Gandeng Adhyaksa, Bank Blora Artha Raih Laba

  • Whatsapp


TRIASNEWS–Manajemen Bank Blora Artha menggandeng Kejaksaan Negeri Blora memberikan pendampingan. khususnya dalam upaya menagih kredit-kredit macet. Rasio kredit macet menurun drastis, laba perusahaan pun melonjak otomatis.

Sebagai sebuah perusahaan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, Bank Blora Artha telah sejak lama menjalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora.

Bank daerah yang mengusung motto “Sahabat Meraih Sukses” ini mendapatkan banyak manfaat dari kerja sama tersebut. Hal itu diakui oleh Direktur Utama (Dirut) Perumda BPR Bank Blora Artha, Arief Samsuhuda, SE, MM.

Kepada TRIASNEWS, Arief mengungkapkan, sejak pertama kali diberi amanah sebagai orang nomor satu di Bank Blora Artha pada tahun 2007 hinga kini, pihaknya sudah bekerja sama dengan Kejari Blora.

Meskipun Kajari Blora telah mengalami beberapa kali pergantian kepemimpinan, Bank Blora Artha tetap meneruskan kerja sama dengan Kejari Blora yang sudah terbangun harmonis sejak lama.

Menurut Arief, sejauh pengalamannya memimpin manajemen Bank Blora Artha, ia menilai pihak Kejari Blora sangat kooperatif dan suportif di saat pihaknya menghadapi permasalahan hukum.

Dirut Perumda BPR Bank Blora Artha, Arief Syamsuhuda, SE, MM

Arief menyebut, pihak Kejari Blora selalu siap memberikan pendampingan kepada pihaknya. Misalnya saat Bank Blora Artha digugat secara hukum oleh nasabahnya sendiri, dari jenjang peradilan tahap pertama hingga ke jenjang kasasi di Mahkamah Agung (MA), dan akhirnya Bank Blora Artha menang kasus, pihak Kejari Blora melalui tim jaksa bidang perdata dan tata usaha negara (Datun)-dalam kapasitas Jaksa Pengacara Negara (JPN)-selalu mendampingi.

Kendati demikian, kata Arief Samsuhuda, setiap ada permasalahan yang berkaitan dengan nasabah, pihak Bank Blora Artha senantiasa mengedepankan aspek persuasif dalam upaya menemukan solusinya. Dan pendekatan persuasif itu ditempuh tak lepas dari pendapat hukum dari tim Kejari Blora.

“Kami sangat terbantu oleh pendampingan Kejari Blora. Karenanya kami selalu mengedepankan pendekatan persuasif dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan pihak ketiga, dalam hal ini para nasabah,” tutur Arief Syamsuhuda.

Pendampingan dari Kejari Blora sangat efektif dalam membantu pihak bank melakukan penagihan kredit-kredit macet. Arief menerangkan kategori kolektibiltas kredit macet. Kolektibilitas dikategorikan kredit lancar dalam keadaan khusus itu yang tunggakan 1-3 bulan, kredit kurang lancar itu yang tunggakan 3-6 bulan, kemudian kredit diragukan itu tunggakan di atas 6-12 bulan.

“Sedangkan tunggakan kredit sampai 12 bulan tanpa pembayaran dikategorikan kredit macet. Nah, untuk mengatasi kredit macet ini, kami mengajukan somasi hukum melalui kejaksaan selaku pengacara negara,” tandas Arief.

Arief menceritakan bahwa pada tahun 2007, saat ia dilantik sebagai Dirut, kondisi keuangan Bank Blora Artha relatif minim, Aset bank hanya Rp 3 milyar. Tunggakan kredit macet atau rasio NPL (Non Performing Loan) Bank Blora Artha mencapai sekitar 30%.

“Kondisi bank sangat merugi saat itu (2007),” cetus Arief.

Alhamdulillah, sekarang aset Bank Blora Artha sudah di atas Rp 60 miliar. Untuk diketahui, sejak 2008, itu artinya satu tahun sejak Arief dipercaya sebagai Dirut, Bank Blora Artha selalu mampu meraup laba.

“NPL juga Alhamdulillah masih sangat normal yakni di bawah 10%. Rasio NPL itu kan semakin kecil semakin baik, jadi kecenderungannya semakin normal,” tandas Arief lagi. (ETD/AF)

banner 300x250

Related posts