Dewas TVRI Samakan Liga Inggris dengan Kasus Jiwasraya, Helmy Yahya: Ngawur, Serampangan!

  • Whatsapp
Dirut TVRI, Helmy Yahya

TRIASNews –  Dewan Pengawas (Dewas) TVRI menilai siaran Liga Inggris di TVRI yang diadakan Direktur Utama (Dirut) TVRI, Helmy Yahya, berpotensi memicu gagal bayar seperti kasus Jiwasraya.

Potensi gagal bayar siaran Liga Inggris itulah yang menjadi salah satu alasan Dewas TVRI mencopot Helmy Yahya dari posisi Dirut TVRI.

Pencipta kuis fenomenal, “Siapa Berani” itu menepis asumsi Dewas TVRI soal potensi gagal bayar siaran Liga Inggris itu.

“Pernyataan Dewas Moko (anggota Dewas TVRI Pamungkas Trishadiatmoko) bahwa menyamakan Liga Inggris dengan Jiwasraya itu ngawur!” ujar Helmy Yahya kepada awak media, Selasa (22/1/2020).

Helmy menilai, pembandingan siaran Liga Inggris dengan kasus Jiwasraya adalah pembandingan yang serampangan.

Kasus asuransi Jiwasraya ditakar Kejaksaan Agung berpotensi merugikan negara Rp 13 triliun. Namun, nilai hak siaran Liga Inggris yang dibeli TVRI tidak sebesar itu.

“Ini kan cuma berapa miliar. Rp 20-an miliar lah,” kata Helmy berargumen.

Siaran Liga Inggris di TVRI dimulai tahun 2019. TVRI membeli hak siar Liga Inggris dari Mola TV.

Dewas TVRI menyebut potensi gagal bayar itu diketahui lewat adanya tagihan 31 Oktober 2019 dari Global Media Visual (Mola TV) senilai Rp 27 miliar, jatuh tempo 15 November 2019.

Itu menjadi utang TVRI. Namun Helmy menepis kebenaran keterangan Dewas yang disampaikan dalam rapat bersama Komisi I DPR itu.

“Itu bukan gagal bayar, melainkan tunda bayar. Itupun sudah dikomunikasikan dengan Mola TV (TVRI memang membeli siaran Liga Inggris dari pemilik hak siar di Indonesia, Mola TV). Mereka aja nggak keberatan kok,” ujar Helmy.

Lagipula, lanjut Helmy, kewajiban itu bisa dibayar tahun 2020 dengan duit Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), yakni dari iklan. Tagihan siaran Liga Inggris masih belum melampaui kemampuan TVRI. Dia juga menjelaskan, hak siar Liga Inggris dibeli TVRI per tahun, bukan tahun jamak (multiyears)

“Tidak ada potensi tidak terbayar. Kami akan bayar dari penerimaan iklan,” kata Helmy yang memastikan iklan yang didapat TVRI lancar. “PNBP, estimasi ada sekitar Rp 150 miliaran. Kalau cuma nilainya segitu (harga hak siar Liga Inggris), masih bisa terbayar lah.”

Sebelumnya, anggota Dewas TVRI Pamungkas Trishadiatmoko meyampaikan salah satu alasan pemberhentian Helmy Yahya dari jabatan Dirut adalah terkait penyiaran Liga Inggris. Dia menyamakan potensi gagal bayar siaran Liga Inggris di TVRI seperti kasus Jiwasraya.

“Saya akan mencoba men-summary-kan kenapa Liga Inggris itu bisa menjadi salah satu pemicu gagal bayar ataupun munculnya utang yang seperti Jiwasraya,” kata Pamungkas dalam rapat dengar pendapat dalam RDP dengan Komisi I DPR RI, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/1) kemarin.

Pamungkas memaparkan, ada informasi pada akhir Oktober tahun lalu untuk penayangan Liga Inggris dengan tagihan pajak hingga puluhan miliar dan jatuh tempo.

“Sesuai dengan kontrak pada tahun 2020 TVRI terdapat kewajiban bayar utang Liga Inggris itu Rp 27 M. Yang akan di-carry over tahun 2020 plus akan ada tagihan USD 1,5 juta atau Rp 21 miliar di luar pajak,” tutur Pamungkas.

Pamungkas juga mengatakan hak siar Liga Inggris itu dibeli TVRI secara multiyears.

“Nah total Liga Inggris selama tiga sesi adalah USD 9 juta, atau Rp 126 miliar di luar pajak, dan biaya lainnya. Untuk kontrak tiga sesi. Ini multiyears dan tidak ada permintaan tertulis kepada dewas untuk membelanjakan program multiyears seperti ini 2019-2020,” kata dia.

Potensi tidak bisa bayar utang dari PNBP dikatakannya senilai Rp 69 miliar, belum termasuk pajak dan biaya lain.

Reaksi Musisi Glenn Fredly

Pemecatan sepihak Helmy Yahya dari jabatan Dirut TVRI rupanya memantik reaksi musisi Glenn Fredly. Glenn menceritakan bagaimana Helmy bersama TVRI selalu memberikan dukungan untuk acara musik nasional.

“Saat itu dengan latar Teluk Ambon saya berdiskusi bersama Direktur Utama @tvrinasional pak @helmyyahya untuk persiapan menjelang @kamimusik_id Konferensi Musik Indonesia pertama di kota Ambon 7-9 Maret 2018, saya harus akui dukungan yang besar tanpa basa basi birokrasi diberikan olehnya & TVRI untuk ikut terlibat dalam usaha memajukan ekosistem musik tanah air,” ungkapnya. Sabtu (18/1/2020).

Tantowi Yahya dan Glenn Fredly

Sejak awal, lanjut Glenn, Helmy bahkan turun langsung sekaligus mengarahkan timnya untuk menyukseskan keberlangsungan Konferensi Musik Indonesia pertama ini.

“TVRI meliput & menyiarkan secara langsung puncak acara Konferensi Musik Indonesia di Ambon tahun 2018,” lanjutnya.

Dalam hemat Glenn, adalah kerugian sangat besar bagi TVRI melepaskan figur seperti Helmy.

“Mendengar pemberhentian sepihak dari Dewan Pengawas atas kinerja Pak Helmy Yahya ini menurut saya merupakan kerugian besar bagi @tvrinasional yang tengah berbenah memperbaiki program serta citranya,” tandasnya. (AF)*

banner 300x250

Related posts