Kementan: Negara Akan Lindungi Varietas Unggul Karya Pemulia Tanaman

  • Whatsapp
Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo. (Foto: Humas Kementan RI)

TRIASNews –  Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo, mendorong para pemulia varietas tanaman unggul dalam upaya peningkatan kualitas produksi pertanian di Tanah Air.

Hasil penelitian para pemulia tanaman, kata Mentan, akan diupayakan untuk dilindungi negara.
 
“Jangan lupa varietas ini mengenergi lahan yang begitu banyak, jutaan lahan, dan jutaan orang yang memanfaatkan,” kata mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu, saat membuka acara Pekan Perlindungan Varietas Tanaman di Gedung Kementan RI, Jakarta, Rabu (18 Desember 2019).
 
Sejak 2000, Pemerintah telah memberikan mekanisme Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) yang setara dengan paten, dengan menjamin perlindungan hukum bagi para pemulia dalam menghasilkan varietas tanaman. Adapun hak PVT merupakan Hak Kekayaan Intelektual diberikan Negara melalui Undang-undang Nomor 29 Tahun 2000 tentang Perlindungan Varietas Tanaman.

Read More

Dalam kesempatan itu, Syahrul memberikan penghargaan kepada para pihak yang telah berjasa dalam pengembangan PVT. Penghargaan diberikan kepada peneliti Achmad Baihaki yang telah puluhan tahun mengabdikan diri sebagai pemulia dan memperjuangkan pemberlakukan Hak PVT di Indonesia.

“Oleh karena itu, wajarlah pemerintah memberikan penghormatan, energi, dan menyemangati mereka untuk terus melakukan penelitian-penelitian dan kita berharap hasil varietas kita akan mampu bersaing dengan varietas yang ada,” ungkap Mentan Syahrul.

Sistem PVT telah diperjuangkan semata-mata untuk menghargai jerih payah dan inovasi para pemuliaan tanaman yang menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menghasilkan varietas unggul baru untuk negeri.

Varietas Unggul kelapa sawit
 
Diingatkan Mentan, kontribusi varietas unggul terbaru bisa memacu peningkatan produksi sampai 15 persen. Kehadirannya pun sangat diharapkan dalam merealisasikan program tiga kali ekspor produksi pertanian Indonesia.
 
“Anak anak bangsa ini tidak kalah untuk terus didorong dan ambil bagian apalagi kita punya lahan yang besar dan negara kita negara besar, mereka terus berkarya dan agar terus meneliti,” tandasnya.
 
Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian, Kementan RI, Erizal Jamal, menambahkan, jumlah hasil pemuliaan dan juga varietas unggul yang didaftarkan Hak PVT-nya terus meningkat. Target yang dicanangkan yakni dapat menopang upaya peningkatan produksi beragam komoditas minimal sebesar 7 persen per tahun dan terjadinya peningkatan ekspor produk pertanian menjadi tiga kali lipat pada 2024.
 
“Muara dari target ini adalah makin masifnya penerapan inovasi dalam pembangunan pertanian, dan salah satu yang paling potensial untuk dapat mempercepat terjadinya peningkatan produksi tersebut adalah melalui penggunaan benih unggul atau varietas unggul baru,” terang Erizal.

Saat mengukuhkan tiga Profesor Riset di lingkungan Kementan RI, yang ke 523, 524, 525 secara nasional dan ke 139, 140 dan 141 di Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbangtan) di Kota Bogor, Jawa Barat, akhir Oktober 2019 silam, Mentan mengatakan, riset dan teknologi sangat dibutuhkan untuk memajukan pertanian di Indonesia. Bahkan menurutnya, pertanian di Indonesia akan menjadi sangat hebat bila risetnya juga baik.

Mentan mengatakan, para peneliti akan menggunakan seluruh kekuatan untuk menemukan hasil riset baru, varietas baru dan cara bertani baru yang bisa lebih efektif dan efisien, bahkan mampu menopang kebutuhan pangan industri yang bergerak di bidang pertanian.

“Ini sangat penting dan tentu akan memberikan kontribusi kuat untuk hadirnya petani menghasilkan pangan berkualitas. Indonesia ini bisa hebat kalau risetnya bagus,” ungkap Mentan lagi. (AF)*
 

banner 300x250

Related posts