Daftar Upah Minimum 2020 di 34 Provinsi: DKI Jakarta Tertinggi, DI Yogyakarta Terendah

  • Whatsapp
UMP (ilustrasi)

Triasnews — Gubernur dari 34 provinsi di Indonesia telah resmi mengumumkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2020 pada 1 November 2019, sebagaimana Surat Edaran (SE) Menteri Tenaga Kerja No B-M/308/HI.01.00/2019 tentang Penyampaian Data Tingkat Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2019.

Penetapan UMP 2020 oleh Menteri Ketenagakerjaan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

Read More

UMP menjadi dasar penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota di masing-masing provinsi. UMK 2020 selambat-lambatnya ditetapkan dan diumumkan pada 21 November 2019.

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan memutuskan untuk menaikkan UMP sebesar 8,51% mengacu pada besaran inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional dari Badan Pusat Statistik (BPS).

“Data inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi (pertumbuhan produk domestik bruto) yang akan digunakan untuk menghitung upah minimum tahun 2020 bersumber dari Badan Pusat Statistik Republik IndonesIa (BPS RI),” demikian bunyi SE tersebut.

Berdasarkan Surat Kepala BPS RI Nomor B-246/BPS/1000/10/2019 Tanggal 2 Oktober 2019, inflasi nasional sebesar 3,39 persen‎ dan pertumbuhan ekonomi nasional (pertumbuhan PDB) sebesar 5,12 persen‎.

“Dengan demikian, kenalkan UMP dan/atau UMK Tahun 2020 berdasarkan data Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional yaitu 8,51 persen,” demikian tertulis dalam SE tersebut.

Berikut ini daftar kenaikan UMP dari 34 provinsi dengan penerimaan UMP terbesar hingga terkecil.

  1. DKI Jakarta dari sekitar Rp 3.940.973 pada 2019 menjadi sekitar Rp 4.267.349 pada 2020.
  2. Papua dari sekitar Rp 3.240.900 pada 2019 menjadi sekitar Rp 3.516.700 pada 2020.
  3. Sulawesi Utara dari sekitar Rp 3.051.076 pada 2019 menjadi sekitar Rp 3.310.723 pada 2020.
  4. Bangka Belitung dari sekitar Rp 2.976.705 pada 2019 menjadi sekitar Rp 3.230.022 pada 2020.
  5. Papua Barat dari sekitar Rp 2.934.500 pada 2019 menjadi sekitar Rp 3.134.600 pada 2020.
  6. Nangroe Aceh Darussalam dari sekitar Rp 2.916.810 pada 2019 menjadi sekitar Rp 3.165.030 pada 2020.
  7. Sulawesi Selatan dari sekitar Rp 2.860.382 pada 2019 menjadi sekitar Rp 3.103.800 pada 2020.
  8. Sumatera Selatan dari sekitar Rp 2.804.453 menjadi sekitar Rp 3.043.111 pada 2020.
  9. Kepulauan Riau dari sekitar Rp 2.769.683 menjadi sekitar Rp 3.005.383 pada 2020.
  10. Kalimantan Utara dari sekitar Rp 2.765.463 menjadi sekitar Rp 3.000.803 pada 2020.
  11. Kalimantan Timur dari sekitar Rp 2.747.561 menjadi sekitar Rp 2.981.378 pada 2020.
  12. Kalimantan Tengah dari sekitar Rp 2.663.435 menjadi sekitar Rp 2.903.144 pada 2020.
  13. Riau dari sekitar Rp 2.662.025 menjadi sekitar Rp 2.888.563 pada 2020.
  14. Kalimantan Selatan dari sekitar Rp 2.651.781 menjadi sekitar Rp 2.877.447 pada 2020.
  15. Maluku Utara dari sekitar Rp 2.508.092 menjadi sekitar Rp 2.721.530 pada 2020.
  16. Jambi dari sekitar Rp 2.423.889 menjadi sekitar Rp 2.630.161 pada 2020.
  17. Maluku dari sekitar Rp 2.400.664 menjadi sekitar Rp 2.604.960 pada 2020.
  18. Gorontalo dari sekitar menjadi4.020 menjadi sekitar Rp 2.586.900 pada 2020.
  19. Sulawesi Barat dari Rp 2.369.670 menjadi sekitar Rp 2.571.328 pada 2020.
  20. Sulawesi Tenggara dari Rp 2.351.870 menjadi sekitar Rp 2.552.014 pada 2020. 
  21. Sumatera Utara dari Rp 2.303.403 menjadi sekitar Rp 2.499.422 pada 2020.
  22. Bali dari Rp 2.297.967 menjadi sekitar Rp 2.493.523 pada 2020.
  23. Sumatera Barat dari Rp 2.289.228 menjadi sekitar Rp 2.484.041 pada 2020.
  24. Banten dari Rp 2.267.965 menjadi sekitar Rp 2.460.968 pada 2020.
  25. Lampung dari Rp 2.240.646 menjadi sekitar Rp 2.431.324 pada 2020.
  26. Kalimantan Barat dari Rp 2.211.500 menjadi sekitar Rp 2.399.698 pada 2020.
  27. Sulawesi Tengah dari Rp 2.123.040 menjadi sekitar Rp 2.303.710 pada 2020.
  28. Bengkulu dari Rp 2.040.000 menjadi sekitar Rp 2.213.604 pada 2020.
  29. NTB dari Rp 2.012.610 menjadi sekitar Rp 2.183.883 pada 2020.
  30. NTT dari Rp 1.793.293 menjadi sekitar Rp 1.945.902 pada 2020.
  31. Jawa Barat dari Rp 1.668.372 menjadi sekitar Rp 1.810.350 pada 2020.
  32. Jawa Timur dari Rp 1.630.059 menjadi sekitar Rp 1.768.777 pada 2020.
  33. Jawa Tengah dari Rp 1.605.396 menjadi sekitar Rp 1.742.015 pada 2020. 
  34. DIY dari Rp 1.570.922 menjadi sekitar Rp 2.004.000 pada 2020

Upah Pekerja versi BPS

Dalam rilis terbarunya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Agustus 2019, rata-rata gaji atau upah yang diterima pekerja sebesar Rp 2,91 juta. Jika dibandingkan dengan survei sebelumnya, pada Februari 2019, angka ini naik dari Rp 2,79 juta.

Data BPS juga menyebutkan pekerja laki-laki menerima upah yang lebih tinggi dari pekerja perempuan. Jika pekerja laki-laki rata-rata menerima upah Rp 3,17 juta, maka pekerja perempuan hanya menerima Rp 2,45 juta.

Upah yang diterima juga sebanding dengan tingkat pendidikan pekerja. Pekerja lulusan perguruan tinggi menerima upah Rp 4,58 juta, atau sebesar 2,5 kali lipat dari pekerja berpendidikan SD ke bawah, yang rata-rata Rp 1,8 juta. (AF)*

banner 300x250

Related posts