan susunan pengurus sbb: Ketua Pembina Yayasan dijabar H. Abdul Aziz Marzuki; Ketua Yayasan dijabat H. Ali Marzuki, Sekretaris dijabat H. Gozali Ramli Aziz, dan Bendahara dijabat Hj. Azizah Marzuki.

Sejarah

Keberadaan masjid sejak tahun 1920. Pembangunan/renovasi terakhir dimulai pada tanggal 8 Desember 1989 dan selesai (diresmikan) tanggal 28 Februari 1992 oleh Wapres RI saat itu H. Soedharmono, SH.

Masjid At Taqwa Sriwijaya sebelum dipugar

Masjid Jami’ Attaqwa Sriwijaya yang sekarang terletak di Jalan Sriwijaya Raya No. 10 Kebayoran Baru Jakarta Selatan, bermula dari dibangunnya masjid ini di atas tanah wakaf seluas 750 m² dari Almarhum Bapak H. Yusuf bin Gede Ali pada tahun 1920 dan di kenal dengan nama “Masjid Senayan”. Pada tahun1952 masjid ini bergeser dan dibangun kembali oleh Pemerintah di atas tanah seluas 1.260m².

Peletakan batu pertama atas perluasan dan pembangunan kembali Masjid Jami’ Attaqwa Sriwijaya di lakukan oleh Alm. KH. Masykur, Alm. KH. M Natsir dan disaksikan oleh para Ulama dan Habaib pada tanggal 8 Desember 1989 dan Peresmian atas selesainya pembangunan Masjid Jami’ Attaqwa Sriwijaya oleh Alm. Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia saat itu Bp. H. Soedharmono, SH pada tanggal 28 Februari 1992.

Keluarga Sandiaga Uno

Pada masa-masa Pilpres 2019 lalu, nama Masjid Jami’ At Taqwa Sriwijaya santer disebut-sebut dan diberitakan di media massa. Masjid megah yang  berlokasi di kawasan elit Kebayoran Baru, itu sering menjadi tempat pilihan oleh pasangan capres-cawapres 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, untuk menunaikan shalat.

Apalagi sosok Sandiaga Uno. Pengusaha muda ini sangat lekat dengan masjid ini. Pada perhelatan Pilkada DKI Jakarta tahun 2017, Masjid At Taqwa menjadi tempat bersejarah bagi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Sebelum mendaftarkan diri ke KPU DKI Jakarta, 23 September 2016, pasangan itu melaksanakan shalat Jumat di masjid itu.

Masjid At Taqwa menjadi tempat bersejarah bagi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada Pilkada DKI Jakarta 2017

“Memang (masjid) ini bersejarah, karena sebelum mendaftar ke KPU DKI Jakarta kami shalat Jumat di sini dan didoakan juga oleh jemaah,” kata Sandiaga, dikutip dari Kompas. (AF)*

banner 300x250

Related posts