BPJS Kesehatan Malang Diserbu Warga yang Ingin Turun Kelas

  • Whatsapp
Aplikasi Mobile JKN

Merespons kenaikan iuran BPJS Kesehatan, warga Malang ramai-ramai turunkan kelas.

Triasnews – Kenaikan iuran BPJS Kesehatan sebesar dua kali lipat yang efektif mulai berlaku 1 Januari 2020 mendorong ratusan warga Malang, Jawa Timur, mendatangi kantor BPJS Kesehatan Cabang Malang untuk mengajukan penurunan kelas.

Read More

Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Kantor Cabang Malang, Wenan Setyo Nugroho mengatakan, sudah ada lima ratus lebih peserta BPJS yang mengajukan penurunan dari Kelas II ke Kelas III. 80 orang lebih turun dari Kelas I ke Kelas II.

“Jumlah itu baru sementara karena dihitung dari total pengajuan penurunan kelas dengan cara konvensional atau datang ke kantor. Sedangkan untuk peserta yang melakukan perpindahan kelas melalui aplikasi mobile JKN belum dihitung,” ungkap Wenan, Jumat (15 November 2019).

BACA JUGA: Terbebani Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan? Begini Cara Ganti Kelas

Menurutnya, banyak warga Malang yang menggunakan aplikasi mobile JKN untuk layanan perpindahan kelas. Jika menggunakan aplikasi mobile JKN, kata Wenan, warga tak perlu antre. Namun, ada juga sebagian peserta yang kurang lega jika tidak datang langsung ke kantor.

Prosedur pengajuan perpindahan kelas di kantor BPJS Kesehatan, peserta hanya perlu membawa KTP dan Kartu Keluarga (KK). Setelah itu status perpindahan kelas akan otomatis berlaku pada bulan berikutnya setelah pengurusan perpindahan kelas.

Wenan menegaskan, meski turun kelas, tidak ada perbedaan pelayanan yang diberikan. Pelayanan sama sesuai dengan hak peserta. Pelayanan medis sesuai dengan standar yang ditetapkan Kemenkes dan BPJS Kesehatan.

Seperti diketahui, tarif iuran BPJS Kesehatan kelas Mandiri III naik sebesar Rp 16.500 dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000 perpeserta perbulan. Iuran kelas Mandiri II naik sebesar Rp 59.000 dari Rp 51.000 menjadi Rp 110.000 perpeserta perbulan. Iuran kelas Mandiri I naik sebesar Rp 80.000 dari sebelumnya Rp 80.000 menjadi Rp 160.000 perpeserta perbulan.

Kenaikan tarif iuran BPJS Kesehatan tersebut mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. (AF)*

banner 300x250

Related posts