Jaksa Kejari Depok Meja Hijaukan Pelaku Penggelapan Sertifikat Nenek Arpah

  • Whatsapp
Sidang perdana kasus penggelapan sertifikat Nenek Arpah di PN Depok

TRIASNews – Sidang perdana kasus pidana penipuan dan penggelapan atas tanah yang merugikan Nenek Arpah yang pernah viral di Kota Depok, digelar di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, pada selasa (28/1/2020).

Dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakim Ketua M Iqbal dengan dua hakim anggota Nugraha dan Forci, terdakwa Abdul Qodir Jaelani mengaku menerima semua dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Depok.

Read More

Tim JPU dalam sidang ini dipimpin langsung oleh Kasi Pidum Kejari Depok, Arief Syafriyanto, beranggotakan Hengki Charles Pangaribuan dan Alfa Dera.

Tim JPU dari Kejari Depok dalam sidang perdana kasus penggelapan sertifikat Nenek Arpah di PN Depok

Arief Syafriyanto selaku JPU mengatakan, agenda sidang kali ini adalah pembacaan surat dakwaan oleh JPU.

“Hari ini membaca surat dakwaan Terdakwa didakwa dengan Suray dakwaan berbentuk alternatif yakni kesatu pasal 378 KUHP atau kedua pasal 378 KUHP,” kata Arief.

Di persidangan, Bambang selaku kuasa hukum terdakwa Abdul Qodir Jaelani menegaskan, pihaknya sudah mempelajari surat dakwaan JPU dengan seksama. Surat dakwaan ini menurutnya sudah memenuhi syarat sehingga tidak perlu mengajukan eksepsi.

“Kami sudah menerima (surat dakwaan) dan sudah memenuhi syarat formil dan materil jadi tidak perlu mengajukan eksepsi,” katanya.

Usai pembacaan surat dakwaan, majelis hakim menunda sidang tersebut dan akan dilanjutkan pada Senin pekan depan dengan agenda pembuktian.

Di sidang lanjutan nanti akan dihadirkan saksi-saksi yang terkait kasus penipuan dan penggelapan terhadap korban nenek Arpah. (Erwin Daulay/AF)*

banner 300x250

Related posts