Masa Depan Ekspor Nonmigas

  • Whatsapp

Realisasi pertumbuhan ekspor nonmigas Indonesia tahun 2018 lalu sebesar 6,35 persen, telah memenuhi target yang ditetapkan Pemerintah pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yaitu sebesar 5–7 persen.

Tantangan ekonomi global masih membayangi, ekonomi global diperkirakan tumbuh melambat, terutama dengan ancaman eskalasi perang dagang antara 2 entitas ekonomi terbesar dunia, yakni AS dan Tiongkok, no-deal Brexit, krisis ekonomi di sejumlah negara, serta makin maraknya implementasi kebijakan proteksionisme yang dilaksanakan oleh sejumlah negara.

Secara kumulatif menurut data BPS, nilai ekspor Indonesia Januari–Agustus 2019mencapai US$110,07 miliaratau menurun 8,28 persen dibanding periode yang sama tahun 2018, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$101,48 miliar atau menurun 6,66 persen.

Pertumbuhan ekspor hingga Agustus 2019 masih terkoreksi dan tetap optimis target ekspor nonmigas dapat tumbuh sesuai dengan target 7,5 persen.Optimisme ini juga didukung dengan pemanfaatan perkembangan digitalisasi infrastruktur industri dan sosial di seluruh dunia dalam revolusi industri 4.0.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, Dody Edward, SE, MA, telah melakukan upaya peningkatan daya saing melalui berbagai pendampingan dan fasilitasi pengembangan produk ekspor. Selain itu, Ditjen PEN juga memberikan kemudahan akses terkait informasi pasar dan peluang ekspor, persyaratan teknis, standar dan mutu barang, secara online melalui situs djpen.kemendag.go.id; maupun secara offline seperti Pelayanan Informasi Ekspor melalui layanan satu pintu dalam bentuk Customer Service Center.

Dody menjelaskan, dalam peningkatan diversifikasi dan kualitas produk yang berdaya saing ekspor, pemerintah menyediakan layanan konsultasi pengembangan desain, menyelenggarakan Good Design Indonesia (GDI) sebagai fasilitasi peningkatan daya saing produk melalui penempatan logo GDI yang terkoneksi dengan Good Design Japan (G Mark);

Kementerian Perdagangan telah melakukan sinergi baik secara internal maupun eksternal untuk memajukan ekspor nasional.

Secara internal, kami melakukan sinergi untuk dapat mempertahankan pasar utama seperti Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, India, Uni Eropa, dan ASEAN, serta mengembangkan pasar baru seperti di kawasan Afrika, Timur Tengah, Asia Selatan, Eurasia, Amerika Latin, dan Taiwan.

Sedangkan secara eksternal, kami melakukan sinergi yang berkesinambungan dengan instansi/kementerian terkait seperti Kementerian Luar Negeri, Kamar Dagang dan Industri, pemerintah daerah, serta Asosiasi untuk mendapatkan masukan dalam perumusan strategi pengembangan ekspor nasional.

Dody berharap program yang dimiliki Ditjen PEN seperti Customer Service Center (CSC), Indonesia Design Development Center (IDDC), Designer Dispatch Services (DDS), dan pelatihan SDM ekspor dapat dimanfaatkan pelaku usaha dalam memperluas pasar, memberi nilai tambah dan meningkatkan daya saing produk, membantu pelaku usaha memasuki pasar tujuan ekspor baru, dan dapat menghasilkan eksportir baru yang kreatif, inovatif dan berdaya saing global.Selain itu kami berharap semakin banyak perjanjian perdagangan seperti fasilitas Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) Indonesia dengan negara mitra dagang potensial, sehingga produk ekspor Indonesia dapat bersaing lebih kompetitif. TP

banner 300x250

Related posts