Sentil Pembisik Jokowi, Fahri Hamzah: Menguatkan Dewas KPK Lebih Penting Ketimbang Menghukum Mati Koruptor

  • Whatsapp
Fahri Hamzah

TRIASnews — Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019, Fahri Hamzah, mengomentari pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan membuka peluang diterapkannya hukuman mati bagi koruptor.

Menurut penilaian Wakil Ketua Umum Partai Gelora itu, perkuatan Dewan Pengawas (Dewas) KPK lebih penting untuk memaksimalkan pemberantasan korupsi dibandingkan penerapan hukuman mati pada koruptor.

Read More

“Maka cara presiden untuk memberantas korupsi adalah dengan membentuk dan menunjuk Dewan Pengawas KPK dan memastikan bahwa para pengawas itu bekerja untuk meletakkan KPK dalam fungsi yang benar,” ungkap Fahri dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/12/2019).

Sebaiknya jangan (ada pihak-pihak, red) membisikkan sesuatu yang baru pada presiden, mantan politikus PKS ini menambahkan, sebab yang ada di depan mata saja belum dicoba padahal ini (Dewas.red.) harus dipercepat.

Fahri menggarisbawahi, adanya Dewas akan mengoptimalkan fungsi KPK.
Sebab, dengan meletakkan KPK di posisi yang benar, diyakini ketentuan peraturan tentang pemberantasan korupsi yang ada diundang-undang cukup untuk mengakselerasi pemberantasan korupsi di Indonesia.

Karenanya, ia meminta para pembisik atau orang kepercayaan Jokowi untuk mengubah rencana pemberantasan korupsi. Mulai memberitahukan Jokowi tentang strategi pemberantasan korupsi yang sebenarnya sudah ada dalam UU KPK yang baru.

“Perbedaan antara UU Nomor 30 Tahun 2002 dan UU Nomor 19 tahun 2019 tentang KPK adalah adanya keterlibatan presiden,” cetusnya mengingatkan. (AF)* .

banner 300x250

Related posts