Gandeng Kemnaker, Komunitas UMKM Alumni Unpad Berikan Pengetahuan Kemasan Produk

  • Whatsapp

TRIASNEWS – Dalam usia yang masih seumur jagung, Komunitas UMKM Alumni Unpad semakin menggeliat. Tak ingin dicap sekadar gerakan efouria, Komunitas UMKM Alumni Unpad menggelar sejumlah kegiatan yang bertujuan meningkatkan produktivitas para pelaku wirausaha berbasis alumni Unpad ini.

Sepekan silam, dua kegiatan positif digelar oleh Komunitas UMKM Alumni Unpad, yakni menggandeng BPJAMSOSTEK untuk mendapatkan pengetahuan seputar perlindungan jaminan sosial bagi pelaku UMKM dan beraudiensi dengan KADIN Kota Bandung guna menjajaki berbagai peluang kerja sama bisnis dalam berbagai aspek, seperti akses jalur logistik dan pasar eksport .

Read More

Pada Senin (28 September 2020) malam, Komunitas UMKM Alumni Unpad menjalin kerja sama dengan Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) RI, dan menggelar webinar bertajuk “Kemasan Cantik Produktivitas Naik”.

Mewakili Kemnaker, Fahrurozi, SH, MM, Direktur Bina Produktivitas Kemnaker, menyampaikan apresiasi tinggi pada pengurus Komunitas UMKM Alumni Unpad yang atas inisiatif menjembatani para pelaku UMKM Alumni Unpad dengan pihak-pihak berkompeten, sehingga bisa menimba pengetahuan seputar pengemasan produk yang bisa menaikan nilai jual produk, meski hanya melalui forum Webinar.   

Fahrurozi menambahkan, membuat kemasan yang menarik adalah salah satu strategi yang wajib dijalankan bagi pelaku UMKM agar produknya bisa bersaing di dunia UMKM.

Webinar yang diikuti oleh 468 peserta yang didominasi oleh para pelaku UMKM Alumni Unpad itu dimoderatori oleh pengamat UMKM dan Koperasi sekaligus Inisiator Komunitas UMKM Alumni Unpad, DR. Dewi Tenty Artiany, MH, M.Kn.

Kata Fahrurozi, daya saing pada produk sangat menentukan daya tahan para pelaku UMKM saat ini. Terlebih situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini sangat berdampak pada UMKM. Dampak dari sulitnya berusaha menyebabkan banyak tenaga kerja yang terpaksa di rumahkan dan banyak UMKM yang akhirnya ‘gulung tikar’.

Komunitas UMKM Alumni Unpad terima tawaran kerja sama dari KADIN Kota Bandung

Kondisi krisis di era Pandemi sekarang ini relatif berbeda dengan kasus krisis moneter yang terjadi pada 1998. Pada masa itu, lanjut Fahrurozi, UMKM betul-betul menjadi penyelamat ekonomi nasional. Produktivitas UMKM nasional saat itu justru mampu meningkat hingga 350 persen di saat banyak usaha besar yang jatuh bergelimpangan.

Karenanya, ia menggarisbawahi, peningkatan produktivitas UMKM harus dilakukan karena tingkat produktivitas yang dicapai UMKM merupakan indikator seberapa efisien UMKM dalam mengkombinasikan sumber daya ekonomi.

“Produktivitas merupakan salah satu aspek yang menentukan keberhasilan suatu UMKM dalam persaingan dunia usaha yang semakin ketat,“ tegas Fahrurozi.

Kemasan jadi nilai kali dari produk

Pada sesi berikutnya, CEO D&D Pack D&D Entrepreneurship, Delli Gunarsa, mengatakan, kemasan sebuah produk menjadi hal pertama yang dilihat oleh calon pelanggan. Citra dan kesan yang tampil dari kemasan menjadi salah satu faktor penentu selera konsumen dalam memilih.

“Bagi produsen, kemasan yang aman dengan desain yang bagus seharusnya bukan lagi menjadi nilai tambah, namun sudah harus menjadi nilai kali dari sebuah produk,” ungkap Delli.

Tampil sebagai narasumber berikutnya, yakni Detty Tatiananda, SE, MM, Kasi Pengembangan Usaha UPTD Industri Pangan, Olahan, dan Kemasan Disperindag Pemerintah Provinsi (Pemprov Jabar) dan Citra Artika Sari, anggota Satuan Pelaksana (Satpel) Pengembangan Industri Kemasan Kota Bandung.

Sejumlah pandangan dan bahasan disampaikan oleh para nara sumber. Mulai dari aturan pemerintah perihal kemasan hingga dorongan dan contoh inovasi kemasan terkini.

Salah seorang nara sumber mengungkapkan bahwa kemasan produk seharusnya menggunakan bahan ramah lingkungan sejalan dengan semangat go-green yang dicanangkan pemerintah.

Desain visual dan teknologi kemasan produk UMKM juga cukup menjadi perhatian peserta terlihat dari sejumlah pertanyaan yang diujukan ke para narasumber. Tercatat 468 peserta mengikuti hingga akhir acara

Webinar ini ditutup dengan sambutan dan motivasi dari DR. Ary Zulfikar, SH, MH, Direktur Eksekutif Hukum LPS dan Ketua Perkumpulan BUMI ALUMNI, yang menaungi Komunitas UMKM Alumni Unpad.

Ary menyampaikan pesan penting kepada para wirausahawan pelaku UMKM untuk melindungi merk, logo, dan karya ciptanya yang biasanya dituangkan dalam setiap kemasan produknya. (TRIASNEWS/AF)

banner 300x250

Related posts