Bumi Alumni Unpad Luncurkan ‘Lupba’, Merek Dagang Kolektif

  • Whatsapp
Lupba menjadi merek bersama yang diciptakan PBA untuk produk keripik pisang, bawang goreng, dan kopi (Foto: Humas PBA)

Perkumpulan Bumi Alumni (PBA) meluncurkan One Branding bernama Lupba, sebuah tonggak penting dan bersejarah di usia 4 bulannya untuk memajukan 700-an UMKM alumni Unpad yang dinaunginya.

TRIASNEWS — Dalam usia masih relatif muda, didirikan dan diakte-notariskan pada 26 September 2020, Perkumpulan Bumi Alumni (PBA) telah membuat satu tonggak penting dan bersejarah dalam upaya memajukan 700-an UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Alumni Unpad yang dinaunginya.

Read More

Empat bulan berselang, PBA langsung membuat gebrakan yakni menciptakan merek kolektif (collective brand) untuk meningkatkan produktivitas para anggotanya. Lupba adalah merek kolektif yang dipilih.

Merek kolektif Lupba diluncurkan secara resmi bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan turnamen golf bertajuk “Flying High UMKM Exhibition & Golf Tournament: UMKM Naik Kelas”, yang diselenggarakan di kawasan Golf Club Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Minggu (13 Desember 2020).

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan mulai dari pengusaha, pejabat pemerintah, para profesional lembaga, kalangan perbankan, hingga berbagai organisasi profesi.

Lantas, mengapa Lupba yang ditetapkan sebagai merek bersama yang akan memayungi seluruh produk UMKM Bumi Alumni Unpad?

Ketua Umum Perkumpulan Bumi Alumni (PBA), Ary Zulfikar, menrangkan,  peluncuran Lupba sebagai merek dagang bersama untuk memajukan UMKM, khususnya yang bernaung di PBA.

Gagasan one branding untuk produk-produk UMKM Bumi Alumni dengan merek kolektif Lupba merupakan terobosan untuk memasarkan produk-produk UMKM di pasar dalam dan luar negeri.

“Untuk saat ini, Lupba menjadi merek bersama untuk produk keripik pisang, bawang goreng, dan kopi. Tiga produk ini dipilih karena sudah memenuhi syarat, baik dari sisi kualitas maupun kemampuan produksi,” kata pria yang akrab disapa Azoo, dan menjabat Direktur Eksekutif Hukum LPS ini.

Selain itu, potensi pasar ketiga produk tersebut masih sangat terbuka lebar. Keripik pisang, bawang goreng, dan kopi merupakan tiga produk yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia.

Menyambung pernyataan Azoo, Ketua Bidang Antar Lembaga PBA, Dewi Tenty, mengatakan, hadirnya merek kolektif ini sangat menguntungkan para pelaku UMKM. Sebab, mereka hanya memikirkan bagaimana fokus pada produktivitas usahanya.

Kendati demikian, perempuan yang akrab dipanggil Dete ini menambahkan, sinergi yang guyup dan solid antara pemilik produk dan merek kolektif sangat diperlukan agar UMKM bisa berkembang lebih pesat lagi.

Proses penciptaan nama Lupba, lanjut Dewi, sudah dipikirkan secara matang. Adapun idenya berawal dari kebiasaan pembeli yang suka lupa.

“Kalau lagi belanja kan, suka lupa tuh, aduh mau beli bawang goreng merek apa, ah udah ada Lupba nih. Lupba dibacanya lupa,” seloroh Dete yang sehari-hari berprofesi sebagai notaris.

“Lupba bisa juga diartikan Love U PBA, yang merupakan bentuk kecintaan kepada PBA, sebagai wadah komunitas UMKM yang melahirkan produk dengan merek Lupba,” timpal Azoo lagi.

Respons merek Lupba pada saat launching sangat baik. Para undangan yang hadir terutama dari kalangan perbankan, seperti BNI, Mandiri, dan lainnya sangat menyenangkan. Mereka membuka kerja sama dalam permodalan untuk mengembangkan UMKM Alumni Unpad yang dikelola PBA.

Ada pertimbangan tersendiri mengapa merek kolektif Lupba diterapkan untuk produk keripik pisang, bawang goreng, dan kopi. Untuk diketahui, sebagian besar anggota UMKM Alumni bergerak di bidang makanan dan minuman. Karenanya, tidak salah jika yang jadi pelopor dari merek kolektif ini untuk pertama kalinya adalah produk makanan dan minuman.

Ada beberapa alasan mengapa keripik pisang, bawang goreng, dan kopi dipilih menjadi pioneer produk makanan UMKM Alumni.

1. Keripik Pisang

Pisang dipilih karena selalu berbuah tanpa memandang musim, jadi aman untuk ketersediaan stok barang secara kontinyu.Dengan alasan tersebut dipilihlah pisang sebagai bahan baku dari produk kripik pisang Lupba,khususnya pisang kepok manis yang cocok untuk diolah menjadi keripik pisang.

Produk ini juga dapat diproduksi oleh sebagian besar anggota UMKM Alumni sehingga bisa memberdayakan sebanyak-banyaknya anggota UMKM Alumni.

2. Bawang Goreng

Bawang merah merupakan salah satu komoditas strategis di Indonesia. Usaha pertanian bawang merah menjadi sumber pendapatan dan kesempatan kerja bagi petani yang memberikan kontribusi cukup tinggi terhadap perkembangan ekonomi wilayah. Bawang juga komoditas holtikultura bernilai tinggi namun sampai saat ini masih banyak bawang import karena di Indonesia bawang termasuk hasil pertanian musiman.

Tidak heran saat musim panen, stok bawang akan berlimpah. Sebaliknya, di musim tidak panen, stok bawang akan menurun dan menyebabkan harga naik. Akibatnya, bawang import akan membanjiri pasar Indonesia.

Bertolak dari keprihatinan ini lah, PBA mengeluarkan produk bawang goreng Lupba yang bahan bakunya diambil dari petani bawang lokal dengan harapan kesinambungan produk ini dapat menyinambungkan pula hasil petani bawang di wilayahnya. Bawang yang diproduksi adalah bawang lokal (sumenep) yang memiliki cita rasa gurih dan garing yang pastinya digemari oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.

3. Kopi Premium

Di Indonesia, kopi adalah komoditas unggulan. Kopi menjadi sumber penghidupan bagi jutaan petani di Indonesia. Kopi Indonesia memiliki banyak varian dan mampu menjelajahi pasar kopi di dunia. Melihat peluang ini, PBA menginisiasi suatu produk kopi premium, Lupba Royal Coffee. Terbuat dari niji kopi pilihan, spesial dari seluruh wilayah Indonesia. Lupba Royal Coffee adalah 100% kopi murni single origin yang konsisten dalam rasa dan aromanya.

Karakter khasnya adalah aromatic fruity coffee, rasa pahit dan asam yg sedang, dan sensasi sweet aftertaste yang bertahan lama dalam mulut.

Edisi perdana Lupba Royall Coffee adalah kopi Arabica yang berasal dari Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Wilayah dingin dengan ketinggian 700 sampai dengan 1.200 mdpl. Ke depan, Lupba Royall Coffee akan menampilkan kopi arabika dengan varian proses wine dan natural selain dari sumatera (Gayo, Sipirok-Mandailing) seperti kopi priangan (Halu, Puntang, Garut dan Sumedang) dan dari wilayah Indonesia lainnya. (TRIANEWS/AF)

banner 300x250

Related posts