Kiat Perum Bulog Divre DIY untuk ‘Survive’

  • Whatsapp
Kadivre Perum Bulog DIY, Juaheni

PERAN Perum Bulog sangat strategis dalam upaya negara mencapai kedaulatan dan ketahanan pangan nasional. Bulog adalah perusahaan umum milik negara yang bergerak di bidang logistik pangan.

Bulog selalu hadir di tengah rakyat Indonesia dalam rangka meraih kedaulatan pangan yang dicitakan secara nasional. Bulog terus mengupayakan berbagai inovasi guna mencapai visi dan misi utama perusahaan, yakni mendukung terwujudnya kedaulatan pangan.

Read More

Di satu sisi, Bulog melaksanakan tugas dari pemerintah memberikan pelayanan publik. Di lain sisi, Bulog juga menjalankan kegiatan komersial yang meliputi perdagangan, industri dan jasa.

Namun, saat ini fungsi Bulog menyalurkan Rastra (beras sejahtera) sudah dihilangkan seiring diluncurkannya program BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai). Di lain sisi, fungsi komersialnya tetap harus dijalankan agar Bulog bisa tetap eksis sebagai sebuah perusahaan.

Kadivre Bulog DIY, Juaheni, di depan RPK Center DIY

Perum Bulog Divisi regional (Divre) DI. Yogyakarta harus menerapkan berbagai strategi untuk menyiasati kondisi yang ada. Salah satunya dengan menggenjot penjualan komoditas-komoditas komersial.

Kepala Divre Bulog DIY, Juaheni, kepada Triasnews, menuturkan, pihaknya tetap melakukan sosialisasi-sosialisasi ke kalangan konsumen bahwa Bulog tidak hanya memiliki beras medium tapi juga beras premium, dengan produk andalan antara lain beras merah dan beras wangi. Komoditas lain juga selalu diupaya tersedia di gudang-gudang Bulog DIY.

Bekerja sama dengan RPK (Rumah Pangan Kita), Bulog berkunjung ke pasar-pasar untuk melakukan sosialisasi seputar komoditas yang dimiliki Bulog seperti beras, gula, minyak, terigu, dan daging.

Wartawan Triasnews, Dindin Syamsudin, beraudiensi dengan Kadivre Bulog DIY, Juaheni

“Yang jelas kami berupaya semaksimal mungkin bagaimana caranya agar konsumen bisa terpenuhi keperluannya dan sesuai seleranya. Bulog Divre DIY siap selalu memenuhi apa pun keinginan konsumen, mulai dari beras medium hingga beras premium,” ucap Juaheni.

Bulog Divre DIY melakukan segmentasi pasar untuk komoditas bekerja sama dengan RPK, juga dengan sejumlah e-warung berkaitan dengan komoditas program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Kebanyakan konsumen penerima BPNT menginginkan beras premium.

Bulog Divre DIY juga bekerja sama dgn BNI untuk pembelian beras wangi dan beras merah. Dengan kalangan perguruan tinggi juga dijalin kerja sama. Dengan UGM, misalnya, Bulog Divre DIY sering diminta menyediakan beras-beras untuk keperluan sumbangan.

Bulog Divre DIY juga bekerja sama dengan ACT (Aksi Cepat Tanggap), yang sering minta disediakan beras-beras berkualitas premium.

Kerja sama dengan instansi-instansi pemerintah juga dijalin kerja sama. Biasanya, setiap tahun, instansi pemerintah meminta disediakan paket-paket sembako menjelang Lebaran Iedul Fitri.

Dari kalangan pondok pesantren permintaan akan beras juga lumayan banyak. Biasanya pesantren membutuhkan beras untuk keperluan konsumsi santrinya dan anak yatim yang dihidupi yayasan pengelola pesantren tersebut.  

Untuk program BPNT, Bulog Divre DIY juga dilibatkan walaupun hanya terbatas pada pasokan kuota sebanyak 10% dari total kebutuhan untuk kebutuhan BPNT di wilayah DIY.

“Total realisasi pasokan beras Bulog untuk kebutuhan BPNT sampai September 2019 telah mencapai 3.956 ton. Kebetulan di periode itu tidak hanya mengkalkulasi untuk wilayah DIY tapi juga untuk kebutuhan wilayah Kedu dan Banyumas Jawa Tengah,” terang Juaheni. (Dindin Syamsuddin/AF)*

banner 300x250

Related posts