Batam Mendulang Emas dari Sektor Pariwisata

  • Whatsapp
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi

Pemkot Batam tengah memacu sektor pariwisata untuk mengisi pundi-pundi keuangan daerah. Kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) hingga April 2019 sebanyak 236.124 orang. Kota Batam memberikan kontribusi terbanyak kunjungan wisatawan di antara kabupaten/kota se-Kepri.  

Kota Batam, Provinsi Kepuluan Riau (Kepri), terus bersolek diri. Kota Industri itu ditata demikian rupa sehingga tampil rapi dan bersih. Fasilitas infrastruktur kota pun relatif  lengkap dan dikemas bernuansa moderen.

Read More

Semua itu dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Batam di bawah kepemimpinan Wali Kota H. Muhammad Rudi, SE, MM, untuk menarik minat wisatawan mancanegara dan domestik berkunjung ke Kota Industri itu.

Lewat sentuhan tangan dingin dan jiwa kepemimpinan Sang Wali Kota, Batam kini jadi destinasi wisata favorit wisatawan, tak hanya dari dalam negeri tetapi juga dari negara-negara jiran seperti Singapura dan Malaysia.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi

Sebagai orang nomor satu di Kota Batam, pria kelahiran Tanjungpinang, Kepri, itu mencurahkan segenap perhatiannya untuk memacu sektor pariwisata untuk mengisi pundi pundi keuangan pemerintahan kota.

Sekretaris DPW Partai Nasdem Kepri itu ingin mendulang  emas dari sektor pariwisata Kota Batam. Tekad Rudi diimplementasikan dalam langkah nyata, dengan spirit memanjakan dan membuat nyaman para pengunjung Kota Batam.

Jembatan Barelang, Kota Batam

Kiatnya, ia menciptakan Kota Batam yang nyaman, sehingga orang betah berlama-lama tinggal di Batam, sehingga pada gilirannya tingkat hunian perhotelan dan tingkat konsumsi kuliner juga menggeliat.

“Dari 2016, 2017, 2018, hingga tahun 2019 ini, sebagai Wali Kota, saya fokus membangun agar wisata Kota Batam benar-benar didayagunakan secara produktif. Setelah wisata Kota Batam ini hidup, selanjutnya  bagaimana menciptakan susasan kota ini agar orang merasa aman dan  nyaman berada di sini,” tutur Muhammad Rudi kepada TRIAS, di ruang kerjanya, belum lama ini.

Dalam tiga tahun terkhir ini, lanjut Rudi, banyak wisatawan mancanegara terutama warga negara Singapura, Malaysia, dan Filipina yang berkunjung ke Kota Batam.

Kuil Pa-Auk Tawya Barelang, Kota Batam

Tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Batam cukup signifikan pada tahun 2018 mencapai lebih kurang 1.847.277 orang. Sedangkan pada tahun 2017 jumlahnya 1,5 juta orang.

“Kenaikan jumlah wisatawan mancanegara seperti itu mengindikasikan kuat bahwa pariwisata di Batam telah hidup, dan berarti juga pendapatan masyarakat juga meningkat,” ujar Rudi.

Barelang Bridge Batam

Wali Kota Rudi sangat berbangga hati lantaran kontribusi Kota Batam dari sektor pariwisata sangat signifikan bagi Provinsi Kepri. Sebagai catatan, Provinsi Kepri kini menempati peringkat kedua destinasi wisata, dan pintu masuk yang terbanyak dikunjungi wisatawan pada tahun 2019, setelah Bali dan satu tingkat di atas Jakarta sebagai pintu masuk wisatawan terbesar.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri mencatat, kunjungan wisatawan mancanegara ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) hingga April 2019 sebanyak 236.124 orang. 

Kota Batam menjadi daerah yang paling banyak dikunjungi wisatawan (mancanegara dan domestik). Angka kunjungannya pun hingga April 2019 mencapai 616.329 orang. Sisanya disusul Kabupaten Bintan dengan 616,329 orang dan sisanya terbagi antara Tanjungpinang dan Karimun.

Rudi mengatakan, pihaknya telah mengadakan pertemuan dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam, dengan agenda membahas peluang anggaran untuk pengembangan pariwisata Kota Batam.

Dikatakan Rudi, jika pariwisata Batam hidup, maka pertumbuhan ekonomi Batam akan naik dengan sendirinya. Sebab, uang masyarakat Batam yang berputar dinikmati juga oleh masyarakat.

Andalan pendapatan daerah Kota Batam tetap dari hasil ekspor. Sampai saat ini, pemasukan terbesar untuk Kota Batam bersumber dari kontribusi sector ekspor. Sektor pariwisata menempati urutan keduanya penghasil pundi-pundi emas bagi Kota Batam.

Bangun infrastruktur

Terpisah ditemui TRIAS, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Yumasnur, mengungkapkan, upaya pengembangan sektor pariwisata di Kota Batam sangat didukung oleh ketersediaan fasilitas infrastrukturnya.

“Kebijakan Pemerintah Kota Batam ini selaras dengan Visi dan Misi Pembangunan yang dicanangkan Bapak Wali Kota Batam, dengan salah satu prioritasnya pembangunan infrastruktur di Kota Batam,” ujar Yumasnur.

Dinas Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam melaksanakan visis dan misi tersebut dengan melaksanakan pembangunan infrastruktur jalan sebagai program prioritas, dengan fokus penambahan lajur pada jalur jalan.

Pembangunan infrastruktur jalan di Kota Batam ini, kata Yumasnur, selain ditujukan untuk meningkatkan kapasitas jalan dalam rangka mengurangi kemacetan, juga untuk meningkatkan penampilan estetika Kota Batam.

“Karenanya, dewasa ini, di Kota Batam banyak ditemui jalan-jalan yang memiliki minimal 3 lajur di 1 jalurnya, bahkan ada 4-6 lajur dalam 1 jalur jalan. Sebelumnya, hanya ada paling banyak 2 lajur pada 1 jalur jalan,” terang Yumasnur.

Dengan kondisi Kota Batam saat ini diharapkan ke depan kemacetan bisa diatasi, di satu sisi, dan estetika kota juga bisa ditingkatkan, di lain sisi. Jadi, selain dikembangkannya lajur pada jalur jalan menjadi lebih banyak di Kota Batam, juga ditata estetika jalan dengan melengkapi taman di pinggir-pinggir jalan. Sehingga, ruas-ruas jalan di Kota Batam menjadi lebih nyaman dan aman bagi para pengguna.

Lewat pengembangan infrastruktur jalan, Pemkot Batam menginginkan penataan kota bisa menarik minat orang luar untuk datang ke Kota Batam.

“Ini yang jadi keinginan Pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota sebagai pimpinan di Kota Batam, yakni pembangunan infrastruktur yang bisa memberikan daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke Kota Batam,” papar Yumasnur.

“Saya menilai Pak Wali Kota dan Pak Wakil Walikota Batam sudah bagus sekali memimpin. Mereka berdua punya misi yang jauh ke depan, membangun pertumbuhan ekonomi di Kota Batam. Kemudian, dalam melaksanakan roda kepemimpinan, keduanya cukup tegas dalam membina dan membimbing jajarannya di Pemkot Batam,” aku Yumasnur. (AF)*

banner 300x250

Related posts