Ini 3 Sikap Resmi MUI atas Pernyataan Sukmawati

  • Whatsapp
Sekjen MUI, Dr. KH Anwar Abbas, MM, M.Ag

Triasnews – Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah secara resmi mengambil sikap resmi terhadap pernyataan Sukmawati Soekarnoputri yang telah menimbulkan kemarahan umat Islam. Putri kandung Proklamator Kemerdekaan RI itu membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan sang ayah, Ir Soekarno, dan bahkan membandingkan Al Quran dengan Pancasila.

Menurut Sekjen MUI, Dr. KH. Anwar Abbas, MM, M.Ag, ada tiga poin penting yang menjadi sikap MUI. Poin pertama, pernyataan Sukmawati telah menyinggung hati dan perasaan umat Islam.

“Karena telah mengusik ranah keyakinan umat. Bahwa nabi dan rasul tidak bisa dibandingkan dengan tokoh lain. Dalam hal ini membandingkan Nabi Muhammad dengan Bung Karno,” kata Anwar Abbas di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Read More

BACA JUGA: Sukmawati Bandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Soekarno, Ini Reaksi Felix Siauw

Poin kedua, MUI menyadari sepenuhnya, adanya pelaporan oleh sejumlah elemen masyarakat ke pihak kepolisian terhadap Sukmawati sebagai wujud ekspresi kekecewaan.

Poin ketiga, MUI menghormati proses hukum yang diberlakukan kepada Sukmawati.

“MUI mengimbau kepada para pihak agar dalam menghadapi masalah ini tetap bisa mengendalikan diri dan memperhatikan undang-undang serta ketentuan yang berlaku dalam Republik Indonesia. Agar masalah ini tidak melebar ke mana-mana dan tidak mengganggu keamanan dan stabilitas dalam negeri,” kata Anwar.

MUI meminta semua pihak tidak melakukan tindakan anarkis dalam menolak pernyataan Sukmawati. MUI, menurut Anwar, akan mempertimbangkan jika diminta menjadi saksi ahli.

“Kalau diproses secara hukum akan kita kaji, akan kita kirim saksi ahlinya atau tidak. Belum, ini kan kalau,” tegas Anwar

Permintaan klarifikasi ditolak
Anwar Abbas juga memupus harapan kuasa hukum Sukmawati, Petrus Selestinus, agar kliennya diundang MUI untuk menyampaikan klarifikasi.

“Tidak usah,” cetus Anwar Abbas saat dimintai tanggapan, Selasa (19/11/2019), soal harapan Petrus tersebut.

Seperti diketahui, tak lama MUI merilis pernyataan sikap resmi, kuasa hukum Sukmawati menyampaikan harapan agar MUI mengundang Sukmawati dan juga mengundang Divisi Humas Polri sebagai penyelenggara acara saat Sukmawati menyampaikan pernyataan.

Petrus menegaskan, kliennya siap hadir jika diundang untuk memberikan penjelasan. Apalagi, menurut dia, video yang viral soal pernyataan Sukmawati merupakan hasil editan.

“Jadi sebetulnya baik pihak Ibu Sukma, kuasa hukum, bahkan MUI, harus sama-sama kita cari siapa yang menyebarkan itu, karena kalau smeua pihak membaca dan mendengarkan rekaman itu secara lengkap maka apa yang disampaikan Ibu Sukma itu kan hal-hal yang positif, hal yang dia sekadar mengingatkan kita tak boleh lupa kepada nilai-nilai perjuangan para pahlawan kita. Itulah dia mengangkat, dia menyebut nama Ir Sukarno Bung Hatta,” terang Petrus.

Apakah Sukmawati akan meminta maaf?

“Kalau minta maaf itu kan tentu harus jelas dulu salahnya di mana. Lebih baik dengarkan dulu rekaman itu secara lengkap dan utuh dan dapatkan dari sumbernya yaitu dari Div Humas Mabes Polri,” kata Petrus. (AF)*

banner 300x250

Related posts