Hak Suara Dirampas, 256 Alumni Unpad Tolak Legitimasi Hasil Pemilihan Ketua IKA Unpad

  • Whatsapp

Ferry Mursyidan Baldan, Ketua IKA UNPAD periode 2008-2012: Saya terpilih sebagai Ketua IKA Unpad setelah didukung oleh 577 suara dari total 1.327 suara sah alumni Unpad yang mengikuti pemilihan umum raya secara one man one vote. Lha, ketua IKA Unpad kekinian yang diklaim terpilih masak hanya dengan dukungan 21 suara. 

TRIASNEWS — Sebanyak 256 alumni Universitas Padjadjaran (Unpad) yang tergabung dalam “Komunitas Alumni Cinta Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unpad yang Demokratis” menolak legitimasi proses dan hasil pemilihan Ketua IKA Unpad 2020. Alasan mereka, pemilihan ketua IKA Unpad tidak berdasarkan kedaulatan suara alumni.

Read More

“Ketua IKA Unpad tidak dipilih oleh alumni melalui mekanisme pemilihan one man one vote. Ketua IKA Unpad hanya dipilih oleh 21 orang perwakilan, yang mengatasnamakan Komfak dan Komda IKA Unpad. Suara kami selaku alumni telah dirasmpas secara semena-mena oleh Panitia Mubes X IKA Unpad,” kata Dedi Heriadi, juru bicara (Jubir) Komunitas Alumni Cinta IKA UNPAD yang Demokratis, dalam keterangan tertulis berjudul “Penolakan Alumni Atas Hasil MUBES X IKA UNPAD 2020” yang diterima TRIASNEWS, Sabtu (26 September 2020).

Dedi Heriadi menambahkan, Panitia Musyawarah Besar (Mubes) IKA Unpad 2020 telah memberi contoh yang tidak baik tentang demokrasi karena panitia mencabut dan merampas hak suara seluruh alumni untuk memilih Ketua IKA Unpad. Pemilihan dilakukan hanya oleh segelintir orang yang berlabel Komisariat Fakultas (Komfak) dan Komisariat Daerah (Komda) IKA Unpad.

Dedi mengungkapkan, di saat kecintaan para alumni Unpad kepada almamaternya sudah terbangun justru hak mereka sebagai alumni dirampas oleh panitia Mubes IKA Unpad.

“Sejauh ini, sudah sebanyak 256 alumni Unpad lintas fakultas dan tersebar di penjuru Indonesia telah menyatakan dukungannya pada Petisi Penolakan Alumni Atas Hasil MUBES X IKA UNPAD 2020,” tegas Dedi.

Nama Ferry Mursyidan Baldan, Ketua IKA UNPAD periode 2008-2012 termasuk dalam daftar 256 alumni Unpad yang mendukung petisi tersebut.

Dikonfirmasi TRIASNEWS, Ferry membenarkan bahwa dirinya memang mendukung petisi tersebut.

Ferry Mursyidan Baldan

Ferry, alumni FISIP Unpad angkatan 1981, yang pernah menjabat Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), menegaskan, keterpilihan Ketua IKA Unpad periode 2020-2024 hasil Mubes X tidak punya legitimasi sebab tidak dipilih langsung alumni Unpad secara keseluruhan dalam sebuah mekanisme pemilihan umum raya, melainkan hanya oleh 21 orang perwakilan dalam forum Mubes.

Lantas, mantan Ketua Komisi II DPR RI itu membandingkan keterpilihan Ketua IKA Unpad yang baru dengan dirinya saat terpilih sebagai Ketua IKA Unpad periode 2008-2012 silam.

“Saya terpilih sebagai Ketua Unpad melalui proses pemilihan umum raya, yang melibatkan ribuan suara alumni Unpad. Sebagai perbandingan saja, saya terpilih sebagai Ketua IKA Unpad setelah didukung oleh 577 suara dari total 1.327 suara sah alumni Unpad yang mengikuti pemilihan umum raya secara one man one vote. Lha, ketua IKA Unpad kekinian yang diklaim terpilih masak hanya dengan dukungan 21 suara. Memalukan dan menjatuhkan wibawa dong! Menghilangkan marwah IKA Unpad. Sungguh tragis! Kehidupan demokrasi di IKA Unpad yang sudah berlangsung sangat bagus selama ini dikerdilkan begitu saja oleh praktik-praktik demokrasi yang sungguh memalukan,” cetus Ferry Mursyidan Baldan, yang juga anggota Dewan Penasehat IKAHI (Ikatan Keluarga Alumni Hubungan Internasional) Unpad ini.

James Ibrahim, alumnus FISIP Unpad angkatan 1980 bersikap senada dengan Ferry Mursyidan. Namanya juga tercantum di antara 256 alumni Unpad yang tergabung dalam “Komunitas Alumni Cinta IKA UNPAD yang Demokratis”.

James Ibrahim

Secara tegas, ketua Dewan Penasehat IKAHI Unpad ini menolak terpilihnya Ketua IKA UNPAD Periode 2020-2024. Alasannya karena mekanisme pemilihan dilakukan melalui perwakilan sangat menciderai kedaulatan suara alumni Unpad.

“Kami pasti tidak akan menolak jika pemilihan ketua IKA Unpad dilakukan secara demokratis dan dengan cara yg beradab, menghargai kedaulatan hak suara alumni,” ucap James kepada TRIASNEWS.

Pria yang akrab dipanggil Kang Iim ini juga sangat prihatin karena Ketua IKA UNPAD dipilih oleh hanya segelintir alumni yang dilabeli perwakilan/komisariat yang berjumlah hanya 21 orang. Padahal jumlah alumni UNPAD mencapai ratusan ribu orang, tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri.

Bagi Kang Iim, Mubes X IKA Unpad telah sukses menghasilkan Ketua Ikatan Perwakilan Alumni, disingkat IPA, Unpad. Bukan Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unpad.

“Selamat atas terpilihnya Ketua IPA (Ikatan Perwakilan Alumni) Unpad, bukan IKA (Ikatan Keluarga Alumni) UNPAD, produk Mubes pembajak demokrasi di Unpad,” ucap Kang Iim dengan nada geram. 

Untuk diketahui, Mubes X IKA Unpad yang diselenggarakan bersamaan dengan ulang tahun ke-63 Unpad dihadiri oleh 17 Komfak dan 19 Komda. Dalam pemungutan suara yang diikuti 36 suara Komfak dan Komda untuk memilih ketua umum IKA Unpad, Irawati Hermawan, SH, MH memperoleh 21 suara, Dr. Hadiyanto, SH, LLM (11 suara), Tatan Pria Sudjana S.Si,MH (2 suara) dan Dr. Tasdiyanto, SP, M.Si  (1 suara), abstain (1 suara). Dua kandidat lain: Dr. Ary Zulfikar, SH, MH dan Dr. Ferry Kurnia Rizkiyansyah, SIP, M.Si memilih mundur dari kontestasi setelah Mubes memutuskan pemilihan ditempuh dengan cara perwakilan.  

Kembali ke Dedi Heriadi. Kepada TRIASNEWS, alumnus Faperta Unpad angkatan 1986 ini menyebut, dalam Surat Keputusan Panitia Mubes sendiri pada 20 Februari 2020 (SK No. 006/MUBES/IKA-UNPAD/II/2020), telah jelas diatur bahwa sistem pemilihan menggunakan sistem pemilihan langsung oleh tiap alumni dan tidak dapat diwakilkan. Dengan demikian, menjadi aneh ketika panitia Mubes menggunakan sistem perwakilan saat kontestasi sudah di ujung pemilihan.

“Bagaimana logikanya aturan main yang sudah ditetapkan dengan menggunakan AD ART tahun 2016 diubah dengan aturan main dalam AD ART 2020 yang baru saja disahkan pada saat Mubes. Padahal Mubes X tahun 2020 seharusnya diadakan berdasarkan AD ART 2016,” tandas Dedi.

“Saat ini sudah 256 alumni Unpad yang bergabung dalam gerakan moral ini. Jumlah ini dipastikan akan terus bertambah sebab ini menyangkut kedaulatan alumni Unpad. Gerakan perlawanan ini kami pastikan tidak akan berhenti!” 

Atas dasar itu, lanjut Dedi Heriadi, Komunitas Alumni Cinta IKA UNPAD yang Demokratis akan terus meneriakkan perlawanan.

“Saat ini sudah 256 alumni Unpad yang bergabung dalam gerakan moral ini. Jumlah ini dipastikan akan terus bertambah sebab ini menyangkut kedaulatan alumni Unpad. Gerakan perlawanan ini kami pastikan tidak akan berhenti!” pungkas Dedi. (TRIASNEWS/AF)

banner 300x250

Related posts