IKAHI Unpad: Kedaulatan Alumni Basis Pemilu Ketua IKA Unpad

  • Whatsapp
Pertemuan perwakilan angkatan alumni HI Unpad dengan Wanhat dan Pengurus IKAHI Unpad membincangkan Pemilu Raya IKA Unpad

JAKARTA, TRIASNEWS — Kepengurusan Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) periode 2016-2020 di bawah kepemimpinan Hikmat Kurnia efektif telah berakhir pada April 2020 ini.

Pemilu Raya IKA Unpad yang beragenda utama pemilihan ketua IKA Unpad yang baru, sedianya dilangsungkan pada 4 April 2020. Namun perhelatan itu ditunda untuk waktu yg belum ditentukan terkait pandemi Covid 19 yang melanda Indonesia sejak awal Maret 2020.

Sebagai informasi, Panitia Pelaksana Pemilu IKA Unpad melalui Surat Keputusannya No. 005/MUBES/IKAUNPAD/II/2020 bertanggal 19 Januari 2020 telah menetapkan 6 kandidat ketua IKA Unpad, yaitu sesuai urutan penomorannya : 1. Tatan Pria Sudjana S.Si, MH 2. Dr. Tasdiyanto, SP, M.Si 3. Dr. Ary Zulfikar, SH, MH 4. Dr. Hadiyanto, SH, LLM 5. Irawati Hermawan, SH, MH 6. Dr. Ferry Kurnia Rizkiyansyah, SIP, M.Si.

Dari keenam kandidat tersebut, 5 kandidat maju atas dukungan minimal 2 Komisariat Fakultas/Daerah dan 1 kandidat lain, yakni Ary Zulfikar, atau lebih dikenal dengan sebutan Kang Azoo, maju dari jalur independen/perseorangan yang mensyaratkan dukungan oleh minimal 250 orang alumni.

Ketua Dewan Penasehat IKAHI Unpad, James Ibrahim, bersama Ketua IKA Unpad, Hikmat Kurnia, didampingi sejumlah pengurus IKAHI Unpad dalam satu kesempatan

Akibat pandemi tersebut, tak hanya agenda kampus dan kemahasiswaan yg terdampak, kegiatan Mubes IKA Unpad dan Pemilu Raya IKA Unpad pun menjadi tertunda.

Dalam perkembangannya, Panitia Mubes telah mengundurkan waktu pelaksanaan Pemilu Raya IKA Unpad sampai tanggal 16 April 2020 dan akan dievaluasi setiap 2 minggu sekali. Namun, hingga kini, belum ditentukan kembali kapan Pemilu Raya IKA Unpad bakal diselenggarakan.

Pemunduran jadwal itu memicu diskusi hangat di kalangan alumni terkait apakah Pemilu IKA Unpad tetap dilaksanakan di tengah pandemi covid, atau akan seperti apa. Apabila dilaksanakan pada tahun ini bagaimana caranya dikaitkan dengan adanya kebiasaan baru berupa pembatasan jarak dan pembatasan sosial (social distancing).

Untuk mengetahui pandangan alumni terkait pemilu IKA Unpad, beberapa alumni berinisiatif mengadakan survey online untuk mengetahui pandangan alumni sehubungan dengan pelaksanaan pemilu ini. Menjawab pertanyaan survey: Jika Pemilu IKA Unpad dilaksanakan sekarang ini, 97,6 % responden ingin menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Ketua IKA Unpad.

Artinya hampir semua responden ingin menggunakan hak pilihnya dan berpartisipasi dalam Pemilu IKA Unpad.

Tak berhenti di situ. Sebanyak 77,3% responden masih menghendaki pemilihan secara langsung oleh masing-masing alumni. Artinya mayoritas alumni tidak setuju jika pemilihan dilakukan melalui perwakilan, baik Komisariat Fakuktas, Komisariat Daerah maupun Komunitas.

Dengan kata lain mayoritas alumni masih menghendaki Pemililihan Ketua IKA Unpad dilaksanakan melalui mekanisme one man one vote.

Ketua Dewan Penasihat (Wanhat) IKAHI (Ikatan Alumni Hubungan Internasional) Unpad, James Ibrahim Affandi, kepada TRIASNEWS, berpendapat senada. Ia menegaskan, Ketua IKA Unpad terpilih sudah sepatutnya berbasiskan suara murni dari setiap alumni Unpad yang mengikuti Pemilu Raya IKA Unpad.

“Apapun mekanisme yang dipakai, entah itu pemilihan bertahap berdasarkan wilayah ataukah melalui mekanisme e-voting, Ketua IKA Unpad terpilih haruslah berbasiskan suara riil alumni Unpad,” tegas pria yang akrab disapa Kang Iim ini.

“Jadi jika ada pihak yang menggagas dan mengarahkan agar pemilihan Ketua IKA Unpad berdasarkan sistem perwakilan atau komisariat fakultas/daerah serta mengabaikan spirit one alumnus one vote, apapun dalih normatifnya, maka itu berarti dia telah mencederai sistem demokrasi yang telah lama dibangun dan diberlakukan dalam pemilihan Ketua IKA Unpad selama ini.”

Alumnus HI Fisip Unpad angkatan ’80 ini mengingatkan, Pilkada pemilihan gubernur/bupati/walikota saja berbasiskan suara langsung dari warga daerah bersangkutan, tidak melalui perwakilan di DPRD.

Apalagi, lanjut Kang Iim, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) IKA Unpad secara terang-benderang menyebutkan, ‘Pemilihan Ketua Umum dilakukan secara langsung oleh Anggota Biasa’.

Kang Iim menunjuk tiga pemilu IKA Unpad sebelumnya yang sukses dilaksanakan melalui pemilihan langsung oleh anggota IKA Unpad yang hadir dalam Pemilu Raya, dengan sistem one man one vote.

“Pemilihan ketua IKA Unpad dilaksanakan melalui sistem perwakilan, selain bertentangan dengan AD/ART yang berlaku saat ini, juga dengan sendirinya menihilkan aspirasi setiap anggota IKA Unpad untuk menggunakan hak pilihnya secara langsung,” demikian Kang Iim.

“Hal itu sekaligus juga menafikan makna jalur dukungan perseorangan sebagaimana dukungan perseorangan terhadap Kang Azoo yang maju sebagai Calon Ketua IKA Unpad dari jalur independen. Kalau begitu, posisi Kang Azoo otomatis tersingkir dong karena tidak memiliki dukungan Komda dan Komfak. Ini jelas-jelas sangat melukai hati para alumni.”

Mampukah Unpad sebagai salah satu universitas negeri terkemuka di Indonesia, dengan alumninya yang sudah berjumlah ratusan ribu, melaksanakan Pemilu Raya IKA Unpad secara demokratis, guyub dan riang gembira?

Menjadi tantangan tersendiri bagi Panitia Mubes/Pemilu Raya IKA Unpad dan Pengurus IKA Unpad periode saat ini yang semestinya sudah habis masa bakti kepengurusannya, guna membawa alumni dan almamaternya menjadi lebih baik lagi dan terkemuka baik di tingkat nasional maupun internasional. (AF)

banner 300x250

Related posts