Dinas Pertanian Takalar Dorong Petani Pakai Alsintan

  • Whatsapp

Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan, menggalakkan mekanisasi pertanian kepada para petani dengan penggunaan Alsintan. Dinas jugapertanian mendorong pertanian terpadu demi meningkatkan kesejahteraan petani.

Kemajuan teknologi di sektor pertanian benar-benar diadopsi dan diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar untuk meningkatkan produktivitas pertanian di daerah itu.

Menurut Muhammad Hasbi, S.STP, M.AP, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Takalar, pemanfaatan teknologi pertanian lazim disebut mekanisasi pertanian, yakni penggunaan berbagai macam mesin yang ditujukan sebagai alat pengganti tenaga manusia ataupun hewan.

“Wujud mekanisasi pertanian ini berupa penggunaan Alsintan (alat dan mesin pertanian). Alsintan ini berperan penting dalam pembangunan pertanian modern, efektif, dan ramah lingkungan,” tutur Hasbi.

Untuk meningkatkan jumlah dan mutu produktivitas pertanian yang bermuara pada kesejahteraan petani di Kabupaten Takalar, Distan Takalar pun telah mendorong para petani untuk menggunakan Alsintan ini.

“Mekanisasi pertanian di Takalar mulai dari hulu sampai hilir,” ucap Hasbi.

Mekanisasi pertanian melalui Alsintan itu terbukti mempercepat pengolahan lahan dan bahkan pemanenan hasil padi. Mekanisasi pertanian mempermudah pekerjaan petani dan menurunkan biaya produksi, serta menekan kehilangan hasil. 

Masih kata Hasbi, penerapan Alsintan dapat memecahkan masalah kekurangan tenaga kerja yang dibutuhkan dalam usaha tani, baik saat on-farm, panen (harvesting) maupun pascapanen (off-farm), menekan ongkos produksi, menekan kehilangan hasil menuju efisiensi usaha tani sehingga meningkatkan pendapatan petani.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan, Prof. Dedi Nursyamsi, dalam kegiatan Panen Raya di Takalar, pada Jumat (10 April 2020), mengatakan, peran strategis mekanisasi pertanian melalui alsintan adalah proses menjadi lebih cepat. Dengan mekanisasi, kita dapat melaksanakan pengolahan lahan, panen, dan pascapanen dengan cepat.

Kembali ke Hasbi. Ia menyebut, pihaknya menjalankan sejumlah program prioritas untuk memajukan pertanian di Takalar. Pertama, meningkatkan pendapatan petani berupa pemberian bantuan satu ekor sapi ke satu keluarga petani.

“Jadi setiap keluarga petani itu kita berikan satu indukan sapi supaya di sela-sela antara musim tanam dengan musim panen maka ada pendapatan tambahan bagi petani,” jelas Hasbi.

Kedua, Distan Takalar membagikan alsintan mesin pompa dan traktor tangan. Selama 5 tahun terakhir, sebanyak 5.000 mesin pompa  dan 1.000 unit traktor tangan telah dibagikan secara merata tersebar ke seluruh desa yang memenuhi ketentuan tertentu.

Ketiga, memperbaiki jaringan irigasi persawahan. Seluruh hamparan persawahan dipastikan ada sumber airnya apakah itu sumur bor atau juga embung kolam penampungan air.

Prioritas keemat, menangkar benih secara mandiri di setiap kecamatan supaya petani tidak tergantung kepada pemerintah.

“Kita menangkar sendiri benih kemudian hasil penangkarannya itu dibagikan ke semua petani. Itu adalah strategi visi misi bupati Takalar terpilih,” ungkap Hasbi.

Hasbi juga mengatakan, limbah-limbah hasil panen seperti jerami padi atau batang jagung diolah menjadi pupuk kompos dan pakan silase untuk dijadikan pakan ternak.

“Semua limbah hasil panen pertanian itu tidak terbuang percuma, justru kita jadikan bernilai.Kita ciptakan syimbiosis mutualisme, yakni jerami untuk pakan ternak, sementara kotoran sapi untuk pupuk tanaman” tandas Hasbi. Hasbi mencurahkan segala perhatian demi terwujudnya modernisasi pertanian di bumi Takalar. Kadis yang aktif turun ke lapangan ini memanfaatkan para penyuluh terampil untuk meningkatkan SDM petani. TP

banner 300x250

Related posts