Dewan Pakar ICMI Kritik Jokowi Pilih Yudian Wahyudi sebagai Kepala BPIP

  • Whatsapp
Dewan Pakar ICMI, Irjenpol (purn) Anton Tabah

TRIASNews –  Anggota Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Anton Tabah, mengkritisi keputusan Presiden Jokowi memilih dan melantik Yudian Wahyudi, sebagai Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Mantan Rektor UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, itu dilantik Jokowi pada Rabu (5/2/2020).

Read More

Yang membuat Anton Tabah melontarkan kritiknya itu lantaran Jokowi mengangkat orang yang pernah mendapat peringatan keras dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyusul sikapnya menyetujui disertasi hubungan seks di luar nikah, dan melarang mahasiswi UIN bercadar .

Presiden Jokowi menyalami Kepala BPIP Yudian Wahyudi (Kompas.com)

“Yudian eks Rektor UIN Jogja ini pernah dapat peringatan keras dari MUI karena sikapnya menyetujui disertasi hubungan seks di luar nikah dan melarang mahasiswi UIN bercadar,” ujar Anton Tabah, purnawirawan bintang dua Polri yang pernah menjadi Sekretaris Pribadi Presiden RI ke-2, HM Soeharto, pada Kamis (6/2/2020).

Anton menyayangkan keputusan Jokowi memilih Yudian. Ia menegaskan, sikap Yudian memberi ruang terhadap kajian seks di luar nikah dan pelarangan cadar adalah tindakan yang liberal dan bertentangan dengan Pancasila.

Mosok orang radikal liberal jelas kontra Pancasila jadi Kepala BPIP (Badan Pembina Ideologi Pancasila)? Lalu bagaimana membina ideologi pancasila jika pembinanya berfaham kontra Pancasila?” kata Anton menggarisbawahi argumentasinya.

Anton Tabah menilai, di Indonesia masih banyak profesor ahli Pancasila dan sesuai dengan tafsir UUD 1945. Karenanya, dirinya mempertanyakan mengapa Jokowi justru memilih sosok yang terindikasi liberal.

“Masih banyak profesor ahli Pancasila yang benar sesuai tafsir UUD45 asli, kenapa merekrut yang liberal bahkan pernah mendapat teguran keras dari MUI?” pungkas Anton Tabah. (AF)*

banner 300x250

Related posts