Eks PKS Dominasi Pimpinan Partai Gelora: Anis Matta Ketum, Fahri Hamzah Waketum

  • Whatsapp
Dua petinggi Partai Gelora, Anis Matta dan Fahri Hamzah (instagram @partai gelora)

Triasnews — Struktur kepengurusan  pimpinan pusat Partai Gelombang Rakyat (Gelora) telah resmi terbentuk, Minggu (10/11/2019) . Duet inisiator Partai Gelora, Anis Matta dan Fahri Hamzah, masing-masing menjadi Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum Partai Gelora.

Muhammad Anis Matta. Diketahui, Anis merupakan bekas Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) periode 2013-2015. Fahri Hamzah adalah kader PKS dan pernah duduk sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019.

Read More

Menarik dicermati, ada sejumlah eksponen kader PKS lainnya di jajaran pimpinan pusat Partai Gelora. Sebut saja, Mahfudz Sidik yang didapuk sebagai Sekretaris Jenderal dan Ahmad Riyaldi sebagai Bendahara Umum.

“Tanggal 10 hari ini, tadi sudah selesai diumumkan bahwa Ketua Umum kita adalah Pak Anis, saya Wakil Ketua Umum, Sekjen-nya Pak Mahfudz Sidik, Bendahara Umum-nya adalah Pak Ahmad Riyaldi. Kami berempat ini memang pernah menjadi anggota DPR,” kata Fahri Hamzah di Jakarta, Minggu (10/11/2019).

Fahri mengatakan struktur lain dalam kepengurusan partai terus berkembang hingga ke daerah. Namun, ia belum menyebutkan siapa punggawa-punggawa Partai Gelora lainnya.

“Kemudian struktur lainnya juga berkembang, termasuk kemarin pendiri terus berkembang, misalnya ada Pak Deddy Mizwar. Pokoknya nanti banyak pengurus, ada tokoh-tokoh lain akan masuk. Terus terang kami nggak mau gembar-gembor dulu, ini partai kita mulai dengan low profile. Yang penting adalah penguatan struktur sampai ke daerah, ke wilayah kita perkuat,” ujarnya.

Fahri juga belum mengungkapkan posisi Deddy Mizwar dalam kepengurusan Partai Gelora. Namun, Fahri menyebut Deddy Mizwar ingin ‘kerja’ atau terlibat langsung di Partai Gelora.

“Beliau sambil jalan kita obrolin. Dia pingin kerja, kata dia begitu. Dia bilang ‘saya nggak mau sekadar simbolik, saya mau kerja’. Nah jadi banyaklah. Dia kan orang seni, content creator, dia kan sutradara, tentu banyak tempatlah buat dia. Dia bilang dia mau kerja. Dia nggak mau sekadar simbolik, dia pengen kerja juga, ya udah itu nanti kita lihatlah,” jelas Fahri.

Fahri juga mengaku sempat ditawari mengakuisisi partai yang tidak lolos ke parlemen dan tinggal mengganti pengurusnya. Namun, Fahri menyebut para pendiri Partai Gelora menolak karena ingin berjuang dari nol.

“Kami mau berjuang dari nol. Seluruh pengurus struktur wilayah sampai 34 provinsi betul-betul dimulai dari nol. Ini tidak ada ngambil struktur partai lain, ini murni kita dari bawah sampai ke tingkat atas. Dan aktanya ini akta baru, akta yang murni baru yang merupakan ikhtiar dan upaya kita sendiri,” terang Fahri.

Fahri menjelaskan, Partai Gelora didirikan pada 28 Oktober 2019. Partai Gelora, lanjutnya, sudah memenuhi persyaratan untuk mendirikan partai sesuai dengan undang-undang (UU).

“Kami tetapkan sebagai hari pendirian tanggal 28 Oktober lalu. Setelah itu tanggal 4 November seluruh dokumen yang terdiri atas 99 pendiri, kemudian 34 pengurus provinsi, kemudian 1.020 pendiri di tingkat daerah sesuai dengan amanat UU itu sudah kami serahkan ke notaris semuanya dan itu sudah dijalankan notaris,” kata Fahri. (AF)*



banner 300x250

Related posts