Mal Penuntut Ganti Rugi ke Gubernur Anies Ternyata Tempati Lahan RTH Hutan Kota

  • Whatsapp
Mal Taman Anggrek

TRIASNews –  Banjir yang menerjang wilayah Jabodetabek awal tahun 2020 silam ternyata tetap menyisakan masalah. Sejumlah mal dilaporkan terpaksa tidak beroperasi. Belakangan, tiga pengelola mal berencana menuntut ganti rugi kepada pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Mal Taman Anggrek, yang terpaksa tutup karena kerusakan mesin pembangkit listrik akibat terendam banjir, adalah salah satu contohnya.

Read More

Sebelumnya diberitakan, Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) berencana menuntut ganti rugi kepada Pemprov DKI Jakarta dalam hal ini Gubernur Anies Baswedan.

Ketua HIPPINDO, Budiharjo, menyebut sejumlah mal terpaksa tutup operasional sehingga mengalami kerugian, dan karenanya meminta kompensasi kepada Pemprov DKI Jakarta.

“Yang saat ini masih belum beroperasi itu Taman Anggrek, Lippo Puri Mall dan Mal Cipinang Indah. Kami mau fair sajalah untuk kompensasi banjir ini,” kata Budiharjo, Sabtu (11/1/2020).

Budiharjo memprediksi satu pusat perbelanjaan bisa merugi sampai Rp 15 miliar selama operasional tutup setengah bulan ini. Itu dengan asumsi sewa toko per meter persegi mencapai Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per bulan.

Menanggapi itu, sejarawan Betawi JJ Rizal, melalui catatan di akun media sosial (medsos) facebook pribadinya, mengungkapkan bahwa lahan yang digunakan Mal Taman Anggrek itu sebenarnya menempati lahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Hutan Kota.

Sejarawan Betawi, JJ Rizal

“Tentu saja bakal seru jika direspon dengan membuka arsip rencana induk jakarta 1965-1985, lalu master plan Jakarta 1985-2005 yang dengan mudah akan memperlihatkan bahwa mal di simpang Tomang itu menempati lahan RTH Hutan Kota Tomang” tulis JJ Rizal.

JJ Rizal berharap, jika mal itu jadi menuntut kompensasi ke Pemprov DKI Jakarta, maka akan terbuka tabir siapa-siapa yang terlibat dalam perubahan alih fungsi lahan RTH Hutan Kota di daerah lainnya

“Semoga Mal Taman Anggrek bisa jadi kasus pertama untuk buka-bukaan biar jelas, kenapa RTH Hutan Kota bisa berubah jadi mal, siapa pejabat yang melakukan dan siapa yang minta dia melakukan, Bagaimana dengan RTH Hutan Kota lainnya, seperti Senayan, Sunter, Kapuk, dan lainnya,” tambahnya.

Menurut Rizal, keseriusan semua pihak dalam menghadapi masalah banjir bisa dimulai dari permasalah ini.

“Seserius apa kita terhadap masalah banjir Jakarta, bisa dimulai dengan seserius apa kita dengan alih fungsi lahan dan perubahan tata ruang karena ada uang ini.” pungkasnya.

banner 300x250

Related posts