Chrisye Bakal Hadir ‘Live’ di Depan Perindunya

  • Whatsapp

TRIASnews — Chrisye bakal “hadir” senyata mungkin dan bernyanyi dengan bantuan teknologi multimedia. Pelantun lagu “Lilin-lilin Kecil’ dan ‘Badai Pasti Berlalu’ itu akan betul-betul muncul di hadapan penonton. Akan ditampilkan kumpulan video konser Chrisye, musiknya dihilangkan, diganti dengan iringan musik Erwin Gutawa.

KERINDUAN para penikmat lantunan suara khas mendiang penyanyi legendaries tanah Air, Chrismansyah Rahadi alias Chrisye, bakal terobati.

Read More

Dengan mengusung konsep ‘Konser Chrisye Live by Erwin Gutawa’, EG Production bekerja sama dengan Trisatya Show & Entertainment dan KIMS berinisiatif untuk kembali menyelenggarakan konser langka ini, EG Production.

Nantinya, sosok Chrisye yang telah berpulang pada 30 Maret 2007 (12 tahun) silam bakal “hadir” dan bernyanyi dalam bentuk multimedia.

Project Manager acara, Yudistira Novianto, mengatakan, konser ini bukanlah sebuah tribute melainkan sebuah konser yang coba menghadirkan Chrisye senyata mungkin.

Chrisye di Synchronize Fest 2019

“Yang betul-betul akan muncul depan penonton adalah Chrisye. Kumpulan video konser Chrisye, musiknya dihilangkan, Musiknya langsung diiringi oleh Erwin Gutawa,” ucap Yudistira kepada awak media, akhir November 2019 lalu.

Konser ini adalah upaya ia dan rekan-rekan untuk menjawab kerinduan kepada para penggemar, khususnya generasi muda yang belum sempat merasakan aksi pelantun “Lilin-lilin Kecil” ini di atas panggung.

“Chrisye legenda. Masih banyak yang menggandrungi musiknya. 90’s lagi naik juga. Kenapa hadirkan Chrisye, karena banyak generasi sekarang yang belum pernah nonton Chrisye. Maka kami hadirkan gimana sensasi nonton Chrisye langsung,” imbuhnya lagi.

Teknologi multimedia bikin Chrisye ‘hidup’ lagi Nantinya, penonton akan mendapatkan pengalaman melihat langsung Chrisye tampil di atas panggung. Lalu, bagaimana konser ini bisa tersaji meski Chrisye telah tiada? Teknologi multimedia adalah jawabannya.

Perwakilan pihak KIMS, Firza, yang mengurus bagian produksi, menambahkan, Chrisye akan tampil dalam layar LED dengan kreasi multimedia yang ciamik.

Yang pertama, sesuai kebutuhan Erwin Gutawa, Pastinya secara kualitas musik sound system yang terbaik,” ucap Firza. Kata Firza, pihaknya bakal memadupadankan berbagai kumpulan video penampilan Chrisye sehingga seolah-olah seperti konser secara langsung.

“Mengenai konsep kreatif multimedia dengan meng-combine sehinga almarhum bisa tampil di LED seolah-olah dia tampil di tengah kita, menyanyi di tengah kita, mengajak bernyanyi, dengan editing yang nyata,” jelasnya.

Dengan begitu, kata Firza, penonton bisa merasakan seperti berinteraksi langsung dengan pelantun “Anak Jalanan” tersebut.

“Dia akan ajak penonton menyanyi dan menari seolah-olah nyata, interaktif,” ujarnya.

Sementara, berkait hal teknis, lanjut Firza, konser ini bisa terealisasi berkat proses editing yang apik. Sehingga, kolaborasi antara video penampilan Chrisye dan musik pengiring oleh Erwin Gutawa bisa terasa pas.

“Sebenarnya kumpulan video itu, baik lagunya dan speech-nya sudah diedit semua. Musiknya itu, Erwin Gutawa yang mengikuti, jadi ketika Mas Erwin sudah siap, akan koordinasi dengan tim play LED itu,” ucapnya.

Firza menambahkan, Erwin Gutawa akan disediakan alat untuk berkoordinasi dengan tim pemutar LED agar bisa sinkron. Erwin juga akan menggunakan alat semacam metronom untuk menyamakan tempo dan ritme.

“Nanti ada tombol klik gitu, itu yang jadi penanda siap dimulai, sehingga tidak ada miss antara musik dan video Chrisye via LED itu, gambarannya seperti itu. Jadi musik Mas Erwin dan suara Chrisye sudah ada arrange penyesuaiannya,” imbuhnya.

Queen sebagai Referensi

Freddie Mercury jadi referensi Penyelenggara konser Chrisye Live by Erwin Gutawa mengaku punya beberapa referensi dalam menggelar konser tersebut. Diketahui, konser ini akan menampilkan Chrisye tampil kembali dengan iringan musik secara live oleh Erwin Gutawa. Sosok Chrisye akan bernyanyi lewat layar LED dan dibuat seolah langsung dan nyata.

Menurut Firza selaku perwakilan pihak KIMS yang mengurus bagian produksi, salah satu referensinya adalah dari grup band Queen. Firza merasa Queen adalah band yang bisa dibilang menjadi pionir dalam membuat konser dengan menghadirkan vokalisnya, Freddie Mercury, yang telah tiada lewat konsep multimedia.

“Reference pasti banyak dari luar, kayak Queen dan lainnya, Queen kan juga pernah bikin konser dengan menghadirkan Freddie Mercury lewat LED dan musiknya live gitu,” ucap Firza.

Firza tak memungkiri bahwa pihaknya mencari referensi agar konser Chrisye Live bisa sukses. Hanya saja, kata Firza, Chrisye Live berbeda karena mengusung tema live concert bukan tribute seperti yang sudah-sudah.

“Tapi agak beda, Queen dan lainnya kan tribute to ya, kalau kita kan memang konser langsung dengan arsip video rekaman yang sudah disiapkan sedemikian rupa,” ucapnya.

Selain itu, dari sisi kreativitas, lanjut Firza, pihaknya juga mengeksplor lebih jauh agar memukau penonton yang hadir.

“Tapi kreatifnya tinggal kita gali lagi biar berbeda. Enggak tumplek-tumplek sama, nanti lah pas acara bisa dilihat,” ucapnya. Restorasi suara Chrisye Penyelenggara memberikan beberapa sentuhan menarik untuk konser Chrisye nanti.

Salah satunya adalah dengan merestorasi rekaman suara Chrisye yang dijadikan materi dalam pertunjukan tersebut.

“Direstorasi kualitas suaranya. Dari (arsip) tahun 2000 sudah mulai (direstorasi), part-nya itu diambil dengan penyesuaian repertoar lagu (untuk konser),” ucap Firza. Akan tetapi, kata Firza, restorasi itu tak mengubah tona suara Chrisye sama sekali.

Restorasi sendiri dilakukan untuk menyamakan kualitas rekaman dengan kualitas speaker yang dipakai konser saat ini.

Enggak ada yang diubah (suara Chrisye). Kualitasnya saja. Kuncinya sama. Jadi clear. Prosesnya sudah lama,” ucapnya. Digelar di 5 kota Konser ini bakal digelar di 5 kota di Indonesia.

Konser di sejumlah kota

Dimulai dari Bandung pada 11 Desember 2019, berlanjut ke Semarang, Solo, Yogyakarta, dan Surabaya pada Februari 2020 mendatang. Selain itu, Sandhy Sondoro dan Gita Gutawa akan turut tampil sebagai bintang tamu dalam konser tersebut. Harga tiket dibanderol mulai Rp 350.000 untuk kategori festival, VIP Rp 1,1 juta, Kelas 1 Rp 850.000, Kelas 2 Rp 550.000. Harga tiket itu untuk sesi presale.

Untuk diketahui, konser serupa pernah digelar untuk pertama kali di Jakarta pada 2012 lalu. Kala itu, konser Chrisye Live bertajuk “Kidung Abadi”. Yang terbaru, Erwin Gutawa juga sempat menyajikan Chrisye Live ketika tampil dalam festival musik multigenre Synchronize Fest 2019, pada Oktober 2019 lalu. (AF)*

banner 300x250

Related posts