Claudia Emmanuela Santoso Bakal Tampil di Grand Final The Voice Indonesia 2019

  • Whatsapp
Claudia Emmanuela Santoso akan tampil di malam Grand Final The Voice Indonesia 2019. (Foto: Instagram)

Triasnews – Grandfinal The Voice Indonesia (TVI) 2019, Kamis (28 November 2019), bakal berlangsung seru. Tidak hanya karena 5 grandfinalist (Nikita, Tesa, Gus Agung, Elly, Vionita)yang akan tampil unjuk kemampuan bernyanyi, tetapi juga lantaran ada penampilan spesial dari Claudia Emmanuela Santoso, sang pemenang The Voice of Germany 2019.

BACA JUGA: Harumkan Nama Indonesia, Claudia Emmanuela Santoso Juara The Voice of Germany 2019

Read More

Claudia sudah mengkonfirmasi kehadirannya di ajang Grand Final The Voice Indonesia 2019. Gadis bersuara emas asal Cirebon ini akan menjawab tantangan penggemarnya akan tampil dan bernyanyi bahasa Indonesia di Grand Final The Voice Indonesia 2019.

Dalam cuplikan video singkat yang diputar di layar panggung TVI 2019, Claudia mengaku mengikuti ajang The Voice Indonesia bersama teman-temannya di Jerman.


“Kabar gembira ! @audi_emmanuela The Winner The Voice Of Germany 2019 bakal pulang ke Indonesia dan mampir ke The Voice Indonesia loh di Grand Final nanti. Siapa ni yang ngga sabar nonton Audi ? Tungguin yaaaa!,” tulis Instagram @thevoicegtv

Menurutnya, para kontestan The Voice Indonesia 2019 luar biasa. Dia juga memberikan dukungan kepada 6 kontestan yang berjuang di babak Semifinal TVI 2019.

Sebelumnya, kabar Claudia akan hadir di Grandfinal TVI 2019 diumumkan lewat akun Instragram The Voice Indonesia GTV.

Claudia Emmanuela Santoso atau akrab dipanggil Audi ini adalah seorang penyanyi asal Cirebon. Dia merupakan pemenang ajang The Voice of Germany 2019.

Di malam final tersebut, Claudia berhasil menang dari persaingan ketat antara empat kontestan lainnya.

Di babak ini, dia berhasil dengan apik menyanyikan lagu ‘Castles’ dan ‘I Have Nothing’ yang membuat merinding.

Claudia menghimpun perolehan suara terbanyak 46,39 persen pada babak Grand Final. Sebagai runner up, Erwin hanya memperoleh suara 17,36 persen, terpaut lebih dari 29 persen.

Tak hanya memenangkan ajang bergensi bertaraf internasional, Claudia juga menyanyikan single bertajuk Goodbye berduet dengan Alice Merton, sang pencipta lagu sekaligus coach-nya di ajang ‘The Voice of Germany 2019’ .

Siapakah Claudia?

Gadis kelahiran 27 Oktober 2000 ini berkisah, ia datang ke Jerman pada tahun 2018 untuk melanjutkan studi.

Saat itu ia baru saja lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA). Di Jerman, ia tinggal di Kota Munchen. Pada 2018, ia selama satu tahun mengikuti les bahasa Jerman terlebih dahulu hingga level B2.

Setelah menjalani les bahasa selama setahun, Claudia kemudian mendaftar ke perguruan tinggi yang ia minati. Namun sayang, nasib baik belum berpihak padanya saat itu.

“Nah terus aku semester lalu gagal terusnya aku enggak ngapa-ngapain kan, aku les bahasa lagi juga cuma dua bulan gitu. Sedangkan aku harus nunggu enam bulan untuk tes yang kemarin yang winter,” kata Claudia, dikutip dari Kompas.

Pada bulan Januari 2019, Claudia melihat iklan yang berisi jadwal audisi The Voice of Germany yang dimulai pada bulan Februari 2019.

Ia mengaku sangat tertarik dan ingin mencoba mendaftar ajang pencarian bakat tersebut. Claudia kemudian mendaftarkan diri secara online.

“Daftarnya semua di sini kan online semuanya. Tapi itu untuk kayak organisatorisnya, kayak masukin nama. Kita enggak langsung datang ke sana terus acak-acakan begitu,” kata dia.

“Jadi online itu biar kita tahu kalau kita itu audisi di jam berapa begitu. Aku waktu itu milih. Jadi kita dikasih jam begitu,” lanjutnya.

Claudia mengatakan, setiap harinya audisi dimulai pada pukul 10.00 hingga 18.00 waktu setempat. Setiap jam ada sebanyak 100 peserta yang dibagi dalam 4 kloter. Sehingga setiap kloter ada 25 peserta yang bersaing.

 Menurut Claudia, peserta The Voice of Germany bukan hanya setiap orang yang tinggal di Jerman saja.

Ada juga peserta dari Austria dan Swiss turut dalam kompetisi.

“Jadi dalam sehari ada 800 orang yang audisi. Audisi di Munchen itu dua hari. Jadi ada 1.600 orang. Itu belum termasuk di kota-kota lain,” tuturnya.

Setiap kloter audisi ini akan dipilih 5 orang untuk masuk ke tahap interview. Claudia berhasil lolos dengan menyanyikan lagu “The Power of Love”.

“Nah di babak selanjutnya itu kayak diambil cuma 2 orang untuk di-interview. Nah dari interview itu mereka kayak proses lagi, mereka catat dan lain-lain nanti buat dipanggil ke Berlin. Sebelum blind audition itu ada satu tahapan interview,” lanjutnya.

Tak disangka, Claudia lolos ke tahap blind audition dan berangkat ke Berlin. Dalam tahap itu Claudia sukses menggetarkan panggung The Voice of Germany.

Menyanyikan soundtrack film The Greatest Showman berjudul “Never Enough”, Claudia berhasil membuat para juri yang terdiri, Alice Merton, Sido, Rea Garvey, dan Mark Foster menekan tombol tanda restu untuk Claudia masuk ke babak berikutnya.

Tak hanya menekan tombol voting, keempat juri juga kompak melakukan standing ovation.

Seolah ingin lebih lama menikmati suara merdu Claudia, keempat juri meminta lulusan SMA Kristen Penabur Cirebon ini untuk menyanyikan ulang lagu ini.

Sering gagal

Namun siapa sangka untuk dapat mencapai kesuksesan ini, gadis berusia 19 tahun ini sempat mengalami beberapa kegagalan. Claudia ternyata sudah sering mengikuti ajang pencarian bakat dari masih kecil.

Claudia mengaku jika sejak kecil memang dirinya kerap kali mengikuti berbagai lomba.

“Aku tuh lumayan sering ikut lomba. Makanya yang anak ajang di Indonesia itu aku banyak kenal,” ujar Claudia.

Saat berusia delapan tahun, dara kelahiran 27 Oktober 2000 ini pernah menjadi peserta Akademi Fantasi Indosiar (AFI) Junior.

Kemudian pada usia 11 tahun, Claudia kembali mengikuti ajang pencarian bakat yaitu Idola Cilik. Sayangnya langkah Claudia kala itu terhenti dan hanya sampai 20 besar.

“Aku ikutnya di Bandung. Aku sampai 20 besarnya di Bandung yang sampai juri Mama Ira (Maya Sopha) sama Kak Winda (Viska) gitu. Itu di tahun 2011,” ujar gadis yang kini belajar di Muenchen, Jerman, itu.

Kemudian Claudia juga pernah mengikuti ajang pencarian bakat penggarapan film anak.

Ajang tersebut kala itu diadakan sebuah perusahaan biskuit ternama di Indonesia.

Saat itu Claudia berhasil terpilih menjadi komposer.

“Waktu itu sempat viral. Terus bikin film terus aku jadi departemen musik, jadi komposer. Jadi itu film anak yang diproduksi oleh anak sendiri, dan filmnya masuk Muri (Museum Rekor Indonesia),” kata Claudia.

Tak berhenti di situ, pada tahun 2014 Claudia kembali mengikuti ajang pencarian bakat. Kali ini ia memilih kompetisi Mamamia. Namun dalam kompetisi itu, Claudia hanya berhasil menduduki posisi 11 besar. (AF)*

banner 300x250

Related posts