Kejari Blitar Targetkan Masyarakat Blitar Raya Melek Hukum

  • Whatsapp
Kajari Blitar, Bangkit Sormin, SH, MH

TRIASNEWS — Kejaksaan Negeri (Kejari) Blitar memiliki cakupan wilayah hukum yang relatif luas, Blitar Raya, namun didukung sumber daya manusia yang minim. Program Jaksa Masuk Sekolah dan Jaksa Menyapa dilaksanakan secara intensif agar masyarakat Blitar Raya jadi melek hukum.

Kejari Blitar merupakan salah satu Kejari Tipe A di wilayah Jawa Timur (Jatim). Dan secara struktural di bawah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim.

Read More

Berwenang dalam penegakan hukum dan keadilan, Kejari Blitar memiliki wilayah hukum Kabupaten Blitar dan Kota Blitar, provinsi Jawa Timur.

Dalam Reformasi Birokrasi Kejaksaan Republik Indonesia, Kejari Blitar turut mendukung jalannya reformasi dimaksud, meliputi bidang Manajemen, Akuntabilitas, Kredibilitas, serta Kapabilitas dan Budaya.

“Dengan terlaksananya 5 (lima) Pilar Reformasi tersebut, kami berharap, Kejari Blitar ke depan mampu menciptakan kinerja yang lebih baik dengan memenuhi harapan dan tuntutan masyarakat secara luas, yang berdaya guna demi terciptanya percepatan penanganan perkara berdasarkan profesionalisme dan proporsionalitas,” kata Kepala Kejari (Kajari) Blitar, Bangkit Sormin, SH, MH, sebagaimana dituturkan kepada Erman Tale Daulay dari TRIASNews.

JMS dan Jaksa Menyapa

Bangkit Sormin secara khusus menggarisbawahi bahwa selaku institusi penegak hukum, pihaknya bersikap tegas pada kejahatan atau kriminal terhadap anak-anak di wilayah Blitar Raya.

Kepada pelaku kejahatan terhadap anak, Bangkit memberi warning, jajaran Kejari Blitar dipastikan mengajukan tuntutan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku.

Berbarengan dengan itu, sebagai pendekatan preventif, Kejari Blitar sangat intensif menggelar kegiatan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) dan programJaksa Menyapa.

Kegiatan Jaksa Menyapa Kejari Blitar bekerja sama dengan Radio Persada FM

“Melalui program andalan Adhyaksa JMS, Kejari Blitar memberikan pemahaman soal peraturan hukum terkait perlindungan anak.Kami berikan penyuluhan hukum kepada siswa-siswi di sekolah-sekolah menegah aturan dan sanksi hukum bagi kejahatan seksual pada anak,” ungkap Bangkit Sorbin yang pernah menjabat Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Papua.

Dalam kegiatan tersebut, pihak Kejari Blitar menanamkan keberanian kepada siswa/siswi yang mengalami pelecehan seksual, misalnya, agar tidak takut untuk melapor ke aparat hukum.

Khusus untuk program Jaksa Menyapa, Kejari Blitar berkomitmen untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Blitar Raya agar sadar dan melek hukum.

Nota Kesepahaman (MoU) antara Kejari Blitar dan Pemkot Blitar

Optimalisasi program Jaksa Menyapa salah satunya dengan pertemuan silaturahmi jajaran Kejari Blitar dengan LPP RRI Malang, Mahardhika FM, Persada FM, Dinas Kominfo Kota Blitar, dan Dinas Kominfo Kabupaten Blitar. 

Kata Bangkit, program Jaksa Menyapa Kejari Blitar sudah berjalan selama dua tahun, dimulai 2 Januari 2017-2019.

“Hadirnya Jaksa Menyapa di Blitar Raya digunakan sebagai media ataupun jembatan agar masyarakat Blitar Raya melek terhadap hukum dengan tujuan terhindar dari hukum dan masyarakat akrab pada lembaga kejaksaan,” jelas Kajari Blitar, Bangkit Sormin.

Kantor Baru

Bangkit mengisahkan, saat dirinya pertama kali bertugas sebagai orang nomor satu di Kejari Blitar, pada Oktober akhir tahun 2019 silam, dia mendapati satu fakta bahwa cakupan yurisdiksi hukum di bawah wewenang Kejari Blitar relatif sangat luas karena meliputi Blitar Raya, yakni Kota Blitar dan Kabupaten Blitar.

Di lain fakta, sumber daya manusia yang dimiliki Kejari Blitar relatif tidak memadai secara kuantitas.Untuk mengantisipasi overloadnya wewenang Kejari Blitar, ia berinisiatif berkoordinasi dengan Bupati Blitar mendiskusikan peluang dibangunnya gedung kantor baru Kejari Blitar di wilayah Kabupaten Blitar.

Gayung rupanya bersambut.Bupati Blitar sangat responsif. Pemkab Blitar melalui Bupati bersedia menyerahkan sebidang lahan seluas 7.400 m2 untuk lokasi gedung kantor baru Kejari Blitar, yang kebetulan berdekatan dengan kantor bupati.Usulan Bangkit itu pun disetujui oleh DPRD Kabupaten Blitar.

“Harapan kami, gedung kantor baru itu akan menjadi penyeimbang dinamika kerja kami di kantor sekarang yng berada di wilayah Kota Blitar. Mudah-mudahan awal tahun 2021, gedung itu bisa dibangun.Jadi gedung baru itu nanti untuk Kejari Kabupaten Blitar, pecahan dari sini,” terang Bangkit.

Pada bagian lain, Bangkit mengaku bersyukurbahwa kini kantor Kejari Blitar telah didukung sarana internet yang sangat memadai.  Saat dia masuk sana, kecepatan jaringan internet hanya 20mbps namun sekarang sudah 150mbps.

Kegiatan video conference (Vicon) dengan sejumlah pihak, seperti dengan Pemprov Jatim, dengan Pemkab Blitar, dengan Pemko Blitar, ataupun dengan lintas Kejari di Jatim, dapat diselengarakan secara efektif berkat ketersediaan dan dukungan internet yang memadai.

Lazimnya, dalam kondisi normal, persidangan satu perkara hukum akan berlangsung ramai di kantor pengadilan. Namun mengadaptasi kondisi pandemi Covid-19, persidangan dilakukan secara online. Uniknya, dalam persidangan online, saksi disiapkan oleh, dan dihadirkan di, kantor kejaksaan setempat. Sedangkan di ruang pengadilan sendiri hanya ada tiga majelis hakim.

“Makanya saat ada persidangan online, justru kantor kami (Kejari Blitar) ini ramai oleh pengunjung yang menyaksikan jalannya persidangan yang berlangsung melalui video conference ini. Kami di kejaksaan yang menyiapkan tempat-tempat untuk para saksi. Jadi, kami mengutamakan pelayanan bagi para saksi persidangan,” kata Kajari Blitar.(TRIASNews/AF)

banner 300x250

Related posts