Hj. Saniatul Lativa, SE, MM: Tak Lelah Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Jambi

  • Whatsapp
Hj. Saniatul Lativa, SE, MM

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Golkar, Saniatul Lativa, ingin berkontribusi terhadap bangsa dan negara dalam hal ini ikut memperjuangkan hak-hak rakyat serta memperjuangkan pembangunan di daerah pemilihan (Dapil)-nya yaitu Jambi. Itulah yang menjadi motivasinya terjun ke dunia politik. 

Sosok Saniatul Lativa tidak asing lagi bagi masyarakat Jambi. Wakil rakyat dari Kota Bertuah, Bumi Melayu ini melenggang mulus ke Senayan Jakarta untuk kalikedua, 2014-2019-2024. Masyarakat Jambi yang diwakilinya menaruh harapan besar bagi politisi Golongan Karya (Golkar) ini untuk memperjuangkan aspirasi mereka di tingkat pusat. Masyarakat berharap, apa yang sudah diperjuangkan Saniatul di periode pertama, bisa terukir kembali pada masa bakti kedua ini.

Read More

“Saya akan melanjutkan perjuangan aspirasi masyarakat Jambi yang belum tuntaskan di periode ke dua ini. Tujuannya hanya satu, menyejahterakan masyarakat dengan membawa program-program yang dimiliki pemerintah pusat ke Jambi. Misalnya bantuan permodalan, bibit, peternakan, insfrastruktur, balai pelatihan dan lain sebagainya. Diharapkan dengan program ini masyarakat Jambi bisa lebih sejahreta,” ungkap Saniatul kepada Triasnews, di runag kerjanya, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, belum lama ini.

Istri dari Bupati Tebo, Jambi, Sukandar, ini menceritakan bagaimana dia turun langsung ke lapangan, berdialog langsung untuk melihat persoalan-persoalan yang di hadapi masyarakat. Dari kegiatan itu, ia bisa mengetahui apa persoalan yang ada di setiap kelompok masyarakat. Sebab setiap kabupaten/kota tentu persoalannya berbeda-beda.

Aspirasi yang ia peroleh inilah yang nantinya akan ia perjuangan dan sampaikan kepada kementerian/lembaga terkait saat rapat kerja di DPR. Dan ini terus ia suarakan sampai mendapatkan perhatian dari Kementerian.

Sekadar informasi, pada periode 2014-2019, Lativa duduk di Komisi IX yang membidangi tenaga kerja, kependudukan dan kesehatan.  Pada April 2015 terjadi banyak mutasi di Fraksi Golkar dan Lativa bertugas di Komisi VII DPR-RI yang membidangi energi sumber daya mineral dan lingkungan hidup. Pada Januari 2016, Saniatul Lativa kembali dirotasi dan mendapatkan posisi sebagai anggota Komisi IV DPR-RI.

Pada awal Juli 2017 Saniatul berpindah tugas menempati kursi anggota ke  Komisi V DPR-RI yang membidangi perhubungan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, pembangunan pedesaan dan kawasan tertinggal, meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

Wanita kelahiran Surabaya, 13 Juni 1977, ini mengatakan, di periode pertama 2014-2019 dirinya sudah banyak membawa program-program pemerintah pusat ke Jambi. Di antaranya, waktu duduk di Komisi IX (Kesehatan dan Tenaga Kerja) ia berkontribusi untuk pengadaan alat-alat kesehatan di RSUD Raden Mattaher Jambi.

Di bidang ketenagakerjaan, ia membawa program pelatihan dan perluasan tenaga kerja. Jadi untuk anak-anak atau remaja yang putus sekolah diberikan pelatihan dan tentunya di sesuaikan juga dengan kebutuhan daerah. Setelah pelatihan selesai, juga diberikan modal kerja untuk membuka usaha sendiri.  

Ia hanya 7 sampai 8 bulan ditempatkan di komisi IX, kemudian dirotasi lagi ke komisi VII yang membidangi energi dan sumber daya mineral.

Di komisi VII, Saniatul berhasil mengawal aspirasi Pemerintah Kabupaten Tebo untuk pembangunan gardu induk. Sebelum ada gardu induk, pasokan listrik di kabupaten Tebo masih kurang dan bahkan listrik sering sekali padam. Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Tebo meminta agar dibangun gardu induk di wilayahnya.

Dengan sekuat tenaga Saniatul memperjuangakan melaui komisi VII dan itu berhasil. Dengan mengawal di tingkat pusat, alhasil pembangunan gardu induk di Kabupaten Tebo berhasil dibangun dan sekarang sudah beroperasi. Setelah ada gardu induk, sekarang listrik jarang padam, dan bahkan pasokan listrik bisa di bagi dengan daerah tetangga.

Tidak lama kemudian, Saniatul di rotasi lagi ke komsi IV yang membidangi pertanian, perkebunan, perikanan dan kelautan.  Saat dikomisi ini Saniatul juga banyak membawa pogram  pertanian ke Dapil, misalnya alat mesin pertanian (Alsintan) untuk kelompok-kelompok tani.

Selain itu, Saniatul juga membantu masyarakat dibidang peternakan, misalnya membatu kelompok peternak  dengan memberi bantuan sapi, kambil dan ayam. Juga membantu dengan memberikan bibit-bibit buah tanaman produktif di kebun rakyat. Tidak hanya itu, di bidang kelautan juga membantu nelayan berupa kapal penangkap ikan. Artinya bukan hanya di satu kabupaten saja yang di bantu namun ada 11 kabupaten dan kota yang menjadi tanggung jawabnya. 

Saniatun juga ditugaskan Faksi Golkar ke komisi V yang membidangi infrastuktur dan perhubungan. Begitu di tempatkan di komisi V, wanita yang pernah mengenyam Diploma Kebidanan Muara Bungo, Jambi (2011) ini langsung membawa program dari Kementerian PUPR. Dia melaukan road show ke Pemda kabupaten/kota dan Pemda provinsi.

“Saya menemui bupati, walikota dan gubernur untuk menyerap aspirasi dan menanyakan apa yang bisa dibantu dan diperjuangkan di DPR RI terkait infrastruktur untuk provinsi Jambi. Saya sampaikan, program yang bisa diambil dan ditindak lanjuti pemerintah daerah di Kementerian PUPR,” tegas wanita yang pernah berprofesi bidan di RSUD Sultan Tahaha Syaifudin Tebo itu.

Alumnus Diploma Akuntasi Managemen Pembangunan Jambi (2009) ini mengungkapkan, bagaimana dirinya berjuang ke Kabupaten Tebo sehingga berhasil mendapatkan bantuan dari APBN sebesar Rp 20 miliar untuk melanjutkan pembangunan jalan dua jalur sepanjang 3 kilometer di tahun 2018 dan 2019 sebesar Rp 38 miliar. Pada tahun 2020 mendatang Kabupaten Tebo kembali mendapatkan bantuan lanjutan jalan dua jalur sepanjang 2 Km. (AF)*

banner 300x250

Related posts