Dipatok Awal Rp 296 Triliun, Defisit APBN 2019 Ternyata Rp 353 Triliun

  • Whatsapp
Menteri Keuangan, Sri Mulyani

TRIASNews – Target awal defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2019 ternyata melenceng cukup jauh. Dipatok awal oleh pemerintah sebesar Rp 296 triliun, defisit APBN 2019 ternyata malah tembus Rp 353 triliun.

Apologi pemerintah, membengkaknya defisit APBN tersebut akibat dari pendapatan negara yang tertekan dan belanja yang relatif stabil.

Read More

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI mencatat, realisasi sementara defisit pada APBN 2019 mencapai Rp 353 triliun (2,2% dari Produk Domestik Bruto/PDB).

Realisasi tersebut membengkak dibandingkan target APBN 2019 sebesar Rp 296 triliun (1,8% PDB), maupun realisasi APBN 2018 sebesar Rp 269,4 triliun.

Pendapatan negara sepanjang tahun 2019 hanya mencapai 90,4% dari target atau sebesar Rp 1.957,2 triliun. Sedangkan realisasi belanja negara mencapai Rp 2.310,2 triliun atau 93,4% dari target.

“Pendapatan negara tertekan, sedangkan belanja negara relatif terjaga. Maka defisit APBN 2019 Rp 353 triliun, lebih besar dari target awal,” kata Menteri Keuangan (menkeu), Sri Mulyani, saat jumpa pers Laporan APBN 2019 di Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Realisasi pendapatan dan belanja tersebut juga membuat defisit keseimbangan primer melonjak dari target APBN 2019 Rp 20,1 triliun menjadi Rp 77,5 triliun. Keseimbangan primer menggambarkan kemampuan pemerintah menutup belanja di luar biaya bunga utang dengan menggunakan pendapatan negara.

Menkeu memerinci, pendapatan negara dari perpajakan hanya mencapai Rp 1.545,3 triliun atau 86,5% dari target. Adapun pendapatan negara bukan pajak mencapai 107,1% dari target sebesar Rp 405 triliun dan pendapatan hibah sebesar Rp 6,8 triliun dari target Rp 400 miliar.

Realisasi belanja negara terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.498,9 triliun atau 91,7% dari target dan transfer daerah sebesar Rp 811,3 triliun atau 98,15%.

Untuk komponen belanja pemerintah pusat, pos belanja kementerian/lembaga (K/L) mencapai Rp 876,4 triliun atau melampaui pagu APBN 2019 Rp 855 triliun. Di sisi lain, belanja non-KL hanya mencapai 79,9% target atau sebesar Rp 622,6 triliun.

Seiring dengan membengkaknya defisit anggaran, pemerintah juga mencatat realisasi pembiayaan mencapai Rp 399,5 triliun atau melampaui target sebesar Rp 296 triliun.

banner 300x250

Related posts